Ancaman Kekerasan Berbasis Gender Online dalam Ruang Digital dan Urgensi Perlindungan Privasi Data
Admin WGM - Thursday, 29 January 2026 | 05:09 PM


Seiring dengan akselerasi transformasi digital yang menyentuh hampir seluruh aspek kehidupan manusia, muncul sebuah sisi gelap yang kian mengancam integritas individu, yakni Kekerasan Berbasis Gender Online atau yang lebih dikenal dengan akronim KBGO. Fenomena ini bukan sekadar masalah teknis di jagat maya, melainkan bentuk nyata dari perpanjangan kekerasan berbasis gender yang terjadi di dunia luring, namun dengan skala destruksi yang jauh lebih masif akibat kecepatan penyebaran data di internet.
Dalam kacamata jurnalistik investigatif dan hak asasi manusia, KBGO telah bertransformasi menjadi momok yang melumpuhkan ruang gerak perempuan dan kelompok rentan lainnya, menciptakan lingkungan digital yang toksik, serta meninggalkan trauma psikologis yang mendalam bagi korbannya. Pemahaman mengenai spektrum kekerasan ini menjadi krusial agar masyarakat tidak lagi menyepelekan serangan digital sebagai sekadar "risiko bersosial media", melainkan sebagai pelanggaran serius terhadap martabat manusia.
KBGO mencakup berbagai spektrum tindakan berbahaya, mulai dari pelecehan daring, peretasan akun dengan motif seksual, penyebaran konten intim tanpa persetujuan atau non-consensual intimate imagery (NCII), hingga upaya penguntitan digital (cyberstalking) dan doxing. Salah satu pola yang paling sering ditemukan dan sangat merusak adalah ancaman penyebaran foto atau video intim sebagai alat pemerasan atau balas dendam, yang sering disebut dengan istilah revenge porn.
Jurnalistik teknologi mencatat bahwa dalam banyak kasus, pelaku memanfaatkan ketimpangan relasi kuasa untuk mengontrol korban secara psikologis. Fakta bahwa data digital sulit dihapus secara permanen menciptakan efek "hukuman seumur hidup" bagi korban, di mana jejak digital yang ditinggalkan pelaku dapat muncul kembali kapan saja, merusak reputasi profesional, hingga menghancurkan kehidupan sosial individu tersebut secara total.
Sisi kritis yang sering kali luput dari perhatian publik adalah bagaimana infrastruktur keamanan digital sering kali gagal melindungi kelompok rentan karena adanya bias dalam algoritma maupun kebijakan platform. Banyak korban KBGO justru mengalami viktimisasi sekunder saat melaporkan kasus mereka, baik oleh netizen yang melakukan victim blaming maupun oleh otoritas yang belum sepenuhnya memahami kompleksitas kekerasan digital.
Secara medis dan psikologis, dampak KBGO tidak kalah berat dibandingkan kekerasan fisik; korban sering kali mengalami kecemasan kronis, depresi, hingga keinginan untuk menarik diri sepenuhnya dari kehidupan publik. Hal ini menunjukkan bahwa serangan di ruang digital memiliki korelasi langsung dengan kesehatan mental dan keselamatan fisik individu di dunia nyata, menjadikannya masalah keamanan nasional yang memerlukan penanganan lintas sektor secara serius.
Untuk melakukan mitigasi terhadap risiko KBGO dan memberikan perlindungan dini bagi diri sendiri maupun orang terdekat, terdapat beberapa langkah taktis yang didasarkan pada standar keamanan digital internasional:
Lakukan Audit Privasi dan Keamanan Akun secara Berkala
Pastikan untuk mengaktifkan autentikasi dua faktor (2FA) di seluruh platform media sosial dan email. Hindari menggunakan kata sandi yang sama untuk berbagai akun dan gunakan pengelola kata sandi (password manager) untuk menjaga keamanan kredensial Anda dari upaya peretasan atau brute force.
Praktikkan Manajemen Jejak Digital yang Selektif
Berpikirlah dua kali sebelum membagikan informasi pribadi yang bersifat sensitif seperti alamat rumah, nomor telepon pribadi, atau lokasi terkini secara real-time. Pelaku KBGO sering kali mengumpulkan potongan-potongan informasi kecil dari berbagai platform untuk melakukan doxing atau penguntitan yang lebih sistematis.
Pahami Konsep Konsen Digital dalam Berbagi Konten
Konsen atau persetujuan dalam ruang digital bersifat dinamis. Membagikan konten intim seseorang tanpa persetujuan adalah tindakan kriminal. Pastikan Anda memiliki kendali penuh atas siapa saja yang dapat melihat unggahan Anda dan jangan ragu untuk melakukan blokir atau pelaporan jika menemukan akun yang mulai menunjukkan tanda-tanda pelecehan.
Dokumentasikan Setiap Bentuk Gangguan sebagai Alat Bukti
Jika Anda mulai mengalami gejala KBGO, segera lakukan tangkapan layar (screenshot) terhadap pesan, komentar, atau konten yang bersifat melecehkan sebelum pelaku menghapusnya. Simpan tautan profil pelaku dan catatan waktu kejadian secara rapi; dokumentasi ini akan menjadi bukti hukum yang vital saat melakukan pelaporan ke pihak berwajib atau organisasi bantuan hukum.
Ciptakan Lingkungan Digital yang Saling Menjaga
Berhenti menjadi penonton pasif saat melihat aksi perundungan atau penyebaran konten tanpa izin di media sosial. Melaporkan konten secara kolektif (mass reporting) terhadap akun pelaku dapat memaksa platform untuk segera menurunkan konten berbahaya tersebut, sekaligus memberikan dukungan moral bagi korban agar tidak merasa sendirian dalam menghadapi serangan.
Pada akhirnya, perjuangan melawan KBGO bukan hanya tanggung jawab individu, melainkan tanggung jawab kolektif penyedia platform, pemerintah, dan masyarakat luas. Regulasi hukum yang progresif seperti Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS) di Indonesia menjadi secercah harapan dalam memberikan kepastian hukum bagi korban kekerasan digital.
Namun, hukum saja tidak cukup jika tidak dibarengi dengan literasi digital yang kuat dan perubahan budaya masyarakat agar lebih berempati pada korban. Ruang digital seharusnya menjadi sarana untuk pemberdayaan dan ekspresi diri, bukan ladang baru bagi penindasan gender. Dengan memperkuat keamanan digital dan solidaritas sosial, kita dapat merebut kembali ruang internet sebagai tempat yang aman, setara, dan bermartabat bagi setiap warga dunia tanpa terkecuali.
Next News

