Jumat, 22 Mei 2026
Walisongo Global Media
How's Going

Bawa Pengalaman Jakarta ke Timur Tengah, Anies Dipercaya Kelola Lembaga Strategis Riyadh

Admin WGM - Monday, 18 May 2026 | 01:30 PM

Background
Bawa Pengalaman Jakarta ke Timur Tengah, Anies Dipercaya Kelola Lembaga Strategis Riyadh
Anies Baswedan Jadi Penasihat Riyadh (Liputan6 /)

Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, kembali mencatatkan namanya di panggung internasional melalui peran baru di Timur Tengah. Tokoh kontemporer politik Indonesia tersebut secara resmi ditunjuk untuk menduduki posisi strategis sebagai bagian dari dewan penasihat urusan pembangunan dan perencanaan wilayah untuk Ibu Kota Arab Saudi, Riyadh. Penunjukan ini menegaskan pengakuan internasional terhadap rekam jejaknya dalam mengelola tata kota dan kebijakan publik, sekaligus membuka ruang kolaborasi global yang lebih luas dalam perancangan kota-kota masa depan.

Bergabungnya Anies ke dalam jajaran penasihat ini diharapkan dapat memberikan perspektif baru, khususnya dalam mengintegrasikan nilai-nilai keberlanjutan lingkungan dengan pertumbuhan ekonomi kota metropolitan yang pesat.

Pengakuan Kapasitas Tata Kota di Kancah Global

Penunjukan ini menjadi pembicaraan hangat di tanah air karena menunjukkan apresiasi luar biasa dari diadakannya reformasi perkotaan di negara-negara teluk terhadap figur dari Asia Tenggara. Melansir laporan Liputan6, kabar mengenai Anies Baswedan jadi dewan penasihat kota Riyadh Arab Saudi telah dikonfirmasi oleh pihak terkait. Riyadh saat ini tengah gencar melakukan transformasi infrastruktur besar-besaran demi menyukseskan proyek prestisius Saudi Vision 2030 di bawah arahan Putra Mahkota Mohammed bin Salman.

Pengalaman Anies dalam memimpin Jakarta, dengan segala kompleksitas transportasi publik, integrasi tata ruang, dan tata kelola sosial, dinilai menjadi poin krusial yang membuat otoritas Riyadh tertarik untuk merekrutnya ke dalam jajaran elit pemikir kota tersebut.

Masuk ke Dalam Lembaga Strategis Arab Saudi

Posisi yang diemban oleh mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI ini bukanlah jabatan seremonial belaka, melainkan berada di bawah struktur yang memiliki pengaruh kuat pada kebijakan pembangunan fisik kota. Melansir laporan Riau Kepri, dipastikan bahwa Anies jadi dewan penasihat lembaga strategis di Riyadh yang berfokus pada perancangan kota berkelanjutan dan tata ruang modern. Lembaga ini diisi oleh sejumlah pakar, akademisi, dan mantan birokrat lintas negara yang memiliki spesialisasi dalam bidang arsitektur urban serta ekonomi wilayah.

Tugas utama dari dewan penasihat ini adalah memberikan rekomendasi langsung terkait arah pembangunan megaproyek urban, digitalisasi layanan kota, hingga penyiapan Riyadh sebagai tuan rumah berbagai perhelatan akbar dunia di masa mendatang.

Langkah Baru Pasca-Kontestasi Politik Domestik

Bagi perjalanan karier personal Anies sendiri, penunjukan internasional ini dinilai sebagai pembuktian bahwa ruang pengabdian publik tidak terbatas pada kontestasi politik di dalam negeri semata. Melansir ulasan Merdeka.com, publik melihat fenomena ini sebagai langkah baru Anies Baswedan yang ditunjuk jadi penasihat kota Riyadh sebagai saluran aktualisasi gagasan-gagasannya mengenai konsep kota humanis yang inklusif di level dunia.

Langkah ini juga diprediksi akan semakin memperkuat posisi tawar diplomatik informal Indonesia di Arab Saudi, mengingat kedekatan hubungan personal yang terjalin antara tokoh nasional dengan pembuat kebijakan di Riyadh.

Prospek Kontribusi untuk Desain Riyadh Masa Depan

Melalui peran barunya, Anies diharapkan mampu membawa prinsip-prinsip pembangunan kota yang berorientasi pada keadilan sosial dan kelestarian ekologi, sebagaimana yang kerap ia gaungkan selama memimpin ibu kota RI. Tantangan Riyadh ke depan adalah mengubah kota gurun menjadi kota hijau yang ramah pejalan kaki dan efisien dalam penggunaan energi.

Dengan resminya penunjukan ini pada sisa tahun 2026, keterlibatan aktif Anies Baswedan di Arab Saudi akan menjadi perhatian penting bagi para pengamat kebijakan publik nasional dan internasional. Publik menantikan bagaimana implementasi ide-ide segar dari tanah air dapat beradaptasi dan mewarnai kemajuan arsitektur serta peradaban moderen di jantung Jazirah Arab tersebut.