Populasi Nila Hitam Meledak Ancam Nelayan, Pemerintah Thailand Bayar Warga yang Tangkap Ikan Invasif.
Admin WGM - Saturday, 19 September 2026 | 02:55 AM
Pemerintah Thailand resmi membentuk pusat penanganan khusus guna mengendalikan ledakan populasi ikan nila hitam yang semakin tidak terkendali. Langkah invasif ini diambil setelah spesies asing tersebut merusak ekosistem perairan lokal serta memicu kerugian ekonomi yang cukup besar.
Penyebaran ikan nila hitam yang sangat cepat telah memangsa benih udang dan ikan lokal hingga memicu penurunan hasil tangkapan nelayan secara drastis. Fenomena ancaman keanekaragaman hayati ini memukul sektor perikanan budidaya dan tangkap di berbagai wilayah pesisir negara tersebut.
Guna mempercepat proses pembasmian, otoritas setempat meluncurkan program insentif keuangan bagi setiap warga yang berhasil menangkap ikan invasif tersebut. Skema imbalan tunai ini dirancang untuk mendorong partisipasi aktif masyarakat pesisir dalam menekan angka perkembangbiakan di habitat alam.
Pusat penanganan khusus juga menerjunkan tim ahli untuk mengawasi pelepasan predator alami serta metode sterilisasi genetik secara berkala. Pendekatan berbasis sains tersebut diterapkan agar proses penanganan tidak merusak rantai makanan serta kualitas lingkungan perairan sekitar.
Selain penangkapan masif, hasil tangkapan ikan nila hitam tersebut mulai dialokasikan sebagai bahan baku pakan ternak dan pupuk organik. Pemanfaatan limbah hayati ini diharapkan sanggup memberikan nilai tambah ekonomi bagi komunitas nelayan yang terdampak langsung.
Pemerintah optimistis keberadaan pusat komando terpadu serta dukungan insentif warga mampu meredam krisis krisis ekologi air tawar ini secara permanen. Pengawasan ketat di pintu masuk perairan terus ditingkatkan guna mencegah terulangnya invasi spesies asing berisiko tinggi di masa mendatang.
Next News

Sita Aset Negara Rp4,8 T di Bali, Kortas Tipikor Usut Dugaan Penyerobotan Lahan Mewah!
14 hours ago

Hadiri 1 Abad Gontor, Presiden Prabowo Sapa Santri dari Maung dan Suarakan Palestina!
15 hours ago

Mengaku Dendam karena Nama Institusi Dicemarkan, Pejabat Bea Cukai Tetap Terima Suap Rp1 Miliar per Bulan
5 hours ago

Kinerja BPR BKK Kabupaten Pekalongan Anjlok di Tengah Penyidikan Kasus Korupsi Kredit
5 hours ago

Dituding Menghilang Usai OTT KPK, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Buka Suara
5 hours ago

Gunung Merapi Meluncurkan Lava Pijar Sejauh 2.000 Meter, BPPTKG Pertahankan Status Siaga
a day ago

Gudang Mebel di Pekalongan Ludes Terbakar Dini Hari, Api Merembet ke Tiga Rumah Warga
a day ago

Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah Diborgol, Kasus Pemerasan dan TPPU Dilimpahkan ke Kejari Jaksel
a day ago

Dugaan Keracunan MBG di MI Pringlangu, 11 Siswa Alami Mual dan Pusing
a day ago

Kebakaran Hebat di POJ City Semarang Berhasil Dipadamkan Setelah 8 Jam, Diduga Akibat Ulah Pemancing
2 days ago





