Viral Truk Koperasi Desa Merah Putih Ambil Stok di Gudang Swasta, Pemkot Surabaya Buka Suara
Admin WGM - Thursday, 21 May 2026 | 12:30 PM


Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akhirnya buka suara menyusul beredarnya sebuah rekaman video viral di media sosial yang memperlihatkan truk logistik Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih atau Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sedang memuat barang dari gudang milik perusahaan swasta, PT Indomarco. Melalui Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, serta Perdagangan (Dinkopdag) Kota Surabaya, pemerintah daerah memberikan penjelasan resmi guna meluruskan persepsi publik mengenai aktivitas rantai pasok tersebut.
Kepala Dinkopdag Kota Surabaya menjelaskan bahwa aktivitas armada truk KDMP di area pergudangan pihak swasta tersebut merupakan bagian dari mekanisme operasional pemenuhan stok komoditas yang sah. Kerja sama dengan distributor besar seperti PT Indomarco dilakukan demi memastikan ketersediaan pasokan barang pokok dan penting dengan harga yang kompetitif bagi masyarakat. Pihak Pemkot menegaskan bahwa pemanfaatan jaringan distribusi swasta ini tidak menyalahi aturan, melainkan bentuk pemenuhan logistik demi efisiensi operasional harian koperasi.
Kendati demikian, kehadiran dan perkembangan unit usaha Kopdes Merah Putih ini mulai menuai sorotan tajam dari kalangan pengamat ekonomi serta pelaku usaha lokal. Berdasarkan pantauan di lapangan, isi etalase barang yang dipajang di dalam gerai Kopdes Merah Putih dinilai tidak memiliki perbedaan jauh dengan tampilan visual maupun jenis produk yang dijual di minimarket modern atau ritel berjejaring pada umumnya. Hal ini memicu diskusi mengenai arah dan esensi dari program koperasi desa tersebut.
Menanggapi fenomena ini, salah seorang ekonom senior menyatakan bahwa pihak pengelola program perlu memberikan pembuktian rill di lapangan mengenai kebermanfaatan jangka panjang dari eksistensi koperasi ini. Menurutnya, pemenuhan fungsi ekonomi koperasi harus benar-benar menyentuh aspek kesejahteraan anggota, bukan sekadar menduplikasi model bisnis ritel modern yang sudah menjamur di tengah masyarakat.
Di sisi lain, kekhawatiran juga muncul dari sudut pandang para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) serta pemilik warung kelontong tradisional. Format penjualan dan penataan produk Kopdes Merah Putih yang menyerupai minimarket modern dikhawatirkan dapat mengancam eksistensi dan omzet pendapatan ekonomi pelaku usaha cilik di tingkat desa atau kelurahan. Jika tidak diregulasi dengan ketat terkait batasan zonasi dan segmentasi pasar, kehadiran Kopdes Merah Putih ditakutkan justru akan mematikan usaha-usaha mikro yang selama ini menjadi urat nadi perekonomian warga lokal.
Melalui klarifikasi dan masukan dari berbagai pihak ini, Pemkot Surabaya diharapkan dapat terus melakukan evaluasi, pengawasan, serta pendampingan yang intensif terhadap jalannya program Kopdes Merah Putih. Langkah tersebut dinilai sangat penting agar fungsi utama koperasi sebagai pilar ekonomi kerakyatan dapat berjalan beriringan dan saling menguatkan dengan sektor UMKM setempat, alih-alih menjadi kompetitor baru yang menekan ruang gerak pedagang tradisional.
Next News

Anak Tukang Becak Menangis Terancam Batal Kuliah, Imbas Ayahnya Mendadak Masuk Desil 9
an hour ago

Wakil Ketua Gerindra Banyumas Jadi Perantara Uang Rp650 Juta dalam Kasus Korupsi Unsoed
an hour ago

Bus Rombongan Pati Dilempari Batu di Tol Japek, Polisi Klarifikasi Soal Botok
an hour ago

Harga Minyak Dunia Merosot ke US$ 93 di Tengah Panasnya Rencana Sanksi Baru AS ke Iran
3 hours ago

Polemik Rekening Donasi Aksi 27 Agustus: Dari Sorotan Waketum MUI hingga Insiden Pelemparan Bus
5 hours ago

Polda Metro Luruskan Isu Rekening Donasi Aksi 27 Agustus: Bukan Diblokir
5 hours ago

Bukan Cuma Dongeng: Cara Seru Menceritakan Sirah Nabawiyah pada Anak di Rumah
5 hours ago

Unsoed Gempar! Rektor Tersangka KPK Kasus Jalur Mandiri, Prof Ali Rokhman Ditunjuk Jadi Plt.
a day ago

Tiba di Pekanbaru Disambut Asap, Prabowo Ancam Bawa Pelaku "Modus Mancing" ke Jakarta!
a day ago

Sumber Air Menyusut, BNPB Ungkap Pemadaman Karhutla Makin Sulit
a day ago





