Jumat, 22 Mei 2026
Walisongo Global Media
How's Going

Santriwati Melahirkan di Pekalongan Jadi Sorotan, Keluarga Beri Klarifikasi

Admin WGM - Thursday, 21 May 2026 | 12:59 PM

Background
Santriwati Melahirkan di Pekalongan Jadi Sorotan, Keluarga Beri Klarifikasi
Ilustrasi

Warga Desa Kedungkebo, Kabupaten Pekalongan, digegerkan dengan kabar seorang perempuan muda yang disebut berstatus santriwati melahirkan seorang bayi. Peristiwa tersebut menjadi perbincangan masyarakat setelah informasi mengenai proses persalinan perempuan berinisial F (22) itu menyebar luas di media sosial dan lingkungan sekitar.

Menanggapi isu yang beredar, pihak keluarga akhirnya memberikan klarifikasi dalam pertemuan yang digelar di kediaman Slamet, Dukuh Keberkahan pada hari Rabu (20/5) malam. Dalam keterangannya, ayah F, Slamet, menyebut peristiwa yang dialami putrinya sebagai ujian dari Tuhan. Ia mengatakan, berdasarkan pengakuan anaknya, kehamilan tersebut disebut terjadi tanpa adanya hubungan fisik dengan laki-laki. Pengakuan itu, menurut Slamet, sempat membuat dirinya dan keluarga merasa bingung. Namun, terlepas dari itu, pihak keluarga telah menerimanya dengan ikhlas dan mengembalikan segalanya kepada keyakinan serta kuasa Allah.

"Kami sekeluarga sangat ikhlas menerima kejadian ini dan mengembalikan segalanya kepada keyakinan serta kuasa Allah. Inilah alasan mengapa selama ini kami terkesan tertutup dan tidak menuntut pihak manapun. Kalau kami harus menuntut, kepada siapa? Pacar saja dia tidak punya, tidak ada orang lain yang terlibat, jadi kami yakini ini memang sudah takdir dari Allah yang memberikan," tegas Slamet.

Terkait nasib bayi tersebut, keluarga menyampaikan bahwa anak itu saat ini tidak dirawat oleh mereka. Bayi laki-laki tersebut telah diserahkan dan diadopsi secara resmi oleh sebuah keluarga di daerah Banjarnegara.

Menanggapi hal itu, Kepala desa Kedungkebo, Nuhsani, membenarkan adanya klarifikasi tersebut.

"Benar, semalam keluarga sudah melakukan klarifikasi. Ayah F sudah menjelaskan kalau hamil ini kejadiannya dari mimpi dan keluarga pun sudah menerima dengan ikhlas," ungkapnya saat ditemui pada Kamis (21/5) di Balai Desa Kedungkebo, Kec. Karangdadap, Kab. Pekalongan.

Ayah F memilih untuk tidak menyalahkan apapun dan atau menuntut siapapun.

"Keluarga F juga tidak melaporkan siapapun kepada pihak kepolisian," imbuh Nuhsani.

Keluarga dan kepala desa berharap, dengan dilakukannya klarifikasi ini, masyarakat bisa berhenti menyebarkan rumor dan berspekulasi yang tidak benar. Pihak keluarga juga meminta agar masyarakat menghormati privasi F serta hal ini tidak menjadi perbincangan yang lebih luas lagi.