Selasa, 26 Mei 2026
Walisongo Global Media
Daily & Lifestyle

Puasa Arafah dan Keutamaannya, Amalan Sunnah yang Memiliki Banyak Keistimewaan

Admin WGM - Monday, 25 May 2026 | 04:30 PM

Background
Puasa Arafah dan Keutamaannya, Amalan Sunnah yang Memiliki Banyak Keistimewaan
(Pixabay/)

Amalan Sunnah yang Memiliki Keutamaan Besar

Bulan Dzulhijjah menjadi salah satu bulan yang memiliki keistimewaan bagi umat Islam. Pada bulan ini terdapat sejumlah amalan sunnah yang dianjurkan untuk dilakukan, salah satunya adalah Puasa Arafah. Ibadah sunnah ini dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah, bertepatan dengan waktu jamaah haji melaksanakan wukuf di Padang Arafah. Puasa ini sangat dianjurkan bagi umat Muslim yang tidak sedang menjalankan ibadah haji.

Puasa Arafah tidak hanya dipandang sebagai ibadah menahan lapar dan haus, tetapi juga memiliki makna spiritual yang cukup besar. Di berbagai hadis, amalan ini disebut memiliki sejumlah keutamaan yang menjadi alasan banyak umat Islam berusaha melaksanakannya setiap tahun.

Dilaksanakan Sehari Menjelang Iduladha

Hari Arafah jatuh pada tanggal 9 Dzulhijjah atau sehari sebelum Hari Raya Iduladha. Penamaan Arafah berasal dari tempat berlangsungnya wukuf para jamaah haji, yakni Padang Arafah di Arab Saudi. Pada waktu tersebut, umat Islam yang tidak berhaji dianjurkan memperbanyak ibadah, termasuk menjalankan puasa sunnah Arafah.

Pelaksanaan puasa dimulai sejak terbit fajar hingga terbenam matahari sebagaimana puasa pada umumnya.

Tata Cara Puasa Arafah Sesuai Sunnah

Secara umum, tata cara pelaksanaan Puasa Arafah tidak berbeda dengan puasa sunnah lainnya.

Langkah-langkah pelaksanaannya antara lain:

  • Membaca niat puasa sunnah Arafah
  • Makan sahur sebagai sunnah
  • Menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga matahari terbenam
  • Memperbanyak doa, zikir, membaca Al-Qur'an, dan amalan baik lainnya
  • Berbuka puasa ketika waktu Magrib tiba

Niat Puasa Arafah yang umum dibaca:

"Nawaitu shauma arafata sunnatan lillahi ta'ala"

Artinya: "Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah Ta'ala."

Keutamaan Puasa Arafah yang Sering Disebut dalam Hadis

Puasa Arafah memiliki sejumlah keutamaan yang banyak dijelaskan dalam berbagai hadis Rasulullah SAW.

Salah satu keutamaan yang paling dikenal adalah penghapusan dosa selama dua tahun. Dalam hadis riwayat Muslim disebutkan bahwa puasa Arafah dapat menghapus dosa setahun yang telah lalu dan setahun yang akan datang. Mayoritas ulama menjelaskan bahwa penghapusan tersebut merujuk pada dosa-dosa kecil.

Selain itu, Hari Arafah juga disebut sebagai salah satu waktu ketika Allah SWT banyak membebaskan hamba-Nya dari api neraka dibandingkan hari-hari lainnya.

Keutamaan lain yang sering dikaitkan dengan Hari Arafah antara lain:

  • Menjadi momentum memperbanyak doa dan istighfar
  • Menjadi sarana meningkatkan ketakwaan
  • Melatih pengendalian diri
  • Memperbanyak pahala pada hari-hari mulia di bulan Dzulhijjah
  • Menjadi kesempatan memperbaiki hubungan spiritual dengan Allah SWT

Tidak Dianjurkan bagi Jamaah yang Sedang Menjalankan Haji

Meski memiliki banyak keutamaan, puasa Arafah tidak dianjurkan bagi jamaah yang sedang melaksanakan ibadah haji.

Hal tersebut bertujuan agar jamaah memiliki kondisi fisik yang cukup kuat saat menjalankan wukuf di Arafah, yang menjadi salah satu rukun utama dalam ibadah haji.

Karena itu, anjuran utama puasa Arafah ditujukan bagi umat Islam yang tidak sedang menunaikan ibadah haji.

Menjadi Momentum Meningkatkan Ibadah

Puasa Arafah bukan sekadar ibadah sunnah tahunan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperbanyak amalan dan refleksi diri. Selain menahan lapar dan haus, ibadah ini mengajarkan pengendalian diri, kesabaran, serta meningkatkan kedekatan spiritual.

Di tengah aktivitas sehari-hari yang padat, momen seperti Hari Arafah juga sering dimanfaatkan umat Muslim untuk memperbanyak doa, memohon ampunan, dan memperbaiki kualitas ibadah. Dengan keutamaan yang besar, Puasa Arafah menjadi salah satu amalan sunnah yang terus dijaga oleh banyak umat Islam dari tahun ke tahun.