Minggu, 26 Juli 2026
Walisongo Global Media
How's Going

Kadishub Siak Terjaring OTT Kasus Pemerasan! Polisi Sita Uang Rp15 Juta Hingga Motor RX-King

Admin WGM - Monday, 13 July 2026 | 03:30 PM

Background
Kadishub Siak Terjaring OTT Kasus Pemerasan! Polisi Sita Uang Rp15 Juta Hingga Motor RX-King
Tersangka Korupsi Kadishub Siak (Suarariau /)

Pemerintah Kabupaten Siak kembali diguncang skandal besar setelah Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Siak terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) terkait kasus pemerasan. Sekretaris Daerah (Sekda) Siak mengungkapkan rasa prihatinnya dan membeberkan bahwa tindakan melanggar hukum tersebut ternyata sudah dilakukan berulang kali oleh pelaku. Dalam operasi senyap tersebut, aparat kepolisian berhasil mengamankan sejumlah barang bukti materiil langsung dari lokasi penangkapan yang diduga kuat sebagai hasil pemerasan. Petugas menyita uang tunai senilai Rp15 juta beserta satu unit sepeda motor Yamaha RX-King yang digunakan dalam pelarian atau transaksi ilegal tersebut. Kronologi penangkapan yang dirilis pihak berwajib menunjukkan bahwa pengintaian intensif telah dilakukan setelah menerima laporan valid dari masyarakat yang merasa resah. Tindakan represif ini membuktikan komitmen aparat penegak hukum dalam memberantas praktik pungutan liar dan pemerasan di lingkungan birokrasi pemerintahan daerah. Ironisnya, kasus OTT yang menjerat kepala dinas ini terjadi dalam kurun waktu yang sangat berdekatan dengan perkara korupsi lainnya di wilayah tersebut. Belum genap tiga pekan berjalan, tercatat sudah ada dua dugaan kasus korupsi besar yang menjerat pejabat teras di lingkungan Pemkab Siak. Rentetan kasus hukum yang terjadi secara beruntun ini menjadi tamparan keras sekaligus memperburuk citra tata kelola pemerintahan di mata publik. Pemerintah daerah kini dituntut untuk segera melakukan reformasi birokrasi total dan memperketat sistem pengawasan internal agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Masyarakat Kabupaten Siak mendesak agar penegakan hukum dilakukan secara transparan tanpa ada upaya saling melindungi antar-pejabat yang terlibat. Proses investigasi kini terus dikembangkan oleh pihak kepolisian guna mengungkap adanya potensi keterlibatan oknum aparatur sipil negara lainnya dalam jaringan pemerasan tersebut.