Selasa, 3 November 2026
Walisongo Global Media
How's Going

Gara-Gara Bersenggolan Saat Ambil Makan Bergizi Gratis, Siswa SMP di Pekalongan Diduga Jadi Korban Pemukulan

Azizatul Khifdiyah - Wednesday, 14 October 2026 | 09:06 AM

Background
Gara-Gara Bersenggolan Saat Ambil Makan Bergizi Gratis, Siswa SMP di Pekalongan Diduga Jadi Korban Pemukulan
Kasus dugaan perundungan dan pemukulan siswa SMP akibat berebut Makan Bergizi Gratis di Pekalongan berujung mediasi. Simak kronologi lengkap dan tanggapan Dinas Pendidikan. (Radar Pekalongan/)

​Dugaan kasus perundungan kembali memicu keprihatinan publik di Kabupaten Pekalongan. Seorang siswa di salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) diduga menjadi korban aksi pemukulan oleh rekan sesama siswa. Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden kekerasan ini bermula saat para siswa sedang mengambil jatah program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah.

​Peristiwa yang dipicu aksi saling bersenggolan saat antre MBG tersebut berbuntut pada cekcok hingga aksi pemukulan. Pascakejadian, siswa terduga pelaku didampingi orang tuanya telah mendatangi rumah korban untuk menyampaikan permohonan maaf. Kendati demikian, persoalan sosial di lingkungan sekolah menengah pertama tersebut dilaporkan belum sepenuhnya mereda.

​Korban dikabarkan masih belum berani berangkat sekolah lantaran muncul dugaan ancaman dari siswa lain. Terduga pengancam diduga merupakan bagian dari kelompok atau geng yang sama dengan siswa terduga pelaku pemukulan. Pihak sekolah kemudian mengambil langkah cepat dengan memfasilitasi proses mediasi antarpihak yang terlibat pada Selasa, 13 Oktober 2026.

​Melalui mediasi tersebut, para siswa yang didampingi keluarga dan pihak sekolah akhirnya sepakat berdamai serta saling meminta maaf. Menyikapi persoalan ini, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan, Kholid, menegaskan pentingnya pengawasan guru terhadap perilaku siswa. Ia menjelaskan bahwa Dinas Pendidikan telah melakukan sosialisasi dan pembinaan melalui agenda Kelompok Kerja Guru (KKG) di tingkat kecamatan.

​"Dinas Pendidikan melaksanakan imbauan atau melaksanakan pembinaan, biar jangan sampai terjadi di Kabupaten Pekalongan terkait ada namanya bullying. Bullying maupun ada gangster dan sebagainya," ujar Kholid.

​Ia mengingatkan bahwa guru dan kepala sekolah wajib meningkatkan kepedulian serta melakukan verifikasi jika menemukan indikasi kekerasan. Kholid menuturkan bahwa pencegahan perundungan memerlukan kolaborasi dan peran aktif orang tua dalam mengawasi pergaulan anak di luar sekolah.

​"Ini harus betul-betul saling menjaga generasi-generasi kita yang ada di Kabupaten Pekalongan untuk biar proses pembelajaran itu lebih baik lagi," ungkapnya.

​Sementara itu, Plt Bupati Pekalongan Sukirman turut memberikan perhatian terhadap persoalan kenakalan remaja saat membuka kegiatan TMMD di Desa Jrebengkembang, Selasa, 13 Oktober 2026. Ia meminta agar program penyuluhan TMMD diisi dengan edukasi mengenai persoalan sosial terkini, seperti perundungan, perkelahian, dan pergaulan bebas.

​"Ada dua hal, tentu saja yang pertama adalah pembangunan fisik, jalan dan seterusnya nanti diprogramkan. Lalu yang kedua, saya tadi menitipkan karena di dalam program TMMD ini juga ada penyuluhan-penyuluhan, khususnya kepada anak-anak kita, generasi-generasi muda kita dengan berbagai hal persoalan terkini," kata Sukirman.