Jumat, 29 Mei 2026
Walisongo Global Media
How's Going

Terungkap! Pembunuhan Bocah SD di Makassar Terbongkar Gegara Tingkah Aneh Pelaku saat Olah TKP

Admin WGM - Thursday, 28 May 2026 | 10:00 PM

Background
Terungkap! Pembunuhan Bocah SD di Makassar Terbongkar Gegara Tingkah Aneh Pelaku saat Olah TKP
Pelaku Pembunuhan di Makassar (Kumparan /)

Masyarakat Kota Makassar, Sulawesi Selatan, digegerkan oleh kasus kriminalitas yang sangat keji dan memilukan. Seorang anak perempuan yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar dan baru berusia 12 tahun ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Penemuan jasad korban langsung memicu penyelidikan mendalam oleh aparat kepolisian dari Polrestabes Makassar. Setelah melakukan serangkaian penyelidikan dan mengumpulkan bukti-bukti di lapangan, polisi akhirnya berhasil mengungkap tabir di balik kematian tragis bocah tersebut serta membekuk pelaku yang bertanggung jawab atas perbuatan biadab ini.

Pihak Polrestabes Makassar membenarkan bahwa korban tidak hanya menjadi korban pembunuhan, melainkan juga mengalami tindakan kekerasan seksual atau rudapaksa sebelum akhirnya nyawanya dihabisi oleh pelaku. Fakta memilukan ini terungkap setelah tim penyidik melakukan pemeriksaan fisik dan visum terhadap jasad korban. Penegasan dari pihak kepolisian ini langsung memicu kemarahan publik yang mengutuk keras aksi kejam terhadap anak di bawah umur yang seharusnya mendapatkan perlindungan.

Proses penangkapan pelaku sendiri terbilang sangat dramatis dan unik. Awal mula terungkapnya identitas pelaku justru berawal dari ulah dan gelagat aneh yang ditunjukkan oleh pelaku sendiri di lokasi kejadian. Ketika tim penyidik bersama rombongan kepolisian sedang sibuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara untuk mengumpulkan petunjuk, pelaku ternyata hadir di sekitar lokasi tersebut dan berbaur dengan warga yang menonton. Namun, pelaku menunjukkan tingkah laku yang sangat mencurigakan dan tidak wajar yang langsung menarik perhatian petugas kepolisian di lapangan.

Melihat ada seseorang yang menunjukkan gerak-gerik aneh dan tidak tenang saat proses olah TKP berlangsung, petugas kepolisian yang sigap langsung melakukan interogasi singkat di tempat. Pelaku yang panik tidak mampu memberikan jawaban yang konsisten dan tampak ketakutan. Berangkat dari kecurigaan yang kuat tersebut, polisi langsung mengamankan pria tersebut untuk dibawa ke markas kepolisian guna menjalani pemeriksaan yang lebih intensif. Setelah dicecar berbagai pertanyaan dan dihadapkan pada beberapa bukti permulaan, pelaku akhirnya tidak dapat mengelak lagi dan mengakui semua perbuatan kejinya terhadap bocah SD tersebut.

Dalam sesi rilis resmi yang digelar oleh kepolisian, terungkap pula latar belakang dan kondisi psikologis pelaku yang sangat memprihatinkan. Berdasarkan hasil pemeriksaan urin dan rekam jejaknya, pelaku diketahui merupakan seorang pecandu narkoba aktif. Tidak hanya ketergantungan pada obat-obatan terlarang, pelaku juga diketahui memiliki kecanduan akut terhadap konten-konten pornografi atau video porno. Kombinasi buruk antara pengaruh zat adiktif narkotika dan konsumsi konten pornografi yang intens ini diduga kuat merusak moral dan pikiran pelaku hingga mendorongnya melakukan tindakan nekat berupa rudapaksa dan pembunuhan terhadap anak tetangga atau anak di sekitarnya yang masih sangat muda.

Pihak kepolisian menegaskan bahwa tindakan tegas akan diambil terhadap pelaku demi menegakkan keadilan bagi korban dan keluarga yang ditinggalkan. Pelaku kini telah resmi ditahan di sel tahanan Mapolrestabes Makassar dan ditetapkan sebagai tersangka utama. Atas perbuatannya yang berlapis, mulai dari persetubuhan dengan anak di bawah umur hingga pembunuhan berencana atau penganiayaan yang menyebabkan kematian anak, pelaku dijerat dengan pasal berlapis yang ada di dalam Undang-Undang Perlindungan Anak serta Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dengan ancaman hukuman maksimal berupa hukuman mati atau penjara seumur hidup.

Kasus ini menjadi peringatan keras bagi seluruh lapisan masyarakat dan pemerintah mengenai bahaya nyata dari peredaran narkoba dan kemudahan akses video porno di tengah masyarakat yang dapat memicu tindakan kriminalitas ekstrem. Kepolisian juga mengimbau kepada para orang tua untuk meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan terhadap anak-anak mereka agar terhindar dari potensi bahaya di lingkungan sekitar.