Ratusan Orang Pindah Kewarganegaraan, Pakar Ingatkan Indonesia Terancam Kehilangan SDM Unggul
Admin WGM - Thursday, 23 July 2026 | 04:00 PM


Fenomena meningkatnya jumlah warga negara yang memilih melepaskan status Kewarganegaraan Indonesia (WNI) menjadi sorotan tajam berbagai pihak dalam beberapa waktu terakhir. Para pakar memperingatkan bahwa tren ini berpotensi besar merugikan bangsa karena Indonesia bisa kehilangan Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas dan berdaya saing tinggi.
Berdasarkan data kependudukan, kenaikan tarif layanan pelepasan kewarganegaraan ternyata tidak menyurutkan niat ratusan orang untuk memproses pengajuan tersebut. Tercatat sekitar 300 orang tetap mengajukan permohonan lepas status WNI meskipun biaya administrasi mengalami kenaikan signifikan hingga mencapai tarif baru.
Kondisi ini memicu keprihatinan dari kalangan legislatif, salah satunya anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan yang mendesak pemerintah segera mengambil langkah konkret. Pemerintah diminta untuk melakukan evaluasi mendalam guna mencari tahu akar penyebab utama yang mendorong para warga negara memilih berpindah kewarganegaraan.
Faktor kesempatan kerja, fasilitas jaminan sosial, serta kepastian masa depan di negara lain diduga menjadi alasan kuat di balik keputusan sulit tersebut. DPR menekankan pentingnya perbaikan iklim ekonomi dan kualitas hidup di dalam negeri agar talenta-talenta terbaik bangsa tidak terus mengalir ke luar negeri.
Di sisi lain, pemerintah melalui Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkum) memberikan penjelasan resmi mengenai penyesuaian tarif layanan kewarganegaraan. Menkum membuka suara terkait penetapan tarif baru naturalisasi WNA menjadi WNI yang kini mencapai Rp75 juta per permohonan.
Kebijakan penyesuaian tarif tersebut diklaim sebagai bagian dari penataan administrasi hukum serta optimalisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) di lingkungan kementerian. Pemerintah menegaskan bahwa proses menjadi WNI maupun pelepasan status kewarganegaraan tetap dijalankan sesuai dengan prosedur serta ketentuan hukum yang berlaku.
Tantangan ganda terkait fenomena pelepasan status WNI dan tingginya biaya naturalisasi ini menuntut adanya strategi kebangsaan yang lebih holistik. Pemerintah diharapkan mampu menciptakan ekosistem nasional yang makin menarik dan kondusif agar seluruh warga negara merasa bangga serta sejahtera menetap di Tanah Air.
Next News

Peringatan Keras JPMorgan: Dampak Super El Nino Berpotensi Guncang Ketahanan Pangan dan Ekonomi RI
in 4 hours

Tewas Terborgol Usai Tegur Vandalisme: Misteri Kematian Satpam Waduk Jatiluhur yang Bikin Merinding
in 4 hours

Jubir Otorita IKN Troy Pantouw Ditemukan Meninggal Dunia di Rusun ASN, Diduga Sakit Lambung Kronis
in an hour

Resmi Ditahan di Rutan KPK, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Disorot Karena Tak Diborgol
in 2 hours

Beli Janji Manis LRT City, Konsumen Merasa Ditipu dan Desak 'Refund' Puluhan Miliar
17 hours ago

Bagaikan Film Aksi! Pengejaran Maling Gas Melon Antar-Wilayah Berujung Lolosnya Pelaku
a day ago

Tarif Jadi WNI Dinilai Uji Nyali: Kemenkum Bertindak Usai Gelombang Kritik Publik
17 hours ago

Sopir Alphard Terobos Lampu Merah Bundaran HI Usut Dugaan Pelat Palsu dan Intimidasi KTA
2 days ago

Proses Etik Eks Jampidsus Tunggu Inkrah, Kejagung Ancam Jemput Paksa Febrie Adriansyah
2 days ago

Oknum Guru ASN di Tanjungbalai Bawa Murid Yatim untuk Disodomi Suaminya
2 days ago


