Detik-detik KM Feronia Tenggelam di Taman Nasional Komodo, 1 Dive Master WNI Masih Hilang
Azizatul Khifdiyah - Wednesday, 14 October 2026 | 12:21 PM


Kapal wisata KM Feronia mengalami musibah tenggelam di perairan Tatawa Besar, kawasan Taman Nasional Komodo, Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, pada Selasa, 13 Oktober 2026. Kapal open deck diving dengan bobot 51 gross tonnage tersebut diduga terbalik akibat kehilangan kendali ketika melintasi pusaran arus laut yang kuat. Berdasarkan informasi dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas B Maumere, kapal ini awalnya berlayar dari Manta Point menuju perairan Tatawa Besar.
Sekitar pukul 14.30 Wita, nakhoda kapal bernama Isran sempat mengurangi kecepatan kapal dari 10 knot menjadi 8 knot saat mendekati area pusaran arus. Meskipun kecepatan telah dikurangi, kapal tetap kehilangan kendali, berbalik arah, miring ke sisi kiri, lalu tenggelam di lokasi kejadian. Ketika insiden terjadi, KM Feronia mengangkut total 30 manifest yang terdiri atas 25 penumpang dan lima anak buah kapal.
Para penumpang dan kru kapal langsung berhamburan ke laut untuk menyelamatkan diri menggunakan rakit penolong atau life raft yang dibentangkan. Beruntung, dua kapal cepat yakni speedboat Red Whale dan speedboat Mac Cruise melintas di lokasi dan segera memberikan pertolongan awal. Seluruh korban yang selamat kemudian dievakuasi oleh tim SAR gabungan menuju Labuan Bajo untuk mendapatkan penanganan medis.
Tiga wisatawan asing dilaporkan mengalami luka-luka, yakni William Barnet di bagian kepala, Teagans Monks di kaki, dan Yannick Wassmer mengalami luka lecet di kaki. Kasat Polairud Polres Manggarai Barat, Iptu Leonardo Marpaung, memastikan para korban luka tersebut telah menerima penanganan medis yang memadai di darat. Di sisi lain, seorang Warga Negara Indonesia bernama Veronica Beatrix Jessica yang bertugas sebagai dive master dilaporkan masih hilang.
Korban diduga tidak sempat menyelamatkan diri karena berada di dalam toilet dengan posisi pintu terkunci dari dalam saat kapal mendadak terbalik. Insiden menegangkan di tengah laut ini menuntut kesigapan tinggi dari sang nakhoda kapal untuk menyelamatkan para penumpang. Menanggapi situasi darurat tersebut, nakhoda KM Feronia memberikan penjelasan singkat.
"Saya fokus kepada tamu. Saya buka life raft. Semua tamu langsung naik," ujar Isran.
Operasi pencarian terhadap korban hilang sempat dihentikan sementara pada Selasa petang akibat terkendala jarak pandang dan keterbatasan cahaya di malam hari. Tim SAR gabungan kembali melanjutkan proses pencarian intensif pada Rabu, 14 Oktober 2026, demi menemukan korban yang belum ditemukan. Kepolisian bersama unsur SAR terkait berkomitmen penuh untuk menuntaskan proses pencarian korban dalam musibah laut tersebut.
"Kita lakukan pencarian kembali. Pencarian akan dilakukan secara maksimal. Kami bersama unsur SAR terkait berusaha menemukan korban dalam keadaan apa pun," ujar Leonardo pungkasnya.
Next News

Mantan Calon Bupati Deli Serdang Jadi Otak Pengiriman Uang Palsu Rp 980 Juta untuk Demo di Jakarta
in 7 hours

Kayuh Sepeda Pekalongan-Jakarta Berujung Tersangka, Bareskrim Polri Periksa Keluarga Pedagang Singkong
in 3 hours

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Tegaskan Indonesia Belum Bisa Ekspor Listrik ke Singapura
14 hours ago

Pemerintah Siapkan Pajak Digital untuk Transfer Bank demi Genjot Penerimaan Negara
18 hours ago

Titik Api Masih Muncul, Kebakaran TPA Degayu Pekalongan Landa Area Seluas 1,5 Hektar
21 hours ago

Pembatalan Suket Ijazah Gibran Berpotensi Merembet ke Presiden Prabowo
2 days ago

Polda Metro Jaya Minta Maaf Soal Polemik Deklarasi Mahasiswa di Bundaran HI
2 days ago

Melestarikan Warisan Budaya, Parade Kain Batik 116 Meter Bentang Pewarna Alami di Kota Pekalongan
2 days ago

Gelombang Pengunduran Diri Musisi dan UMKM Warnai Rencana Penyelenggaraan RANS Carnival di Sleman
3 days ago

Putusan Kasasi Mahkamah Agung Batalkan Surat Penyetaraan Ijazah Gibran Rakabuming Raka
3 days ago


