ESDM Sebut Harga Pertamax Berpeluang Turun Seiring Pelemahan Harga Minyak Dunia
Admin WGM - Friday, 19 June 2026 | 12:20 PM


Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkap kemungkinan penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi, termasuk Pertamax dan produk sejenis lainnya. Potensi tersebut muncul setelah harga minyak dunia mengalami penurunan menyusul tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Juru Bicara Kementerian ESDM, Dwi Anggia, mengatakan harga BBM nonsubsidi ditetapkan berdasarkan mekanisme harga keekonomian. Oleh karena itu, pergerakan harga jual BBM sangat dipengaruhi oleh kondisi pasar minyak global.
Menurutnya, apabila harga minyak dunia terus menurun, maka harga BBM nonsubsidi berpotensi ikut mengalami penyesuaian ke level yang lebih rendah. Sebaliknya, kenaikan harga minyak dunia juga akan berdampak pada penyesuaian harga BBM agar tetap sesuai dengan perhitungan keekonomian.
Anggia menegaskan bahwa penyesuaian harga tersebut penting untuk menjaga keberlanjutan pasokan dan pengadaan energi nasional. Tanpa penyesuaian yang mengikuti kondisi pasar, stabilitas sektor energi berisiko terganggu.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah merosotnya harga minyak dunia hingga sekitar 5 persen pada perdagangan Selasa. Pelemahan harga dipicu oleh kesepakatan damai antara AS dan Iran yang turut membuka kembali akses pelayaran di Selat Hormuz, salah satu jalur distribusi minyak terpenting di dunia.
Selain itu, kesepakatan tersebut juga memberi peluang bagi Iran untuk kembali mengekspor minyak ke pasar internasional sehingga meningkatkan pasokan global dan menekan harga minyak mentah.
Berdasarkan laporan Reuters, harga minyak mentah Brent turun sebesar US$4,21 atau sekitar 5,1 persen menjadi US$78,96 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat melemah US$4,70 atau 5,8 persen menjadi US$76,05 per barel.
Penurunan tersebut menjadi level penutupan terendah dalam sekitar tiga bulan terakhir. Sebelum konflik AS-Iran pecah pada akhir Februari lalu, harga Brent tercatat berada di kisaran US$72,48 per barel, sedangkan WTI berada di level US$67,02 per barel.
Anggia juga mengungkapkan bahwa sejumlah negara di kawasan telah lebih dulu melakukan penyesuaian harga BBM mengikuti kenaikan harga minyak dunia. Sementara itu, pemerintah Indonesia sempat berupaya menahan kenaikan harga guna menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat.
Menurutnya, pada April lalu pemerintah bersama badan usaha milik negara maupun swasta sempat berdiskusi untuk mempertahankan stabilitas harga BBM di tengah gejolak pasar energi global. Namun, dinamika harga minyak yang terus berubah membuat penyesuaian harga berdasarkan mekanisme keekonomian menjadi sulit dihindari.
Meski demikian, jika tren pelemahan harga minyak dunia berlanjut dalam beberapa waktu ke depan, pemerintah membuka peluang adanya penyesuaian harga BBM nonsubsidi ke arah yang lebih rendah.
"Kami melihat bahwa jika harga minyak dunia terus turun, maka harga BBM nonsubsidi juga berpotensi disesuaikan," ujar Anggia.
Next News

Fenomena Pemadaman Listrik Bergilir Resahkan Warga, Waka MPR Desak PLN Benahi Infrastruktur
in 2 hours

Gelar Aksi di Kantor DPRD Sementara, Aliansi Mahasiswa Pekalongan Raya Suarakan Isu Lokal dan Nasional
in 2 hours

Zona Merah Lahan Hijau Pekalongan Terancam Proyek PSEL, Wali Kota Pekalongan Soroti Darurat Sampah
in an hour

Motor Diangkut Dishub Saat Ambil Pesanan, Driver Ojol Menangis dan Mohon Kendaraannya Dikembalikan
in 2 hours

Video Aksi Diduga Mata Elang di Rawamangun Viral, Disebut Meresahkan Pengendara Perempuan
in 2 hours

SPPG di Jateng Wajib Serap Telur dan Daging Ayam Peternak Lokal untuk Program MBG
in an hour

BMKG Catat Rentetan Gempa Dangkal di Sesar Kendeng, Warga Diminta Tetap Waspada
in 2 hours

Jembatan Garuda Merah Putih Capai 70 Persen, Akses Kendal-Batang Segera Lebih Mudah
in an hour

Urai Kemacetan Akhir Tahun, 10 Ruas Jalan Tol Baru Siap Dibuka Fungsional Jelang Nataru!
in an hour

Teken Damai dengan Iran, Donald Trump Dihujani Kritik Pedas dari Internal Partai Republik
in 4 minutes





