Sabtu, 10 Oktober 2026
Walisongo Global Media
How's Going

Geger Belatung di Menu Makan Bergizi Gratis Banyuwangi, SPPG Beri Klarifikasi

Azizatul Khifdiyah - Friday, 09 October 2026 | 11:58 AM

Background
Geger Belatung di Menu Makan Bergizi Gratis Banyuwangi, SPPG Beri Klarifikasi
Viral temuan belatung dalam menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sempu, Banyuwangi. Kepala SPPG Gendoh Agis Danistha mengklarifikasi bahwa proses memasak telah memenuhi SOP dan distribusi ke ribuan siswa sekolah lain berjalan lancar. (BWI24jam.co.id/)

​Video yang memperlihatkan seekor belatung diduga muncul dari menu Makan Bergizi Gratis (MBG) viral di media sosial setelah diunggah oleh seorang wali murid. Peristiwa tersebut dialami oleh siswa salah satu madrasah ibtidaiyah (MI) di wilayah Desa Karangsari, Kecamatan Sempu, Kabupaten Banyuwangi. Wali murid tersebut menemukan ulat pada lauk tahu yang diterima anaknya dan langsung membagikan rekaman tersebut hingga memicu sorotan publik.

​Dalam video tersebut, perekam menunjukkan keberadaan belatung di antara potongan tahu yang disajikan dalam kemasan makanan. Perekam video juga secara terbuka menyampaikan kekecewaan serta meragukan kelayakan makanan yang dialokasikan untuk dikonsumsi anak-anak sekolah. Terkait rekaman viral tersebut, pihak penanggung jawab tempat pengolahan makanan telah melakukan penelusuran bersama pihak terkait untuk meminta klarifikasi.

​"MBG-ne iki enek apane? Ngene ki kelendi? Ngene iki jenenge MBG, mangan bergizi ta?" demikian narasi dalam video tersebut.

​"Hayo, kyok ngono iku. Kiro-kiro arep dipakakne anak," lanjutnya.

​Berdasarkan keterangan Agus, pihaknya telah bertemu langsung dengan wali murid yang bersangkutan untuk membuat berita acara pemeriksaan. Namun, pihaknya menyatakan belum dapat memastikan asal muasal ulat yang terlihat di dalam rekaman video tersebut. Dalam berita acara itu, wali murid mengaku tidak tahu pasti asal belatung dan menyatakan menolak menerima program MBG selanjutnya.

​"Sudah bertemu dengan pihak yang mengunggah video dan dibuatkan berita acara. Dari keterangan wali murid, yang bersangkutan menyampaikan tidak mengetahui asal muasal ulat tersebut," ungkapnya.

​Di sisi lain, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gendoh Agis Danistha turut memberikan klarifikasi resmi pada Kamis (8/10/2026). Agis menjelaskan bahwa menu lauk tahu yang dipersoalkan merupakan sajian yang didistribusikan pada Selasa (6/10/2026) kepada ribuan siswa. Pihaknya mengklaim seluruh proses pengolahan bahan makanan mentah di dapur produksi telah dijalankan secara steril dan sesuai standar operasional prosedur (SOP).

​"Tahu dimasak hari itu juga. Malamnya digoreng dan dibumbui sendiri, kemudian pagi menjelang siang didinginkan terlebih dahulu sebelum didistribusikan. Itu kami membeli tahu mentah, bukan tahu matang," jelas Agis.

​"Proses produksi sudah sesuai SOP. Tahu putih digoreng dan dibumbui sendiri. Suhu memasaknya juga sudah sesuai SOP. Seharusnya belatung itu mati karena digoreng dengan suhu panas," ujar Agis.

​"Ditambah lagi saat ini aturan dari BGN tidak diperbolehkan membawa MBG pulang ke rumah. Dan itu (menu MBG) yang diunggah wali murid berada dalam wadah makanan anaknya sendiri dan menurut keterangan beliaunya sudah dibawa pulang ke rumah," tambah Agis.

​"Total ada 3.065 penerima manfaat dari 27 sekolah. Dari seluruh distribusi itu, laporan adanya belatung hanya satu kasus di satu sekolah. Untuk sekolah lainnya, tidak ada laporan kendala serupa," pungkasnya.