Polemik Mutasi Kepala Sekolah di Merangin, Muncul Penolakan dan Dugaan Setoran Jabatan
Admin WGM - Thursday, 11 June 2026 | 03:37 PM


Dunia pendidikan di Kabupaten Merangin, Jambi, kembali menjadi sorotan setelah muncul berbagai persoalan yang memicu perhatian publik. Beberapa hari setelah pelantikan dan mutasi kepala sekolah, sejumlah pihak menyampaikan keberatan terhadap hasil penempatan pejabat sekolah yang baru.
Pada tahun kedua kepemimpinan Bupati Merangin Muhammad Syukur dan Wakil Bupati Khafid Moein, sektor pendidikan disebut menghadapi sejumlah tantangan. Sebelumnya, muncul keluhan terkait keterlambatan pembayaran hak guru dan pencairan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di sejumlah sekolah.
Kini, perhatian publik tertuju pada proses pelantikan kepala sekolah yang memunculkan dugaan adanya praktik setoran untuk memperoleh jabatan tertentu. Isu tersebut berkembang setelah sejumlah kepala sekolah menyampaikan keberatan dan laporan yang kemudian menjadi pembahasan di lingkungan DPRD Merangin.
Berdasarkan informasi yang beredar, puluhan kepala sekolah dikabarkan memilih menolak hasil pelantikan dan tidak bersedia melanjutkan jabatan dalam formasi yang baru. Sejumlah pengakuan yang beredar di media sosial juga menyebut adanya permintaan sejumlah uang terkait proses penempatan jabatan, dengan nominal yang bervariasi.
Selain itu, gelombang penolakan juga dilaporkan datang dari sebagian guru dan wali murid terhadap beberapa kepala sekolah yang baru dilantik. Kondisi tersebut menimbulkan perdebatan di tengah masyarakat mengenai mekanisme penempatan dan mutasi pejabat pendidikan di daerah tersebut.
Salah satu aksi penolakan dilaporkan terjadi di wilayah Pamenang, Kabupaten Merangin, pada Rabu (10/6/2026). Dalam peristiwa tersebut, sejumlah pihak menyatakan keberatan terhadap kepala sekolah yang baru ditugaskan di sekolah tersebut.
Hingga saat ini, polemik terkait mutasi kepala sekolah dan dugaan setoran jabatan masih menjadi perhatian publik. Pihak terkait diharapkan dapat memberikan klarifikasi serta menindaklanjuti berbagai laporan yang muncul agar proses pengelolaan pendidikan berjalan secara transparan dan sesuai ketentuan yang berlaku.
Next News

Berkendara Tanpa Helm Bisa Kena Denda dan Kurungan, Masih Mau Abaikan Keselamatan?
in 6 hours

Pemadaman Listrik di Banyak Daerah, PLN Pekalongan Kota Sebut Demi Jaga Keandalan Sistem
in 6 hours

Pengosongan paksa lahan oleh aparat TNI AD di Lenteng Agung berujung kekerasan hingga dugaan represif dengan pemutusan sepihak akses air serta listrik.
in 6 hours

Purbaya Paparkan Rencana Besar Pemerintah 2027, Target Ekonomi Tumbuh hingga 6,5 Persen
an hour ago

Pemkab Batang Matangkan Persiapan Pembangunan Sekolah Rakyat di Subah
an hour ago

Bupati Faiz Tantang KEK Batang Hidupkan Wisata Prioritas 2027
2 hours ago

Massa Gelar Unjuk Rasa di Cikini Raya, Arus Lalu Lintas Sempat Lumpuh
an hour ago

Siap-Siap Kemarau Panjang, BMKG Sebut El Nino Bakal Bertahan Lebih Lama
in 6 minutes

Fakta Persidangan: Eks Intel Bea Cukai Pakai Dana Operasional Buat Beli iPhone Istri!
2 hours ago

Gelar OTT di Jakarta dan Sumsel, KPK Amankan 5 ASN BPK Terkait Dugaan Suap!
2 hours ago





