Selasa, 3 November 2026
Walisongo Global Media
How's Going

Geger Ledakan Tabung Etilen di Pasar Cimanggis Tangsel, Polda Metro Jaya Terjunkan Tim DVI

Azizatul Khifdiyah - Thursday, 15 October 2026 | 12:46 PM

Background
Geger Ledakan Tabung Etilen di Pasar Cimanggis Tangsel, Polda Metro Jaya Terjunkan Tim DVI
Polisi selidiki ledakan gudang buah di Pasar Cimanggis, Tangsel, yang memakan 13 korban. Tim DVI diterjunkan dan tabung gas etilen 52 kg diamankan dari lokasi. (DetikNews/)

Polisi masih mendalami insiden ledakan yang mengguncang gudang penyimpanan buah di Pasar Cimanggis, Tangerang Selatan. Peristiwa nahas yang terjadi pada Rabu (14/10) sekitar pukul 18.15 WIB tersebut menelan korban jiwa. Dilansir dari detiknews, Kepolisian Daerah Metro Jaya menerjunkan Tim Disaster Victim Identification Biddokkes untuk menangani para korban.

​Berdasarkan data sementara yang dihimpun pihak kepolisian, sebanyak 13 orang tercatat menjadi korban dalam insiden tersebut. Rincian korban mencakup dua orang meninggal dunia serta 11 orang lainnya mengalami luka-luka. Seluruh korban luka saat ini sudah dievakuasi dan menjalani perawatan medis di tiga rumah sakit terpisah.

​Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyebutkan bahwa korban luka dirawat di RS Sari Asih, RSUD Tangerang Selatan, dan RS Fatmawati. Tim Kedokteran Kesehatan terus berkoordinasi dengan pihak rumah sakit serta unsur terkait untuk memastikan penataan data korban. Langkah ini dilakukan agar seluruh korban mendapat penanganan medis secara maksimal dan tepat sasaran.

​"Data sementara yang kami terima sebanyak 13 korban, terdiri atas 11 korban luka dan dua meninggal dunia. Tim Dokkes terus berkoordinasi dengan rumah sakit dan unsur terkait untuk memastikan seluruh korban terdata dan mendapatkan penanganan," kata Budi kepada wartawan, Kamis (15/10/2026).

​Tim Biddokkes Polda Metro Jaya telah bergerak mengecek kondisi para korban luka di setiap rumah sakit. Sementara itu, Tim DVI berfokus mengidentifikasi dua korban meninggal dunia melalui pencocokan data serta dokumen pendukung bersama pihak keluarga. Penanganan korban beserta keluarganya menjadi prioritas utama kepolisian dengan tetap mengedepankan pendekatan kemanusiaan.

​Penyebab pasti ledakan hebat tersebut sampai saat ini masih terus diselidiki oleh aparat kepolisian. Pihak Polda Metro Jaya juga menyampaikan rasa duka cita yang mendalam kepada keluarga korban meninggal dunia. Kepolisian turut mendoakan agar seluruh korban luka yang masih dirawat segera diberikan kesembuhan.

​"Kami turut berdukacita kepada keluarga korban yang meninggal dunia. Kepada para korban yang masih menjalani perawatan, kami mendoakan agar segera diberikan kesembuhan. Prioritas kami saat ini adalah memastikan penanganan korban dan keluarganya berjalan dengan baik," tuturnya.

​Aparat kepolisian memastikan bahwa ledakan dahsyat di lokasi kejadian bukan berasal dari bom. Hasil olah tempat kejadian perkara oleh tim penjinak bom menunjukkan tidak adanya bahan peledak bom. Mengutip keterangan kepolisian, petugas menemukan sejumlah tabung di sekitar lokasi setelah olah TKP selesai dilakukan.

​Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Susatyo Purnomo Condro memberikan konfirmasi langsung di lokasi kejadian. Susatyo menegaskan bahwa insiden tersebut murni merupakan ledakan yang saat ini masih terus didalami oleh penyidik. Petugas mengamankan sebuah tabung gas etilen seberat 52 kilogram dari tempat kejadian perkara.

​"Hasil olah TKP dengan jibom dan sebagainya, ini bukan bom. Ya, ini bukan bom. Ini adalah ledakan, ya, yang saat ini masih didalami. Memang di luar, setelah olah TKP, ada ditemukan beberapa tabung, ya," kata Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri, Brigjen Susatyo Purnomo Condro, di lokasi kejadian, Tangsel, Kamis (15/10/2026).

​Tabung etilen berukuran panjang tersebut diketahui lazim dipergunakan oleh pedagang untuk mematangkan buah-buahan di gudang. Keberadaan tabung gas tersebut menjadi fokus penyelidikan tim penyidik untuk mengungkap pemicu pasti terjadinya ledakan. Pihak kepolisian masih terus mengumpulkan bukti dan keterangan saksi untuk memastikan penyebab utama peristiwa fatal ini.

​"Di TKP ditemukan sebuah tabung etilen, ya. Tabung etilen 52 kilo yang panjang, yang memang lazim biasanya digunakan itu untuk mematangkan buah, mematangkan buah," ucapnya.