Menlu Sugiono Ungkap WNI yang Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusian Bukan Penculikan
Trista Aura - Thursday, 21 May 2026 | 03:54 PM


Operasi penyergapan yang dilakukan militer Israel menangkap sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2026, Senin (18/5/2026). Dalam penangkapan tersebut terdapat tiga jurnalis yang turut disandera, yakni Bambang Noroyono (jurnalis Republika), Andreas Pastio (jurnalis Tempo), dan Thoudy Badai (fotografer Republika).
Melansir laman Metro News, tim pengacara Global Sumud Flotilla menyampaikan bahwa saat ini WNI berada di Ashdod, Israel. Namun, Israel masih belum memberikan izin akses penuh untuk mengetahui kondisi kesehatan dan keselamatan para WNI yang ditahan.
"Sejauh ini belum ada kabar pasti tentang bagaimana kondisi mereka, kesehatan mereka. Kita terus menunggu dan memantau bagaimana kondisi mereka," ungkap Muhammad Husein, Rabu (20/5/2026).
Sementara itu, menyikapi permasalahan ini, Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono menyampaikan bahwa penahanan WNI yang terlibat misi kemanusiaan ke Gaza bukan penculikan. Kondisi pembebasan WNI ini memiliki kendala atas tindakan Israel yang tidak kenal lawan diserang serta Indonesia yang tidak memiliki hubungan diplomatik secara langsung, sehingga memerlukan pihak ketiga.
"Ini bukan kasus penculikan atau penyanderaan. Ini kasus kapal yang membawa bantuan ini diintersep karena memang mereka melarang. Israel melarang kapal apapun masuk ke wilayah tersebut," ungkap Sugiono dilansir dari laman Kompas TV, Rabu (20/5/2026).
Sugiono meyakini keberangkatan jurnalis dan aktivis menuju daerah berkonflik seperti Palestina, telah memahami risiko tinggi yang akan dihadapi saat mengikuti misi kemanusiaan. Meskipun demikian, Menlu Sugiono tetap memberikan apresiasi tinggi terhadap keberanian WNI untuk berpartisipasi dalam kemerdekaan Palestina.
Pemerintah Indonesia tengah mengupayakan pembebasan WNI yang disandera untuk segera dapat dipulangkan dalam waktu cepat dan dalam keadaan sehat. Sugiono menyampaikan bahwa ia telah menghubungi pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk terus memantau kondisi WNI dan akan memaksimalkan jalur diplomatik serta menjamin perlindungan penuh bagi WNI.
"Saya sendiri sudah menghubungi kedutaan kita atau perwakilan kita untuk berkomunikasi dengan Kementerian Luar Negeri di Yordania, Turki, Mesir untuk, pertama, mencari informasi yang akurat terkait posisi, situasi, dan keadaan dari saudara-saudara kita yang ditangkap," ungkap Sugiono, dilansir dari laman Merdeka.com, Rabu (20/5/2026).
Pemimpin Redaksi Republika, Andi Muhyiddin, menyampaikan bahwa WNI yang telah ditangkap sudah melewati tahap pemeriksaan dokumen dan dianggap aman atau tidak bersinggungan dengan organisasi teroris atau kriminal. Israel akan terus bertindak penuh untuk mencegah adanya pelanggaran dan perlawanan terkait kemerdekaan Gaza, Palestina.
Next News

Buntut Pembatalan Bebas Bersyarat Indra Kenz & Bechi, Kemenkumham Periksa Seluruh Petugas Lapas!
13 hours ago

Harga Minyak Dunia Meroket, Indonesia Bersiap Hadapi Imbas Inflasi dan Beban Subsidi.
13 hours ago

Status Gunung Anak Krakatau Naik Jadi Level III Siaga, Warga Dimbau Tak Panik
6 hours ago

Rumah Dinas Perwira TNI Diduga Jadi Markas Judol, 11 Orang Warga Sipil Diamankan
6 hours ago

Rombongan Pemuda Bawa Celurit Nabrak Gerobak Sate di Kedungwuni, Satu Meninggal Dunia
9 hours ago

Geger Belatung di Menu Makan Bergizi Gratis Banyuwangi, SPPG Beri Klarifikasi
a day ago

Kasus Pengeroyokan Usai SKNC 2026 Memanjang, Polisi Tetapkan 9 Tersangka
a day ago

MK Tolak Gugatan Ijazah Gibran, Tim Hukum Dorong Pemakzulan ke DPR
a day ago

Sembunyikan Sabu di Ayam Goreng Krispi, Nenek di Surabaya Gagalkan Penyelundupan Narkoba ke Lapas Porong
2 days ago

Gibran Tanggapi Putusan MK Soal Gugatan Ijazah, Tegaskan Lulus SMA dan Tetap Fokus Bekerja
2 days ago





