Sabtu, 10 Oktober 2026
Walisongo Global Media
How's Going

Melebihi Batas Waktu 14 Hari, Perbaikan Fasilitas Dapur SPPG Tulis 003 Belum Maksimal

Azizatul Khifdiyah - Tuesday, 06 October 2026 | 11:08 AM

Background
Melebihi Batas Waktu 14 Hari, Perbaikan Fasilitas Dapur SPPG Tulis 003 Belum Maksimal
Operasional Dapur SPPG Tulis 003 di Kecamatan Tulis terancam di-off sementara akibat perbaikan fasilitas oleh mitra melebihi batas waktu 14 hari. Pihak pengelola kini menunggu keputusan resmi KPPG Semarang terkait keberlanjutan layanan gizi untuk 1.300 penerima manfaat. (Radar Pekalongan/)

o​Layanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tulis 003 yang berlokasi di Kecamatan Tulis kini terancam dihentikan sementara akibat perbaikan fasilitas yang lambat. Berdasarkan laporan, Kepala SPPG sebenarnya telah melayangkan berita acara permohonan perbaikan dengan batas waktu selama 14 hari kepada pihak mitra. Namun, pihak pengelola mencatat bahwa hingga saat ini belum ada progres perbaikan nyata yang dilakukan oleh mitra tersebut.

​Puji mengungkapkan bahwa batas waktu perbaikan fasilitas yang disepakati tersebut kini resmi telah terlampaui. Pihaknya juga menegaskan bahwa laporan mengenai keterlambatan ini sudah diteruskan secara resmi kepada KPPG Semarang. Saat ini seluruh pihak terkait sedang menunggu keputusan final mengenai kelangsungan operasional dapur pelayanan gizi tersebut.

​"Per hari ini sudah melebihi 14 hari dan sudah kami sampaikan ke KPPG Semarang. Untuk selanjutnya, kami menunggu keputusan apakah operasional akan di-off sementara untuk perbaikan total atau tetap berjalan dengan catatan," pungkasnya.

​Keputusan mendatang akan menentukan apakah operasional dapur dihentikan sementara demi perbaikan total atau tetap berjalan dengan catatan khusus. Sementara itu, Kepala Dapur SPPG Tulis 003, Akhmad Arifin, turut membeberkan kondisi terkini di lapangan terkait proses pengerjaan perbaikan tersebut. Ia menyampaikan bahwa pemberitahuan kepada mitra sudah dilakukan sejak awal, tetapi pelaksanaan pengerjaan di lokasi masih sangat lambat.

​"Perbaikannya hingga saat ini memang masih sedikit-sedikit dan masih banyak kekurangannya," ungkapnya.

​Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pengerjaan fisik oleh mitra masih belum memenuhi standar kebutuhan operasional yang diharapkan. Kendala teknis ini menjadi perhatian serius mengingat peran vital Dapur SPPG Tulis 003 bagi masyarakat setempat. Lembaga pelayanan gizi ini memiliki tanggung jawab besar dalam menyalurkan bantuan makanan bergizi harian secara rutin.

​Arifin menambahkan bahwa saat ini SPPG Tulis 003 bertanggung jawab melayani sekitar 1.300 penerima manfaat secara rutin. Jumlah penerima manfaat tersebut tersebar di sekitar 6 sekolah yang berada di wilayah Kecamatan Tulis. Keterlambatan perbaikan dari pihak mitra tentu berpotensi mengganggu kualitas serta kelancaran distribusi layanan gizi kepada ribuan siswa.

​Masyarakat dan pihak sekolah kini berharap agar KPPG Semarang segera mengambil langkah tegas untuk menyelesaikan permasalahan ini. Kepastian status operasional sangat diperlukan agar proses penyaluran bantuan gizi kepada para siswa tidak terbengkalai. Evaluasi menyeluruh terhadap kinerja mitra penanggung jawab perbaikan juga diharapkan dapat segera dituntaskan dalam waktu dekat.