Penderita Tiroid Perlu Memperhatikan Pola Makan, Ini Daftar Makanan yang Dianjurkan
Admin WGM - Monday, 25 May 2026 | 08:00 PM


Pola Makan Menjadi Salah Satu Hal Penting bagi Pengidap Tiroid
Gangguan pada kelenjar tiroid dapat memengaruhi berbagai fungsi tubuh karena organ ini berperan dalam menghasilkan hormon yang mengatur metabolisme, suhu tubuh, detak jantung, hingga penggunaan energi. Ketika produksi hormon terlalu rendah (hipotiroid) atau terlalu tinggi (hipertiroid), tubuh dapat mengalami berbagai perubahan yang memengaruhi aktivitas sehari-hari.
Selain pengobatan medis, pola makan juga menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan. Pemilihan makanan yang tepat bukan berarti dapat menggantikan terapi atau obat dari dokter, tetapi dapat membantu mendukung kebutuhan nutrisi tubuh dan menjaga fungsi kelenjar tiroid tetap optimal.
Karena kebutuhan nutrisi penderita hipotiroid dan hipertiroid dapat berbeda, pemilihan makanan juga perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing.
Yodium Menjadi Nutrisi Penting, tetapi Tidak Boleh Berlebihan
Yodium merupakan mineral penting yang dibutuhkan tubuh untuk memproduksi hormon tiroid. Kekurangan yodium dapat mengganggu proses pembentukan hormon, terutama pada penderita hipotiroid. Makanan seperti ikan, susu, telur, dan garam beryodium menjadi beberapa sumber yodium yang umum dikonsumsi.
Namun, asupan yodium juga tidak boleh dikonsumsi secara berlebihan. Pada beberapa kondisi, terutama hipertiroid tertentu, terlalu banyak yodium justru dapat memperburuk gangguan fungsi tiroid.
Karena itu, kebutuhan yodium idealnya disesuaikan dengan kondisi kesehatan dan rekomendasi tenaga medis.
Makanan yang Baik untuk Mendukung Kesehatan Tiroid
Beberapa jenis makanan mengandung nutrisi yang sering dikaitkan dengan kesehatan tiroid.
Ikan dan Makanan Laut
Ikan seperti salmon, tuna, dan sarden mengandung protein, omega-3, vitamin D, serta selenium. Selenium merupakan mineral yang membantu mengaktifkan hormon tiroid sehingga dapat digunakan tubuh secara optimal.
Selain itu, ikan juga dapat membantu memenuhi kebutuhan yodium dalam jumlah tertentu.
Kacang-kacangan dan Biji-bijian
Kacang almond, kacang mete, kacang Brazil, serta biji labu mengandung selenium, zat besi, magnesium, dan zinc yang berperan dalam mendukung fungsi kelenjar tiroid.
Zinc atau seng diketahui membantu proses pembentukan hormon tiroid dan mendukung kerja sistem tubuh secara keseluruhan.
Telur dan Produk Susu
Telur dan produk susu seperti yogurt menjadi sumber protein sekaligus yodium yang cukup baik. Selain itu, yogurt juga mengandung probiotik yang mendukung kesehatan pencernaan. Beberapa ahli menyebut kondisi usus juga berperan terhadap berbagai proses metabolisme tubuh, termasuk fungsi tiroid.
Sayur dan Buah Kaya Antioksidan
Penderita hipertiroid sering dianjurkan memperbanyak makanan yang mengandung antioksidan seperti vitamin C, vitamin E, dan beta karoten.
Nutrisi tersebut dapat ditemukan pada:
- Bayam
- Brokoli
- Kale
- Paprika
- Jeruk
- Wortel
- Berbagai buah dan sayuran berwarna cerah
Antioksidan membantu tubuh melawan stres oksidatif akibat radikal bebas yang dapat memengaruhi kesehatan sel tubuh.
Ada Makanan yang Perlu Diperhatikan Konsumsinya
Selain makanan yang dianjurkan, terdapat pula beberapa bahan makanan yang perlu diperhatikan jumlah konsumsinya.
Produk berbahan dasar kedelai seperti tahu atau susu kedelai mengandung isoflavon yang pada kondisi tertentu dapat memengaruhi penyerapan yodium atau mengganggu penyerapan obat tiroid apabila dikonsumsi terlalu dekat dengan waktu minum obat.
Bagi penderita hipertiroid tertentu, makanan dengan kandungan yodium sangat tinggi seperti rumput laut atau suplemen yodium juga biasanya perlu diawasi konsumsinya.
Pola Makan Sehat Tidak Menggantikan Pengobatan
Makanan sehat dapat membantu mendukung fungsi tubuh, tetapi tidak dapat menggantikan pemeriksaan medis maupun terapi yang telah direkomendasikan dokter.
Setiap gangguan tiroid memiliki kondisi yang berbeda, sehingga kebutuhan nutrisi juga tidak selalu sama pada setiap orang. Konsultasi dengan dokter atau ahli gizi tetap menjadi langkah penting untuk menentukan pola makan yang sesuai.
Menjaga pola makan seimbang, memenuhi kebutuhan nutrisi, dan melakukan pemeriksaan secara berkala dapat menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas hidup penderita gangguan tiroid.
Next News

Tasty Tuesday: 5 Ide Masakan Serba 15 Menit untuk Bekal Kerja Hari Selasa
13 days ago

Masak Bebas Ribet: Cara Membuat Bumbu Dasar Merah, Putih, dan Kuning yang Tahan Lama
18 days ago

Mengenal Tradisi Jumat Berkah: Makna Sosial dan Ide Menu Praktis untuk Berbagi
24 days ago

Menikmati Kehangatan Tradisi Berbagi Makanan Gratis Saat Agustusan di Pekalongan
a month ago

Penawar Stres Paling Ampuh! Alasan Kelembutan Fluffy Cake Sukses Bikin Suasana Hati Langsung Naik Class
a month ago

Cegah Lonjakan Gula Darah! Strategi Menukar Nasi Putih dengan Pangan Lokal
a month ago

Bebas Gluten dan Lezat! Panduan Mengolah Tepung Mocaf dan Sagu Jadi Kue Kekinian
a month ago

Superfood Lokal! 6 Makanan Pokok Indonesia Pengganti Nasi yang Lebih Rendah Glikemik
a month ago

Kenyang Tak Harus Nasi! Mengenal Konsep Diversifikasi Pangan untuk Ketahanan Keluarga
a month ago

Bebas Tekstur Lembek dan Berair, Menguasai Trik Mengolah Jamur Agar Tetap Kenyal dan Kaya Rasa Umami
a month ago





