Gara-Gara Bersenggolan Saat Ambil Makan Bergizi Gratis, Siswa SMP di Pekalongan Diduga Jadi Korban Pemukulan
Azizatul Khifdiyah - Wednesday, 14 October 2026 | 09:06 AM


Dugaan kasus perundungan kembali memicu keprihatinan publik di Kabupaten Pekalongan. Seorang siswa di salah satu Sekolah Menengah Pertama (SMP) diduga menjadi korban aksi pemukulan oleh rekan sesama siswa. Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden kekerasan ini bermula saat para siswa sedang mengambil jatah program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah.
Peristiwa yang dipicu aksi saling bersenggolan saat antre MBG tersebut berbuntut pada cekcok hingga aksi pemukulan. Pascakejadian, siswa terduga pelaku didampingi orang tuanya telah mendatangi rumah korban untuk menyampaikan permohonan maaf. Kendati demikian, persoalan sosial di lingkungan sekolah menengah pertama tersebut dilaporkan belum sepenuhnya mereda.
Korban dikabarkan masih belum berani berangkat sekolah lantaran muncul dugaan ancaman dari siswa lain. Terduga pengancam diduga merupakan bagian dari kelompok atau geng yang sama dengan siswa terduga pelaku pemukulan. Pihak sekolah kemudian mengambil langkah cepat dengan memfasilitasi proses mediasi antarpihak yang terlibat pada Selasa, 13 Oktober 2026.
Melalui mediasi tersebut, para siswa yang didampingi keluarga dan pihak sekolah akhirnya sepakat berdamai serta saling meminta maaf. Menyikapi persoalan ini, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan, Kholid, menegaskan pentingnya pengawasan guru terhadap perilaku siswa. Ia menjelaskan bahwa Dinas Pendidikan telah melakukan sosialisasi dan pembinaan melalui agenda Kelompok Kerja Guru (KKG) di tingkat kecamatan.
"Dinas Pendidikan melaksanakan imbauan atau melaksanakan pembinaan, biar jangan sampai terjadi di Kabupaten Pekalongan terkait ada namanya bullying. Bullying maupun ada gangster dan sebagainya," ujar Kholid.
Ia mengingatkan bahwa guru dan kepala sekolah wajib meningkatkan kepedulian serta melakukan verifikasi jika menemukan indikasi kekerasan. Kholid menuturkan bahwa pencegahan perundungan memerlukan kolaborasi dan peran aktif orang tua dalam mengawasi pergaulan anak di luar sekolah.
"Ini harus betul-betul saling menjaga generasi-generasi kita yang ada di Kabupaten Pekalongan untuk biar proses pembelajaran itu lebih baik lagi," ungkapnya.
Sementara itu, Plt Bupati Pekalongan Sukirman turut memberikan perhatian terhadap persoalan kenakalan remaja saat membuka kegiatan TMMD di Desa Jrebengkembang, Selasa, 13 Oktober 2026. Ia meminta agar program penyuluhan TMMD diisi dengan edukasi mengenai persoalan sosial terkini, seperti perundungan, perkelahian, dan pergaulan bebas.
"Ada dua hal, tentu saja yang pertama adalah pembangunan fisik, jalan dan seterusnya nanti diprogramkan. Lalu yang kedua, saya tadi menitipkan karena di dalam program TMMD ini juga ada penyuluhan-penyuluhan, khususnya kepada anak-anak kita, generasi-generasi muda kita dengan berbagai hal persoalan terkini," kata Sukirman.
Next News

Kayuh Sepeda Pekalongan-Jakarta Berujung Tersangka, Bareskrim Polri Periksa Keluarga Pedagang Singkong
in 5 hours

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Tegaskan Indonesia Belum Bisa Ekspor Listrik ke Singapura
13 hours ago

Pemerintah Siapkan Pajak Digital untuk Transfer Bank demi Genjot Penerimaan Negara
16 hours ago

Titik Api Masih Muncul, Kebakaran TPA Degayu Pekalongan Landa Area Seluas 1,5 Hektar
19 hours ago

Pembatalan Suket Ijazah Gibran Berpotensi Merembet ke Presiden Prabowo
2 days ago

Polda Metro Jaya Minta Maaf Soal Polemik Deklarasi Mahasiswa di Bundaran HI
2 days ago

Melestarikan Warisan Budaya, Parade Kain Batik 116 Meter Bentang Pewarna Alami di Kota Pekalongan
2 days ago

Gelombang Pengunduran Diri Musisi dan UMKM Warnai Rencana Penyelenggaraan RANS Carnival di Sleman
3 days ago

Putusan Kasasi Mahkamah Agung Batalkan Surat Penyetaraan Ijazah Gibran Rakabuming Raka
3 days ago

Operasi Patuh Candi 2026 di Pekalongan Hadirkan Sosialisasi Humanis dan Program Bebas Denda Pajak Kendaraan
3 days ago


