Rombongan Pemuda Bawa Celurit Nabrak Gerobak Sate di Kedungwuni, Satu Meninggal Dunia
Azizatul Khifdiyah - Saturday, 10 October 2026 | 08:48 AM


Dilansir dari Radar Pekalongan, insiden maut terjadi di Jalan Raya Ambokembang, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan pada Jumat dini hari, 9 Oktober 2026. Kecelakaan lalu lintas tersebut melibatkan rombongan pemuda bermotor yang diduga membawa senjata tajam jenis celurit berukuran panjang. Peristiwa berdarah ini berujung maut setelah salah satu pengendara kehilangan kendali hingga menabrak gerobak sate dan tiang listrik di tepi jalan, tepatnya di depan Pospay.
Berdasarkan keterangan saksi yang dihimpun kepolisian, kejadian bermula saat tiga sepeda motor melaju berboncengan dari arah Kota Pekalongan menuju Kedungwuni. Situasi kemudian berubah mencekam ketika rombongan tiba di sebelah selatan RSI Pekajangan dan salah satu sepeda motor mendadak hilang kendali. Benturan keras akibat menabrak gerobak sate serta tiang listrik membuat sejumlah orang terluka parah hingga membutuhkan penanganan medis darurat.
Warga yang berada di sekitar lokasi kejadian langsung memberikan pertolongan sekaligus mengamankan beberapa pemuda yang membawa senjata tajam tersebut. Petugas dari Polsek Kedungwuni bersama Polres Pekalongan segera mendatangi lokasi untuk mengamankan tempat kejadian perkara serta menevakuasi para korban. Dua orang dilarikan ke RSI Pekajangan, sedangkan dua orang lainnya dievakuasi oleh petugas menuju RSUD Kajen.
Dari hasil penanganan medis di RSI Pekajangan, satu orang dinyatakan meninggal dunia dan satu korban lainnya dilaporkan dalam kondisi kritis. Sementara itu, pihak kepolisian menyita sejumlah barang bukti dari TKP berupa satu unit sepeda motor, tiga unit telepon genggam, dan gagang parang sepanjang 30 sentimeter. Kasubsi Penmas Sihumas Polres Pekalongan, Iptu Suwarti, membenarkan adanya tindakan pengamanan terhadap sekelompok pemuda tersebut oleh warga setempat.
"Benar, Polres Pekalongan menindaklanjuti adanya informasi sekelompok pemuda yang diamankan oleh warga masyarakat di Desa Ambokembang, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan," tutur Iptu Suwarti.
Petugas kepolisian bergerak cepat menuju tempat kejadian perkara guna mengamankan lokasi serta menevakuasi pemuda yang membutuhkan perawatan medis. Kepolisian menjelaskan bahwa dugaan keterkaitan rombongan pemuda ini dengan kelompok gangster masih memerlukan pembuktian lebih lanjut melalui proses penyelidikan menyeluruh.
"Saat ini petugas tengah melakukan penyelidikan dan pendalaman terkait kejadian tersebut," jelasnya.
Polres Pekalongan mengimbau seluruh masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh isu maupun informasi yang belum terverifikasi di media sosial. Warga diminta untuk tidak menyebarkan berita hoaks serta menyerahkan seluruh proses hukum kepada aparat penegak hukum yang berwenang.
Next News

Buntut Pembatalan Bebas Bersyarat Indra Kenz & Bechi, Kemenkumham Periksa Seluruh Petugas Lapas!
9 hours ago

Harga Minyak Dunia Meroket, Indonesia Bersiap Hadapi Imbas Inflasi dan Beban Subsidi.
9 hours ago

Status Gunung Anak Krakatau Naik Jadi Level III Siaga, Warga Dimbau Tak Panik
2 hours ago

Rumah Dinas Perwira TNI Diduga Jadi Markas Judol, 11 Orang Warga Sipil Diamankan
2 hours ago

Geger Belatung di Menu Makan Bergizi Gratis Banyuwangi, SPPG Beri Klarifikasi
a day ago

Kasus Pengeroyokan Usai SKNC 2026 Memanjang, Polisi Tetapkan 9 Tersangka
a day ago

MK Tolak Gugatan Ijazah Gibran, Tim Hukum Dorong Pemakzulan ke DPR
a day ago

Sembunyikan Sabu di Ayam Goreng Krispi, Nenek di Surabaya Gagalkan Penyelundupan Narkoba ke Lapas Porong
2 days ago

Gibran Tanggapi Putusan MK Soal Gugatan Ijazah, Tegaskan Lulus SMA dan Tetap Fokus Bekerja
2 days ago

Putus Rantai Kemiskinan, Pemkab Pekalongan Siapkan Pembangunan Sekolah Rakyat 8 Hektare di Kedungwuni
2 days ago





