Tiyo Ardianto Kembali Alami Intimidasi Usai Mengikuti Demo di Gejayan
Trista Aura - Sunday, 14 June 2026 | 04:03 PM


Mantan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Gadjah Mada (UGM), Tiyo Ardianto, kembali mengalami tindakan intimidasi. Tiyo menemukan sebuah alat pelacak tidak dikenal yang terpasang di bagian bawah kerangka mobil yang dikendarainya setelah menghadiri aksi massa di kawasan Gejayan, Yogyakarta, (13/6/2026).
Melalui unggahan video di akun Instagram pribadinya pada Minggu (14/6/2026), Tiyo memperlihatkan momen saat dirinya memeriksa kolong mobil saudaranya yang ia pinjam. Ia menemukan sebuah perangkat pelacak jenis PBX Finder yang sengaja ditempelkan di rangka bawah kendaraan.
"Ini adalah satu kejadian yang sangat menjijikan, yang menunjukkan betapa menjijikannya juga rezim yang hari ini sedang berkuasa. Kita yang mengkritik untuk perbaikan bangsa," ungkap Tiyo dalam unggahan di laman Instagram pribadinya, (13/6/2026).
Tiyo menyatakan tidak mengetahui pasti siapa pihak yang bertanggung jawab atas pemasangan alat tersebut. Namun, ia menyoroti bahwa insiden ini merupakan bentuk pembungkaman digital dan fisik yang nyata terhadap kelompok kritis. Menurutnya, rezim kekuasaan saat ini kerap merespons kritik masyarakat dengan ancaman.
"Itu mobil saudara yang saya pinjam untuk bepergian sejak merasa tidak aman," ungkap Tiyo saat dikonfirmasi oleh Kompas, Minggu (14/6/2026).
Insiden ini menambah panjang rentetan teror yang dialami Tiyo akibat sikap kritisnya terhadap pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Sebelumnya, Tiyo tercatat pernah menjadi korban serangan siber berupa fitnah penggelapan dana KIP-K, intimidasi setelah aksi menolak UU TNI pada Maret 2025, hingga dikuntit oleh orang tidak dikenal di sebuah kedai pada awal 2026.
Meskipun intimidasi fisik maupun digital terus mengintai, Tiyo menegaskan tidak akan mundur dan akan tetap lantang menyuarakan aspirasi masyarakat. Merespons kejadian ini, sejumlah politikus mendesak aparat penegak hukum untuk segera mengusut tuntas dalang di balik teror pelacakan tersebut demi menjamin kebebasan berpendapat.
Next News

Buntut Pembatalan Bebas Bersyarat Indra Kenz & Bechi, Kemenkumham Periksa Seluruh Petugas Lapas!
15 hours ago

Harga Minyak Dunia Meroket, Indonesia Bersiap Hadapi Imbas Inflasi dan Beban Subsidi.
15 hours ago

Status Gunung Anak Krakatau Naik Jadi Level III Siaga, Warga Dimbau Tak Panik
8 hours ago

Rumah Dinas Perwira TNI Diduga Jadi Markas Judol, 11 Orang Warga Sipil Diamankan
8 hours ago

Rombongan Pemuda Bawa Celurit Nabrak Gerobak Sate di Kedungwuni, Satu Meninggal Dunia
11 hours ago

Geger Belatung di Menu Makan Bergizi Gratis Banyuwangi, SPPG Beri Klarifikasi
a day ago

Kasus Pengeroyokan Usai SKNC 2026 Memanjang, Polisi Tetapkan 9 Tersangka
a day ago

MK Tolak Gugatan Ijazah Gibran, Tim Hukum Dorong Pemakzulan ke DPR
a day ago

Sembunyikan Sabu di Ayam Goreng Krispi, Nenek di Surabaya Gagalkan Penyelundupan Narkoba ke Lapas Porong
2 days ago

Gibran Tanggapi Putusan MK Soal Gugatan Ijazah, Tegaskan Lulus SMA dan Tetap Fokus Bekerja
2 days ago





