Sabtu, 10 Oktober 2026
Walisongo Global Media
How's Going

6 Hari Belum Padam, Kebakaran TPA Jatibarang Semarang Ditangani Injeksi Air hingga Opsi Water Bombing

Azizatul Khifdiyah - Monday, 05 October 2026 | 10:54 AM

Background
6 Hari Belum Padam, Kebakaran TPA Jatibarang Semarang Ditangani Injeksi Air hingga Opsi Water Bombing
Kebakaran TPA Jatibarang Semarang memasuki hari keenam. Petugas gunakan metode injeksi air dan kaji opsi water bombing untuk padamkan titik api bawah tanah. (Detik Jateng/)

​Dilansir dari detikJateng, kebakaran hebat yang melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatibarang di Kecamatan Mijen, Kota Semarang, kini telah memasuki hari keenam pada Senin, 5 Oktober 2026. Peristiwa kebakaran ini bermula sejak Rabu, 30 September 2026 pukul 18:00 WIB, dan terus ditangani oleh petugas gabungan secara intensif. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang, Endro P Martanto, menyampaikan bahwa kondisi api di permukaan timbunan sampah saat ini mulai berkurang.

​"Pagi ini api di permukaan tersisa 10 persen di beberapa titik," kata Endro saat dikonfirmasi wartawan melalui pesan singkat. Ia menjelaskan bahwa titik api yang tersisa di permukaan tumpukan sampah tersebut terus disisir oleh tim di lapangan. Penanganan ekstra kini difokuskan pada pemadaman area bawah tanah mengingat potensi bahaya bara api yang masih mengintai.

​Pemerintah Kota Semarang telah menerapkan metode injeksi air sejak Minggu, 4 Oktober 2026 malam guna memadamkan kobaran di bagian bawah tumpukan sampah. "Sistem injeksi sudah mulai diuji coba sejak kemarin malam, dan ini akan ditingkatkan untuk titik-titik injeksinya," ujar Endro menjelaskan langkah teknis pemadaman. Penambahan peralatan serta titik injeksi air dipastikan bakal terus ditingkatkan untuk mempercepat proses pemadaman.

​"Ini salah satu upaya diharapkan mempercepat proses pemadaman yang tadi saya sampaikan, karena untuk kerawanan masih ada di bawah."

"Hasil drone thermal di bawah masih ada bara api," ucap Endro menerangkan kondisi tumpukan sampah tersebut.

Adapun kemungkinan untuk menerapkan pemadaman dengan teknik water bombing menggunakan helikopter masih dikaji oleh tim terkait.

​"Sedang dikaji."

"Tunggu," kata Endro saat ditanya mengenai peluang penggunaan helikopter pemadam kebakaran.

"Upaya yang lain, Pemerintah Kota Semarang juga sudah bersurat kepada beberapa kabupaten tetangga untuk meminta bantuan mobilisasi pengerahan Damkar baik dari Kabupaten Semarang, Kendal, Kota Pekalongan, dan Kabupaten Boyolali untuk bisa membantu mengerahkan armada Damkar," ungkapnya.

​Dampak asap kebakaran TPA Jatibarang dilaporkan telah menyebabkan 22 orang warga sekitar mengeluhkan gangguan pernapasan seperti batuk dan sesak napas. Berdasarkan data resmi, korban terdampak tersebar di wilayah Kedungpane sebanyak 15 orang, Tambakaji 2 orang, serta Bambankerep 5 orang. Kondisi kesehatan warga sekitar tempat pembuangan sampah tersebut terus dipantau secara berkala oleh petugas medis setempat.

​"Pemantauan kualitas udara dan kondisi kesehatan masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti lansia, balita, ibu hamil dan penyandang disabilitas, masih perlu dilakukan selama penanganan berlangsung," pungkas Endro mengingatkan pentingnya pengawasan.

Berdasarkan catatan media, insiden kebakaran pada akhir September ini merupakan kejadian ketiga kalinya melanda TPA Jatibarang sepanjang September 2026. Kebakaran serupa sebelumnya tercatat pernah terjadi pada tanggal 18 September serta tanggal 28 hingga 29 September 2026.