Ancam Pasokan Minyak Dunia, Ini Syarat Utama Iran untuk Buka Akses Selat Hormuz
Admin WGM - Monday, 10 August 2026 | 02:00 PM


Korps Garda Revolusi Islam Iran secara tegas mengumumkan tidak akan membuka kembali jalur pelayaran strategis Selat Hormuz sampai Amerika Serikat memenuhi seluruh persyaratan berat yang diajukan oleh Teheran. Pernyataan resmi tersebut sekaligus membantah klaim sepihak dari Washington yang menyatakan bahwa kesepakatan damai untuk mengakhiri krisis pelayaran internasional di kawasan Teluk sudah semakin dekat.
Juru Bicara Garda Revolusi Iran menegaskan bahwa rute perairan vital tersebut kini dipandang sebagai kawasan medan perang utama yang tidak dapat dipisahkan dari dinamika pertahanan nasional. Pihaknya menyatakan bahwa mekanisme pembukaan selat memiliki aturan pertahanan independen yang sepenuhnya berdiri sendiri dan tidak terikat dengan proses perundingan diplomatik yang dijembatani oleh Oman.
Pemerintah Teheran mengajukan tuntutan utama berupa penghentian total blokade laut oleh armada militer Amerika Serikat serta pencabutan seluruh sanksi ekonomi yang merugikan. Selain itu, Iran menuntut pembebasan penuh aset-aset negara yang dibekukan di lembaga keuangan luar negeri beserta pembayaran kompensasi atas seluruh kerusakan yang timbul akibat konflik bersenjata.
Di lain pihak, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengisyaratkan pengurangan upaya negosiasi langsung di tengah tekanan politik domestik dan lonjakan harga bahan bakar minyak yang kian melambung. Posisi Washington dinilai kian terdesak mengingat pembatalan pemblokadean di jalur energi internasional tersebut menjadi kunci utama untuk menstabilkan kondisi perekonomian global yang terus terguncang.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengonfirmasi bahwa Teheran tidak melakukan pembicaraan secara langsung dengan utusan Washington untuk membahas tata kelola lalu lintas kapal di perairan tersebut. Ia menekankan bahwa penyelesaian krisis pelayaran sepenuhnya bergantung pada kepatuhan Amerika Serikat terhadap kesepakatan awal dan pemenuhan seluruh ganti rugi atas berbagai bentuk pelanggaran yang telah dilakukan.
Rancangan kesepakatan anyar yang tengah dirumuskan bersama mediator regional juga memuat pasal-pasal ketat mengenai pembatasan ruang gerak kapal perang Angkatan Laut Amerika Serikat di Teluk Persia. Kebijakan strategis ini ditujukan untuk mengakhiri dominasi militer Amerika Serikat di kawasan perairan teritorial sekaligus memperkuat kedaulatan serta posisi tawar pertahanan Iran dalam jangka panjang.
Penutupan Selat Hormuz yang mengancam arus lalu lintas bagi seperlima pasokan minyak mentah dunia kini memicu kekhawatiran meluas di kalangan pelaku pasar energi internasional. Ketidakpastian mengenai masa depan rute pelayaran tersebut diprediksi akan terus berlanjut hingga ada keputusan formal mengenai pemenuhan tuntutan yang diajukan Teheran kepada pihak Amerika Serikat.
Next News

Nipah Mall Makassar Milik Kalla Group Terbakar, Pengunjung Sempat Pingsan dan Dua Orang Sesak Napas
in 5 hours

Sinyal Perombakan Kabinet Merah Putih Kian Santer, Partai Koalisi Angkat Bicarakan Hak Prerogatif
in 5 hours

Dinilai Tak Pantas, Sultan Brunei Cabut Gelar Kerajaan Sang Menantu
in 4 hours

Kebakaran Bromo Belum Padam: Akses Wisata Ditutup Total, Helikopter Water Bombing Dikerahkan
in 4 hours

Panggil Dirut Pertamina ke Hambalang, Presiden Prabowo Perintahkan Pangkas Anak-Cucu BUMN
in 3 hours

Tembus Rp1 Miliar, Kepala BKN Buktikan ASN Bisa Punya Dana Pensiun Jumbo
in 3 hours

Tanggapi Isu Ijazah Jokowi, Rektor UGM Beri Reaksi Menohok dan Tantang Bukti di Pengadilan
in 5 hours

Uang Pensiun PNS Bisa Tembus Rp1 Miliar, Pemerintah dan TASPEN Perkuat Literasi Keuangan
in 4 hours

Finis Kesembilan di Moto3 GP Inggris 2026, Veda Ega Pratama Kokoh di Urutan Keenam Klasemen
in 3 hours

Dibatalkan Sepihak, Pedagang Pisang Program MBG Lampung Selamat dari Kerugian Berkat Warganet
in 2 hours





