DIY Perkuat Karakter Siswa, Pendidikan Khas Kejogjaan Resmi Diterapkan di Seluruh Sekolah Mulai Tahun Ajaran 2026/2027
Admin WGM - Wednesday, 25 February 2026 | 02:56 PM


Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemda DIY) melalui Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) membuat terobosan signifikan dalam dunia pendidikan. Mulai tahun ajaran 2026/2027, kebijakan Pendidikan Khas Kejogjaan akan diberlakukan secara serentak di seluruh jenjang sekolah di wilayah DIY, mulai dari SD hingga SMA/SMK, baik negeri maupun swasta.
Langkah ini diambil sebagai bentuk implementasi dari UU Keistimewaan DIY, guna membentengi generasi muda dari degradasi moral dan pengaruh budaya asing yang tidak sesuai dengan jati diri bangsa. Pendidikan Khas Kejogjaan bukan sekadar mata pelajaran tambahan, melainkan sebuah payung besar yang mengintegrasikan nilai-nilai filosofis lokal ke dalam ekosistem pendidikan formal.
Filosofi dan Nilai Utama
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, menekankan bahwa pendidikan di Yogyakarta harus mampu menghasilkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki keluhuran budi pekerti. Inti dari kurikulum ini adalah penanaman nilai Hamemayu Hayuning Bawana (memperindah keindahan dunia) dan konsep Sangkan Paraning Dumadi.
Pendidikan ini memuat lima pilar karakter utama, yaitu:
Panyura (Keberanian): Membangun rasa percaya diri dan integritas.
Panyari (Ketelitian): Menanamkan kedisplinan dan kecermatan dalam berpikir.
Panyura (Tanggung Jawab): Kesadaran akan peran sosial di masyarakat.
Gotong Royong: Semangat kolaborasi khas masyarakat lokal.
Etika dan Tata Krama: Penggunaan bahasa serta perilaku yang santun (unggah-ungguh).
Implementasi Strategis di Sekolah
Kepala Disdikpora DIY menjelaskan bahwa penerapan kebijakan ini tidak akan menambah beban administratif guru secara berlebihan. Sebaliknya, nilai-nilai Kejogjaan akan diintegrasikan melalui metode Hidden Curriculum atau kurikulum tersembunyi. Hal ini mencakup perubahan budaya sekolah, seperti praktik sapaan santun di pagi hari, penggunaan busana adat pada hari tertentu, hingga penggunaan bahasa Jawa dalam konteks komunikasi formal yang relevan.
Selain itu, sekolah akan didorong untuk memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai laboratorium belajar. Sebagai contoh, pengenalan sejarah keraton, situs-situs budaya, hingga filosofi tata kota Yogyakarta akan menjadi bagian dari materi literasi dan sejarah lokal yang lebih mendalam.
Efektivitas dan Harapan Masa Depan
Berdasarkan uji coba terbatas di beberapa sekolah model pada tahun sebelumnya, Pendidikan Khas Kejogjaan dinilai efektif dalam menekan angka kenakalan remaja dan perilaku perundungan (bullying). Para pendidik melaporkan adanya peningkatan empati dan kedisiplinan siswa setelah nilai-nilai ini diterapkan secara konsisten.
"Pendidikan ini adalah investasi jangka panjang. Kita ingin anak-anak Jogja tetap global-minded namun tetap memiliki akar yang kuat pada budayanya sendiri," ujar salah satu perwakilan Dewan Pendidikan DIY.
Dengan pemberlakuan secara menyeluruh pada pertengahan 2026 nanti, Yogyakarta diharapkan kembali meneguhkan posisinya sebagai "Kota Pendidikan" yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga menjadi barometer pendidikan karakter di tingkat nasional.
Next News

Kejar Target Arus Mudik, Perbaikan Jalan Berlubang di Batang Dipastikan Rampung H-10 Lebaran 2026
12 hours ago

Pemprov Jateng Buka Pendaftaran Mudik Gratis 2026, Sediakan Kuota Bus dan Kereta Api bagi Warganya di Luar Daerah
13 hours ago

Piche Kota Tersandung Kasus Pencabulan, Ayah DPRD Belu Langsung Jamin Tidak Kabur
2 days ago

Kemendagri Tolak Penutupan Alfamart dan Indomaret, Buntut Pernyataan Mendes PDT Terhadap Ekspansi Kopdes
2 days ago

Klausul Sertifikasi Halal Jadi Perbincangan, MUI dan Seskab Teddy Beri Respon yang Berbeda
3 days ago

Hunian Ditanami Sawit, Seorang Petani di Aceh Terinjak Kawanan Gajah yang Melintas di Kebun.
4 days ago

Polri Minta Maaf Lagi, Arogansi Helm Brimob Tewaskan Siswa MTS di Maluku
5 days ago

Heboh! Warga Krayan Nunukan, Kalimantan Utara Laporkan Pesawat Jatuh dengan Kepulan Asap Hitam
7 days ago

Jeda Terlalu Singkat, Ahmad Sahroni Kembali Dilantik Wakil Ketua Komisi III DPR RI
7 days ago

Miris! Imam Masjid Al-Aqsa Ditangkap Israel, Prabowo Justru Hadir KTT Perdana Board of Peace
8 days ago



