Selasa, 26 Mei 2026
Walisongo Global Media
Foodhunt

Jangan Asal Masuk Kulkas, Ini Cara Menyimpan Daging Sapi agar Tetap Segar dan Tahan Lama

Admin WGM - Monday, 25 May 2026 | 05:00 PM

Background
Jangan Asal Masuk Kulkas, Ini Cara Menyimpan Daging Sapi agar Tetap Segar dan Tahan Lama
Ilustrasi

Menyimpan Daging Sapi Tidak Bisa Dilakukan Sembarangan

Daging sapi menjadi salah satu bahan makanan yang banyak dikonsumsi masyarakat karena dapat diolah menjadi berbagai menu, mulai dari rendang, semur, bakso, sate, hingga sup. Namun, berbeda dengan bahan makanan kering, daging termasuk produk pangan yang mudah mengalami penurunan kualitas apabila tidak ditangani dengan baik.

Kesalahan saat menyimpan daging dapat menyebabkan perubahan tekstur, aroma, hingga meningkatkan risiko pertumbuhan bakteri yang membuat daging lebih cepat rusak. Karena itu, penyimpanan yang tepat menjadi langkah penting agar kualitas daging tetap terjaga dan aman dikonsumsi.

Masih banyak orang yang langsung memasukkan daging ke kulkas tanpa memperhatikan cara penyimpanan yang benar. Padahal, ada beberapa hal sederhana yang dapat membantu menjaga kesegaran daging lebih lama.

Jangan Langsung Mencuci Daging Sebelum Disimpan

Salah satu kebiasaan yang masih sering dilakukan adalah mencuci daging sebelum dimasukkan ke kulkas.

Padahal, daging mentah sebaiknya tidak dicuci sebelum disimpan. Air yang masuk ke permukaan dan serat daging dapat meningkatkan kelembapan sehingga mempercepat pertumbuhan bakteri. Selain itu, proses pencucian juga berpotensi menyebabkan penyebaran bakteri ke area sekitar wastafel atau peralatan dapur.

Jika terdapat kotoran yang menempel, cukup bersihkan secara perlahan menggunakan tisu dapur atau pisahkan bagian yang tidak diperlukan.

Potong Sesuai Porsi Memasak

Menyimpan daging dalam jumlah besar memang terlihat praktis, tetapi cara tersebut justru dapat menyulitkan ketika akan digunakan.

Membagi daging sesuai kebutuhan memasak dapat mempermudah proses pengolahan di kemudian hari. Cara ini juga membantu mengurangi frekuensi keluar-masuk daging dari freezer yang dapat memengaruhi kualitasnya.

Misalnya, jika satu kali memasak membutuhkan sekitar 250–500 gram daging, sebaiknya daging langsung dipisahkan dalam beberapa kemasan kecil.

Selain menghemat waktu, cara ini juga membuat proses pencairan daging lebih cepat.

Gunakan Wadah atau Plastik Kedap Udara

Daging sebaiknya disimpan menggunakan wadah tertutup rapat atau plastik khusus makanan yang kedap udara.

Kemasan kedap udara membantu mengurangi risiko kontaminasi silang dengan bahan makanan lain di dalam kulkas. Selain itu, cara ini juga membantu menjaga aroma kulkas tetap bersih dan mencegah daging terkena freezer burn atau kondisi ketika permukaan daging mengering akibat paparan udara dingin berlebihan.

Beberapa pilihan wadah yang dapat digunakan antara lain:

  • Plastik ziplock
  • Wadah plastik food grade
  • Plastik vakum (vacuum sealed bag)
  • Wadah kaca tertutup

Perhatikan Letak Penyimpanan di Kulkas

Penempatan daging di dalam kulkas juga penting untuk diperhatikan.

Jika daging akan digunakan dalam waktu dekat, misalnya satu hingga dua hari, penyimpanan di bagian chiller dengan suhu sekitar 0–4 derajat Celsius masih dapat dilakukan.

Namun untuk penyimpanan lebih lama, freezer menjadi pilihan yang lebih disarankan dengan suhu sekitar -18 derajat Celsius atau lebih rendah. Suhu dingin membantu memperlambat aktivitas bakteri sehingga umur simpan daging menjadi lebih panjang.

Beri Label Tanggal Penyimpanan

Banyak orang menyimpan daging di freezer lalu lupa kapan daging tersebut dimasukkan.

Memberikan label tanggal pada kemasan dapat membantu memantau lama penyimpanan sehingga daging tidak tersimpan terlalu lama.

Beberapa panduan menyebutkan daging di chiller umumnya aman sekitar 1–3 hari, sedangkan penyimpanan dalam freezer dapat bertahan hingga beberapa bulan tergantung kondisi suhu dan kualitas awal daging.

Meskipun demikian, semakin cepat daging digunakan biasanya semakin baik untuk menjaga kualitas rasa dan teksturnya.

Jangan Mencairkan Daging pada Suhu Ruangan

Kesalahan lain yang sering dilakukan adalah membiarkan daging beku mencair begitu saja pada suhu ruangan.

Cara tersebut dapat meningkatkan risiko pertumbuhan bakteri di permukaan daging, terutama ketika bagian luar mulai hangat sementara bagian dalam masih beku.

Cara yang lebih disarankan adalah memindahkan daging dari freezer ke chiller beberapa jam atau semalaman sebelum dimasak. Selain itu, proses pencairan juga dapat menggunakan fitur defrost pada microwave jika tersedia.

Setelah daging dicairkan, sebaiknya segera diolah dan tidak dibekukan kembali karena kualitasnya dapat menurun.

Penyimpanan yang Tepat Membantu Menjaga Kualitas Daging

Menyimpan daging sapi bukan hanya soal membuatnya lebih awet, tetapi juga berkaitan dengan keamanan pangan dan kualitas makanan yang dikonsumsi.

Langkah sederhana seperti tidak mencuci daging sebelum disimpan, menggunakan wadah kedap udara, serta menjaga suhu penyimpanan dapat membantu mempertahankan kualitas daging lebih lama. Dengan penanganan yang tepat, daging tidak hanya bertahan lebih lama, tetapi juga tetap memiliki rasa dan tekstur yang baik saat diolah.