Hunian Ditanami Sawit, Seorang Petani di Aceh Terinjak Kawanan Gajah yang Melintas di Kebun.
Trista - Sunday, 22 February 2026 | 02:14 PM


Belum selesai dengan penangan pascabencana di Aceh, kabar duka kembali datang dengan tewasnya seorang petani, Mussahar (53), warga Kampung Patanlah, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Bener Meriah yang terinjak kawanan gajah sumatra (21/2/2026). Sementara itu, sehari sebelumnya dilaporkan seekor gajah betina mati tersengat kawat listrik di Desa Karang Ampar, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah (20/2/2026).
Insiden beruntun ini menjadi peringatan keras bagi seluruh pihak khususnya pemerintah, BKSDA, dan lembaga konservasi alam terkait dengan konflik satwa dan manusia. Melansir dari laman Kompas.com, Sri Wahyuni, Ketua Forum Koordinasi Peusangan Elephant Conservation Initiative (FKP PECI) menyatakan bahwa adanya ketimpangan wilayah perkebunan sawit yang mempersempit habitat gajah.
"Kita terus mendesak adanya langkah strategis dan nyata dalam penanganan konflik gajah dan manusia khususnya di wilayah tengah Aceh," ungkap Sri Wahyuni pada Kompas.com, Minggu (22/2/2026).
Menanggapi polemik ini, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) justru mengimbau masyarakat untuk mewaspadai interaksi dengan kawanan liar gajah sumatra. Khususnya di wilayah Pantahlah, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh.
"Interaksi dengan satwa liar, termasuk gajah berisiko, karena perilakunya dipengaruhi naluri alamiah yang selalu tidak dapat diprediksi," jelas Ujang Wisnu Barata, dilansir dari laman ANTARA News (22/2/2026).
Kronologi tewasnya petani di Aceh, ketika korban dan istrinya sudah menginap di kebun jagung yang berjarak sekitar tiga kilometer dari permukiman penduduk. Kemudian, korban mengikuti jejak Gajah liar dan tidak berselang lama terdengar raungan gajah sebanyak tiga kali. Istri korban segera menelepon anaknya untuk mengecek ayahnya yang tak kunjung kembali dari kebun.
Setelahnya, sang anak menemukan korban tergeletak dengan kondisi bekas injakan di dada dan rahang yang diduga terinjak gajah. Korban sempat dievakuasi ke rumah sakit di Kabupaten Bireuen untuk mendapatkan penanganan yang berakhir dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit.
"Kami turut berbelasungkawa atas musibah ini. Kita mengimbau dan mengingat tetap waspada serta tidak mendekati dan menghalau kawanan gajah sumatra guna menghindari satwa liar dilindungi tersebut," kata Ujang.
Polemik ini menjadi hal yang cukup serius dan memerlukan perhatian lebih lanjut dari pemerintah, mulai dari mengkaji ulang izin perusahaan sawit, menindak tegas perusahaan yang melampaui izin, serta mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga ekosistem alam.
Masyarakat diimbau untuk segera melaporkan kepada lembaga terkait jika menemukan jejak atau keberadaan gajah di area perkebunan atau permukiman agar dapat ditangani secara benar. Tindakan mandiri seperti penggunaan Fencing dilarang untuk dilakukan demi keselamatan nyawa manusia maupun kelestarian satwa dilindungi.
Next News

Anak Tukang Becak Menangis Terancam Batal Kuliah, Imbas Ayahnya Mendadak Masuk Desil 9
in an hour

Wakil Ketua Gerindra Banyumas Jadi Perantara Uang Rp650 Juta dalam Kasus Korupsi Unsoed
in an hour

Bus Rombongan Pati Dilempari Batu di Tol Japek, Polisi Klarifikasi Soal Botok
in an hour

Harga Minyak Dunia Merosot ke US$ 93 di Tengah Panasnya Rencana Sanksi Baru AS ke Iran
17 minutes ago

Polemik Rekening Donasi Aksi 27 Agustus: Dari Sorotan Waketum MUI hingga Insiden Pelemparan Bus
2 hours ago

Polda Metro Luruskan Isu Rekening Donasi Aksi 27 Agustus: Bukan Diblokir
3 hours ago

Bukan Cuma Dongeng: Cara Seru Menceritakan Sirah Nabawiyah pada Anak di Rumah
3 hours ago

Unsoed Gempar! Rektor Tersangka KPK Kasus Jalur Mandiri, Prof Ali Rokhman Ditunjuk Jadi Plt.
a day ago

Tiba di Pekanbaru Disambut Asap, Prabowo Ancam Bawa Pelaku "Modus Mancing" ke Jakarta!
a day ago

Sumber Air Menyusut, BNPB Ungkap Pemadaman Karhutla Makin Sulit
a day ago





