Jumat, 29 Mei 2026
Walisongo Global Media
How's Going

Kronologi Satu Keluarga Meninggal di Tenda Wisata Temanggung, Diduga Akibat Hirup Karbon Monoksida

Trista - Friday, 29 May 2026 | 12:22 PM

Background
 Kronologi Satu Keluarga Meninggal di Tenda Wisata Temanggung, Diduga Akibat Hirup Karbon Monoksida
Proses Evakuasi Korban (Kumparan /)

Satu keluarga yang terdiri atas empat orang ditemukan meninggal dunia di dalam tenda berkemah yang berlokasi di kawasan wisata alam Posong, Temanggung, Jawa Tengah, pada Rabu sore (27/5/2026). Keluarga yang berasal dari Semarang diduga meninggal karena keracunan gas dari alat masak portable dengan asap yang terperangkap di dalam tenda akibat minimnya sirkulasi udara.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban merupakan pasangan suami istri, Muhamad Ali Munawar (52) dan Maghfirah (43), bersama dua anaknya, Bagas Amar Hakiki (21) dan Alvino Evan Hakim (16). Diketahui Bagas merupakan seorang mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Prancis Universitas Gadjah Mada (UGM) angkatan 2022. Kabar duka ini diterima pihak keluarga pada Rabu (27/5/2026) malam sekitar pukul 21.00 WIB yang disampaikan oleh anggota Polres Temanggung.

"Kami mengetahui kejadian tersebut pada Rabu pukul 21.00 WIB," ungkap Asadi, keluarga korban, dilansir dari laman Kompas.com, Kamis (28/5/2026).

Dilansir dari laman Tirto.id, kronologi insiden disampaikan Kasat Reskrim Polres Temanggung Iptu I Komang Mahendra Deputra, pada Kamis (28/5/2026). Keluarga tersebut berencana untuk menghabiskan waktu dengan menginap di kawasan wisata Posong, Temanggung pada Selasa malam (26/5/2026).

Setelah melakukan registrasi, petugas mengantarkan keempat korban menuju tenda nomor 3 yang telah dipesan. Sekitar pukul 22.00 WIB, keluarga tersebut beraktivitas memasak daging panggang menggunakan kompor gas jinjing di area teras tepat di depan mulut tenda.

Seusai memasak, diduga karena kondisi cuaca pegunungan yang sangat dingin, mereka masuk untuk beristirahat dan menutup rapat seluruh pintu tenda. Aktivitas memasak dengan kompor gas di teras tersebut diduga memicu akumulasi gas karbon monoksida yang kemudian terjebak di dalam tenda yang kedap udara.

Keesokan harinya pada Rabu, 27 Mei 2026, pukul 09.00 WIB, petugas sempat mengantarkan sarapan, tetapi tidak mendapat respons dari dalam tenda. Petugas kembali memanggil pada pukul 11.30 WIB menjelang waktu check out, tetapi tetap hening. Kecurigaan memuncak hingga pukul 15.45 WIB, hingga akhirnya petugas memutuskan membuka paksa ritsleting tenda. Di dalam tenda, petugas menemukan keempat korban sudah dalam keadaan meninggal dunia dengan posisi telentang dan membujur kaku.

"Pada keesokan harinya, Rabu (27/5/2026) sekitar pukul 11.45 WIB, petugas wisata sempat mengingatkan para korban untuk segera melakukan proses checkout karena lokasi area perkemahan akan dibersihkan. Namun, saat itu tidak ada respons dari dalam tenda," ungkap Mahendra Deputra.

Saat ini polisi tengah melakukan autopsi kepada para korban guna mengungkap penyebab pasti kematian. Namun, terdapat dugaan gejala menyerupai keracunan gas karbon monoksida atau karbon dioksida seperti lemas, mengantuk, lalu kehilangan kesadaran tanpa adanya penanganan yang cepat.