Gempa M 7,7 di Selatan Mindanao Filipina Picu Peringatan Dini Tsunami di Sejumlah Wilayah Indonesia
Admin WGM - Monday, 08 June 2026 | 11:43 AM


Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang wilayah Pantai Selatan Mindanao, Filipina, pada Senin (8/6/2026) pukul 06.37 WIB. Guncangan kuat tersebut memicu peringatan dini tsunami yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk sejumlah wilayah di Indonesia.
Berdasarkan informasi BMKG, pusat gempa berada di laut pada koordinat 5,79 Lintang Utara dan 125,14 Bujur Timur, atau sekitar 244 kilometer barat laut Pulau Karatung, Sulawesi Utara. Gempa terjadi pada kedalaman 47 kilometer dan berpotensi memengaruhi kawasan pesisir di beberapa provinsi Indonesia.
Sebagai langkah antisipasi, BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami untuk wilayah Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, dan Kalimantan Timur. Masyarakat yang berada di kawasan pesisir diminta tetap waspada serta mengikuti arahan resmi dari pemerintah daerah dan instansi terkait.
Di Sulawesi Utara, sejumlah daerah ditetapkan dalam status siaga tsunami berdasarkan hasil pemodelan BMKG. Wilayah tersebut meliputi Kabupaten Kepulauan Sangihe, Kabupaten Kepulauan Talaud, Kota Manado, Kabupaten Minahasa Utara bagian utara, Kabupaten Minahasa bagian utara, Kabupaten Minahasa Selatan bagian utara, Kota Bitung, serta wilayah utara Kabupaten Bolaang Mongondow.
Sementara itu, status waspada diberlakukan di beberapa daerah lain, antara lain Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, serta sebagian wilayah Kabupaten Minahasa Selatan. Masyarakat di wilayah tersebut diminta menjauhi area pantai hingga ada informasi lebih lanjut dari otoritas berwenang.
BMKG juga melaporkan bahwa peringatan dini tsunami terus diperbarui berdasarkan hasil pemantauan dan pengamatan muka air laut. Sejumlah stasiun pengamatan mencatat adanya kenaikan muka air laut dengan ketinggian bervariasi di beberapa lokasi di Sulawesi Utara dan Maluku Utara setelah gempa terjadi.
Hingga laporan ini disusun, otoritas di Indonesia maupun Filipina masih terus memantau perkembangan situasi serta potensi gempa susulan yang dapat terjadi pascagempa utama. Warga diimbau tetap tenang, tidak mudah memercayai informasi yang belum terverifikasi, dan mengikuti perkembangan informasi resmi dari BMKG
Next News

Buntut Pembatalan Bebas Bersyarat Indra Kenz & Bechi, Kemenkumham Periksa Seluruh Petugas Lapas!
15 hours ago

Harga Minyak Dunia Meroket, Indonesia Bersiap Hadapi Imbas Inflasi dan Beban Subsidi.
15 hours ago

Status Gunung Anak Krakatau Naik Jadi Level III Siaga, Warga Dimbau Tak Panik
8 hours ago

Rumah Dinas Perwira TNI Diduga Jadi Markas Judol, 11 Orang Warga Sipil Diamankan
8 hours ago

Rombongan Pemuda Bawa Celurit Nabrak Gerobak Sate di Kedungwuni, Satu Meninggal Dunia
11 hours ago

Geger Belatung di Menu Makan Bergizi Gratis Banyuwangi, SPPG Beri Klarifikasi
a day ago

Kasus Pengeroyokan Usai SKNC 2026 Memanjang, Polisi Tetapkan 9 Tersangka
a day ago

MK Tolak Gugatan Ijazah Gibran, Tim Hukum Dorong Pemakzulan ke DPR
a day ago

Sembunyikan Sabu di Ayam Goreng Krispi, Nenek di Surabaya Gagalkan Penyelundupan Narkoba ke Lapas Porong
2 days ago

Gibran Tanggapi Putusan MK Soal Gugatan Ijazah, Tegaskan Lulus SMA dan Tetap Fokus Bekerja
2 days ago





