Bawa Pengalaman Jakarta ke Timur Tengah, Anies Dipercaya Kelola Lembaga Strategis Riyadh
Admin WGM - Monday, 18 May 2026 | 01:30 PM


Mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, kembali mencatatkan namanya di panggung internasional melalui peran baru di Timur Tengah. Tokoh kontemporer politik Indonesia tersebut secara resmi ditunjuk untuk menduduki posisi strategis sebagai bagian dari dewan penasihat urusan pembangunan dan perencanaan wilayah untuk Ibu Kota Arab Saudi, Riyadh. Penunjukan ini menegaskan pengakuan internasional terhadap rekam jejaknya dalam mengelola tata kota dan kebijakan publik, sekaligus membuka ruang kolaborasi global yang lebih luas dalam perancangan kota-kota masa depan.
Bergabungnya Anies ke dalam jajaran penasihat ini diharapkan dapat memberikan perspektif baru, khususnya dalam mengintegrasikan nilai-nilai keberlanjutan lingkungan dengan pertumbuhan ekonomi kota metropolitan yang pesat.
Pengakuan Kapasitas Tata Kota di Kancah Global
Penunjukan ini menjadi pembicaraan hangat di tanah air karena menunjukkan apresiasi luar biasa dari diadakannya reformasi perkotaan di negara-negara teluk terhadap figur dari Asia Tenggara. Melansir laporan Liputan6, kabar mengenai Anies Baswedan jadi dewan penasihat kota Riyadh Arab Saudi telah dikonfirmasi oleh pihak terkait. Riyadh saat ini tengah gencar melakukan transformasi infrastruktur besar-besaran demi menyukseskan proyek prestisius Saudi Vision 2030 di bawah arahan Putra Mahkota Mohammed bin Salman.
Pengalaman Anies dalam memimpin Jakarta, dengan segala kompleksitas transportasi publik, integrasi tata ruang, dan tata kelola sosial, dinilai menjadi poin krusial yang membuat otoritas Riyadh tertarik untuk merekrutnya ke dalam jajaran elit pemikir kota tersebut.
Masuk ke Dalam Lembaga Strategis Arab Saudi
Posisi yang diemban oleh mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI ini bukanlah jabatan seremonial belaka, melainkan berada di bawah struktur yang memiliki pengaruh kuat pada kebijakan pembangunan fisik kota. Melansir laporan Riau Kepri, dipastikan bahwa Anies jadi dewan penasihat lembaga strategis di Riyadh yang berfokus pada perancangan kota berkelanjutan dan tata ruang modern. Lembaga ini diisi oleh sejumlah pakar, akademisi, dan mantan birokrat lintas negara yang memiliki spesialisasi dalam bidang arsitektur urban serta ekonomi wilayah.
Tugas utama dari dewan penasihat ini adalah memberikan rekomendasi langsung terkait arah pembangunan megaproyek urban, digitalisasi layanan kota, hingga penyiapan Riyadh sebagai tuan rumah berbagai perhelatan akbar dunia di masa mendatang.
Langkah Baru Pasca-Kontestasi Politik Domestik
Bagi perjalanan karier personal Anies sendiri, penunjukan internasional ini dinilai sebagai pembuktian bahwa ruang pengabdian publik tidak terbatas pada kontestasi politik di dalam negeri semata. Melansir ulasan Merdeka.com, publik melihat fenomena ini sebagai langkah baru Anies Baswedan yang ditunjuk jadi penasihat kota Riyadh sebagai saluran aktualisasi gagasan-gagasannya mengenai konsep kota humanis yang inklusif di level dunia.
Langkah ini juga diprediksi akan semakin memperkuat posisi tawar diplomatik informal Indonesia di Arab Saudi, mengingat kedekatan hubungan personal yang terjalin antara tokoh nasional dengan pembuat kebijakan di Riyadh.
Prospek Kontribusi untuk Desain Riyadh Masa Depan
Melalui peran barunya, Anies diharapkan mampu membawa prinsip-prinsip pembangunan kota yang berorientasi pada keadilan sosial dan kelestarian ekologi, sebagaimana yang kerap ia gaungkan selama memimpin ibu kota RI. Tantangan Riyadh ke depan adalah mengubah kota gurun menjadi kota hijau yang ramah pejalan kaki dan efisien dalam penggunaan energi.
Dengan resminya penunjukan ini pada sisa tahun 2026, keterlibatan aktif Anies Baswedan di Arab Saudi akan menjadi perhatian penting bagi para pengamat kebijakan publik nasional dan internasional. Publik menantikan bagaimana implementasi ide-ide segar dari tanah air dapat beradaptasi dan mewarnai kemajuan arsitektur serta peradaban moderen di jantung Jazirah Arab tersebut.
Next News

Terlibat Peredaran Gelap Narkoba, Kasat Narkoba Polres Tangsel AKP Pardiman Ditangkap Bareskrim
11 hours ago

Dituduh Maling Ayam Berujung Ajal: Ironi Aksi Brutal Warga di Tengah Pudarnya Rasa Kemanusiaan
12 hours ago

Satu Kesempatan Emas! BPS dan Bima Arya Ingatkan Pentingnya Kesiapan Hadapi Bonus Demografi
11 hours ago

Pekerja Rumah Eks Jampidsus Ditemukan Tewas, Penyidik Endus Kejanggalan
13 hours ago

PDIP Desak Pemerintah Buka Kembali Penyelidikan Kasus Kudatuli 27 Juli 1996
8 hours ago

Pesan Menohok Mahfud MD di KUII: Ormas Islam Jangan Cuma Amar Ma'ruf, Tapi Lupa Nahi Munkar
9 hours ago

Resmi! Tokoh La Via Campesina Henry Saragih Ditunjuk Jadi Sekjen Baru Partai Buruh
10 hours ago

Kronologi dr. Siti Zahra Maghfira, Dokter Internship yang Tewas Jatuh dari Lantai 18 Apartemen
11 hours ago

Polisi Tepis Isu Nasi Uduk dan Perusakan Masjid dalam Bentrokan Menteng, 200 Personel Gabungan Diterjunkan
12 hours ago

Peringatan Keras JPMorgan: Dampak Super El Nino Berpotensi Guncang Ketahanan Pangan dan Ekonomi RI
a day ago





