Geger Belatung di Menu Makan Bergizi Gratis Banyuwangi, SPPG Beri Klarifikasi
Azizatul Khifdiyah - Friday, 09 October 2026 | 11:58 AM


Video yang memperlihatkan seekor belatung diduga muncul dari menu Makan Bergizi Gratis (MBG) viral di media sosial setelah diunggah oleh seorang wali murid. Peristiwa tersebut dialami oleh siswa salah satu madrasah ibtidaiyah (MI) di wilayah Desa Karangsari, Kecamatan Sempu, Kabupaten Banyuwangi. Wali murid tersebut menemukan ulat pada lauk tahu yang diterima anaknya dan langsung membagikan rekaman tersebut hingga memicu sorotan publik.
Dalam video tersebut, perekam menunjukkan keberadaan belatung di antara potongan tahu yang disajikan dalam kemasan makanan. Perekam video juga secara terbuka menyampaikan kekecewaan serta meragukan kelayakan makanan yang dialokasikan untuk dikonsumsi anak-anak sekolah. Terkait rekaman viral tersebut, pihak penanggung jawab tempat pengolahan makanan telah melakukan penelusuran bersama pihak terkait untuk meminta klarifikasi.
"MBG-ne iki enek apane? Ngene ki kelendi? Ngene iki jenenge MBG, mangan bergizi ta?" demikian narasi dalam video tersebut.
"Hayo, kyok ngono iku. Kiro-kiro arep dipakakne anak," lanjutnya.
Berdasarkan keterangan Agus, pihaknya telah bertemu langsung dengan wali murid yang bersangkutan untuk membuat berita acara pemeriksaan. Namun, pihaknya menyatakan belum dapat memastikan asal muasal ulat yang terlihat di dalam rekaman video tersebut. Dalam berita acara itu, wali murid mengaku tidak tahu pasti asal belatung dan menyatakan menolak menerima program MBG selanjutnya.
"Sudah bertemu dengan pihak yang mengunggah video dan dibuatkan berita acara. Dari keterangan wali murid, yang bersangkutan menyampaikan tidak mengetahui asal muasal ulat tersebut," ungkapnya.
Di sisi lain, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gendoh Agis Danistha turut memberikan klarifikasi resmi pada Kamis (8/10/2026). Agis menjelaskan bahwa menu lauk tahu yang dipersoalkan merupakan sajian yang didistribusikan pada Selasa (6/10/2026) kepada ribuan siswa. Pihaknya mengklaim seluruh proses pengolahan bahan makanan mentah di dapur produksi telah dijalankan secara steril dan sesuai standar operasional prosedur (SOP).
"Tahu dimasak hari itu juga. Malamnya digoreng dan dibumbui sendiri, kemudian pagi menjelang siang didinginkan terlebih dahulu sebelum didistribusikan. Itu kami membeli tahu mentah, bukan tahu matang," jelas Agis.
"Proses produksi sudah sesuai SOP. Tahu putih digoreng dan dibumbui sendiri. Suhu memasaknya juga sudah sesuai SOP. Seharusnya belatung itu mati karena digoreng dengan suhu panas," ujar Agis.
"Ditambah lagi saat ini aturan dari BGN tidak diperbolehkan membawa MBG pulang ke rumah. Dan itu (menu MBG) yang diunggah wali murid berada dalam wadah makanan anaknya sendiri dan menurut keterangan beliaunya sudah dibawa pulang ke rumah," tambah Agis.
"Total ada 3.065 penerima manfaat dari 27 sekolah. Dari seluruh distribusi itu, laporan adanya belatung hanya satu kasus di satu sekolah. Untuk sekolah lainnya, tidak ada laporan kendala serupa," pungkasnya.
Next News

Buntut Pembatalan Bebas Bersyarat Indra Kenz & Bechi, Kemenkumham Periksa Seluruh Petugas Lapas!
10 hours ago

Harga Minyak Dunia Meroket, Indonesia Bersiap Hadapi Imbas Inflasi dan Beban Subsidi.
10 hours ago

Status Gunung Anak Krakatau Naik Jadi Level III Siaga, Warga Dimbau Tak Panik
3 hours ago

Rumah Dinas Perwira TNI Diduga Jadi Markas Judol, 11 Orang Warga Sipil Diamankan
3 hours ago

Rombongan Pemuda Bawa Celurit Nabrak Gerobak Sate di Kedungwuni, Satu Meninggal Dunia
6 hours ago

Kasus Pengeroyokan Usai SKNC 2026 Memanjang, Polisi Tetapkan 9 Tersangka
a day ago

MK Tolak Gugatan Ijazah Gibran, Tim Hukum Dorong Pemakzulan ke DPR
a day ago

Sembunyikan Sabu di Ayam Goreng Krispi, Nenek di Surabaya Gagalkan Penyelundupan Narkoba ke Lapas Porong
2 days ago

Gibran Tanggapi Putusan MK Soal Gugatan Ijazah, Tegaskan Lulus SMA dan Tetap Fokus Bekerja
2 days ago

Putus Rantai Kemiskinan, Pemkab Pekalongan Siapkan Pembangunan Sekolah Rakyat 8 Hektare di Kedungwuni
2 days ago





