Kamis, 26 Februari 2026
Walisongo Global Media
Daily & Lifestyle

Ibadah Jadi Makin Khusyuk! Ini Cara Merawat Mukena dan Sarung Agar Tetap Wangi serta Tidak Cepat Kusam Selama Ramadan

Admin WGM - Monday, 23 February 2026 | 09:00 AM

Background
Ibadah Jadi Makin Khusyuk! Ini Cara Merawat Mukena dan Sarung Agar Tetap Wangi serta Tidak Cepat Kusam Selama Ramadan
Cuci mukena rutin (My soklin /)

Intensitas penggunaan alat salat seperti mukena dan sarung mengalami peningkatan drastis seiring dengan padatnya agenda ibadah di bulan Ramadan. Mulai dari salat lima waktu, tarawih, hingga tadarus di masjid membuat kain sering kali terpapar keringat serta debu secara terus menerus. Masalah yang kerap muncul adalah warna kain yang cepat memudar atau kusam serta timbulnya aroma kurang sedap akibat kelembapan yang tinggi. Tanpa perawatan yang tepat, perlengkapan ibadah kesayangan Anda bisa mengalami kerusakan serat kain yang membuatnya tidak nyaman lagi untuk dikenakan.

Menjaga kebersihan alat salat merupakan bagian dari adab beribadah yang sangat dianjurkan untuk meningkatkan kekhusyukan. Kondisi kain yang bersih dan wangi secara psikologis mampu memberikan ketenangan lebih saat seseorang menghadap Sang Pencipta. Oleh karena itu, diperlukan teknik khusus dalam mencuci dan menyimpan perlengkapan ibadah agar kualitasnya tetap terjaga hingga hari kemenangan tiba.

Kerusakan Serat Akibat Detergen Berlebihan

Kesalahan paling umum yang dilakukan masyarakat adalah penggunaan detergen dalam jumlah banyak dengan harapan kain menjadi lebih bersih dan wangi. Namun, residu kimia dari detergen yang tidak dibilas secara sempurna justru menjadi pemicu utama warna kain menjadi kusam dan terasa kasar. Serat kain terutama pada mukena berbahan katun atau sutra sangat sensitif terhadap zat pembersih yang bersifat keras.

Paparan sinar matahari langsung saat proses penjemuran juga menjadi faktor anomali yang mempercepat pemudaran pigmen warna. Panas yang berlebihan akan memecah struktur polimer pada pewarna kain sehingga mukena yang semula berwarna cerah akan berubah menjadi kekuningan. Pemahaman mengenai karakteristik bahan kain menjadi kunci utama dalam menentukan metode pencucian yang paling aman dan efektif.

Daftar Langkah Mencuci dan Merawat Alat Salat Agar Tetap Prima

Mendapatkan hasil cucian yang bersih dan wangi sepanjang bulan Ramadan memerlukan kedisiplinan dalam setiap tahapannya. Berikut adalah panduan praktis yang bisa Anda terapkan di rumah:

  1. Metode Pencucian Manual Lebih Disarankan Sebisa mungkin hindari penggunaan mesin cuci terutama untuk mukena yang memiliki banyak detail renda atau bordir. Putaran mesin yang terlalu kuat dapat merusak tekstur bordir dan membuat benang menjadi berudul. Rendamlah mukena atau sarung dalam air hangat kuku yang telah dicampur detergen cair lembut selama lima belas menit saja untuk meluluhkan kotoran.
  2. Manfaatkan Cuka Putih untuk Menjaga Warna Rahasia agar warna kain tidak cepat kusam adalah dengan menambahkan sedikit cuka putih pada bilasan terakhir. Cuka berfungsi untuk mengunci warna pada serat kain sekaligus menghilangkan sisa residu sabun yang menempel. Jangan khawatir akan aromanya karena bau cuka akan menghilang dengan sendirinya setelah kain benar benar kering.
  3. Gunakan Pelembut dan Pewangi Secara Bijak Pilihlah pewangi pakaian yang memiliki klaim tahan lama dan khusus untuk serat kain halus. Saat merendam dengan pewangi, pastikan seluruh bagian kain terendam sempurna agar aroma wanginya merata. Hindari memeras kain terlalu kuat setelah proses pembilasan guna mencegah kerutan yang sulit dihilangkan saat proses penyetrikaan.
  4. Teknik Jemur di Tempat Teduh Hindari menjemur mukena dan sarung di bawah terik matahari secara langsung guna mencegah pemudaran warna. Cukup gantungkan di area yang memiliki sirkulasi udara baik atau di bawah naungan kanopi. Menjemur dengan posisi bagian dalam kain menghadap ke luar juga merupakan trik efektif untuk menjaga kecerahan warna luar perlengkapan ibadah Anda.
  5. Setrika dengan Suhu Rendah dan Tambahkan Spray Wangi Gunakan suhu setrika yang sesuai dengan label instruksi pada kain untuk menghindari risiko kain terbakar atau mengkerut. Menyemprotkan cairan pelicin pakaian yang memiliki aroma senada dengan pelembut saat menyetrika akan membantu aroma wangi meresap lebih dalam ke serat kain. Simpanlah mukena dengan cara digantung menggunakan hanger empuk daripada dilipat untuk menghindari garis lipatan yang merusak estetika.

Penyimpanan Taktis Selama Penggunaan Rutin

Selama bulan Ramadan, usahakan untuk memiliki lebih dari satu pasang alat salat agar bisa digunakan secara bergantian. Memberikan jeda waktu penggunaan memungkinkan kain untuk "bernafas" dan sisa kelembapan dari keringat bisa menguap sepenuhnya. Pastikan Anda selalu menggantung mukena setelah digunakan untuk salat dan jangan langsung melipatnya dalam keadaan masih lembap karena hal tersebut merupakan pemicu utama tumbuhnya jamur hitam (tinea).

Penggunaan kantong pengharum atau silica gel di dalam lemari atau tas mukena juga sangat membantu menjaga kelembapan tetap stabil. Jika Anda sering membawa mukena ke masjid, pilihlah tas mukena berbahan kain yang memiliki pori pori udara daripada tas plastik yang kedap. Kebersihan sajadah yang digunakan juga harus diperhatikan karena debu dari sajadah sering kali berpindah ke mukena saat Anda melakukan posisi sujud.

Merawat perlengkapan ibadah bukan sekadar masalah kebersihan, melainkan bentuk penghormatan terhadap ibadah itu sendiri. Dengan teknik mencuci yang tepat dan penyimpanan yang benar, mukena serta sarung akan tetap terasa seperti baru meski digunakan setiap hari. Aroma wangi dan warna yang cerah akan menambah semangat Anda dalam menjalankan rangkaian ibadah panjang selama sebulan penuh. Mari jadikan kebersihan alat salat sebagai prioritas agar setiap momen sujud terasa lebih damai dan bermakna.