Jumat, 29 Mei 2026
Walisongo Global Media
How's Going

Diperingati Setiap 29 Mei, Ini Catatan Penting Mengenai Hak Kemandirian Lansia

Admin WGM - Friday, 29 May 2026 | 05:30 PM

Background
Diperingati Setiap 29 Mei, Ini Catatan Penting Mengenai Hak Kemandirian Lansia
Hari Lansia Dunia (Hermina Hospitals /)

Tepat pada tanggal 29 Mei 2026, masyarakat di berbagai belahan dunia kembali memperingati Hari Lansia Internasional. Momentum tahunan ini bukan sekadar ritual seremonial untuk memberikan ucapan selamat kepada kakek, nenek, atau orang tua kita. Lebih dari itu, peringatan ini merupakan sebuah refleksi global mengenai sejauh mana kita sebagai sebuah peradaban telah menyediakan ruang hidup yang aman, inklusif, dan bermartabat bagi populasi usia lanjut yang jumlahnya terus meningkat setiap tahun.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), lansia adalah kelompok orang yang telah mencapai usia lanjut, sedangkan internasional berarti menyangkut seluruh dunia. Menghadapi fenomena penuaan penduduk dunia (ageing population), tantangan terbesar yang dihadapi saat ini adalah bagaimana mengubah stigma masyarakat yang masih memandang masa tua sebagai fase ketergantungan yang pasif, lemah, dan membebani generasi muda. Peringatan tahun ini secara khusus menyoroti pentingnya konsep penuaan yang sehat dan aktif (healthy and active ageing).

Menua dengan sehat tidak hanya didefinisikan sebagai kondisi tubuh yang terbebas dari penyakit fisik kronis. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menekankan bahwa penuaan yang sehat adalah proses mengembangkan dan mempertahankan kemampuan fungsional yang memungkinkan lansia untuk tetap memiliki kesejahteraan hidup. Kemampuan fungsional ini mencakup hak mereka untuk tetap bisa memenuhi kebutuhan dasar secara mandiri, membuat keputusan sendiri, membangun hubungan sosial, serta tetap berkontribusi bagi lingkungan sekitar jika mereka menginginkannya.

Untuk mewujudkan ekosistem yang mendukung penuaan sehat tersebut, setidaknya ada tiga pilar utama yang harus dipersiapkan bersama oleh keluarga dan lingkungan:

1. Optimalisasi Fungsi Kognitif dan Otak

Penurunan daya ingat atau pikun sering kali dimaklumi sebagai dampak alami dari penuaan. Padahal, melalui pendekatan ilmu neuroplastisitas, otak lansia terbukti tetap memiliki kemampuan untuk beradaptasi dan mempelajari hal-hal baru. Menantang orang tua untuk keluar dari zona nyaman—seperti mempelajari teknologi digital dasar, membaca topik baru, atau terlibat aktif dalam diskusi komunitas—adalah kunci utama untuk mempertahankan ketajaman berpikir dan mencegah demensia dini.

2. Mempertahankan Massa Otot dan Fisik

Kemunduran fisik pada lansia sering kali dipicu oleh hilangnya massa otot secara progresif atau dikenal dengan istilah sarkopenia. Berjalan kaki santai memang baik untuk jantung, namun tidak cukup untuk mempertahankan kekuatan jangka panjang. Lansia membutuhkan latihan beban ringan yang terukur untuk melatih otot penopang keseimbangan tubuh. Kekuatan fisik yang terjaga akan meminimalkan risiko jatuh cedera, sehingga orang tua tetap bisa berjalan ke kamar mandi atau taman tanpa harus selalu dipapah.

3. Kemandirian Finansial Melalui Active Retirement

Menyiapkan masa depan yang mandiri secara finansial adalah langkah taktis untuk memutus mata rantai sandwich generation. Dengan merancang portofolio keuangan yang stabil dan tetap produktif secara ekonomi melalui bisnis skala kecil berbasis hobi di hari tua, lansia tidak perlu menggantungkan seluruh biaya hidupnya kepada anak-cucu. Kemandirian finansial ini memberikan rasa percaya diri dan harga diri yang sangat tinggi bagi orang tua di usia senja.

Peringatan Hari Lansia Internasional pada 29 Mei 2026 ini harus menjadi pengingat bagi kita semua bahwa menjadi tua adalah kepastian biologis yang akan dihadapi oleh setiap manusia, Winners. Bagaimana kualitas hidup kita di masa depan sangat ditentukan oleh bagaimana kita memperlakukan dan mempersiapkan generasi lansia pada hari ini.

Mari jadikan momentum ini untuk mulai menghapus batasan-batasan usia, menciptakan rumah yang ramah ergonomi bagi orang tua, serta selalu memberikan ruang bagi mereka untuk tetap aktif, dihargai, dan berdaya. Selamat Hari Lansia Internasional, mari bersama-sama menciptakan masa tua yang bugar, bahagia, dan penuh dengan martabat!