Anti-Loyo! Strategi Jitu Tetap Fokus dan Produktif di Kantor Tanpa Rasa Ngantuk Saat Puasa
in an hour

Kupas Tuntas Menu Sahur Terbaik untuk Redam Asam Lambung Selama Puasa
in 33 minutes

Jangan Tunggu Sakit! Simak Trik Diet Anti-Inflamasi Agar Tubuh Gak Gampang Meradang
a day ago

Ternyata Berat Badan Ngaruh ke Jumlah Air Minum, Cek Rumus Praktisnya di Sini!
a day ago

Ternyata Ini Rahasia Awet Muda: Kenali Daftar Makanan yang Ampuh Lawan Peradangan Tubuh
a day ago

Hanya 5 Menit! Trik Sederhana Aktivasi Saraf Vagus buat Usir Stres dan Cemas Berlebihan
2 days ago

Mumpung Masih 20-an! Tabung Kepadatan Tulang dengan Daftar Olahraga Simpel Berikut Ini
2 days ago

Tengkuk Terasa Berat? Waspadai Tanda Tersembunyi Hipertensi di Usia Produktif
2 days ago

Bye Pegal-Pegal! 6 Langkah Setting Meja Kerja Ergonomis Biar Leher Gak Kaku
2 days ago

Mood Sering Berantakan? Coba Cek Pencernaanmu, Bisa Jadi Ususmu Lagi Stres!
2 days ago





