Jumat, 23 Oktober 2026
Walisongo Global Media
How's Going

Terekam CCTV, Serangan Rudal Houthi Guncang Bandara Riyadh Saat Jemaah Umrah Bersiap Berangkat

Admin WGM - Monday, 12 October 2026 | 12:00 PM

Background
Terekam CCTV, Serangan Rudal Houthi Guncang Bandara Riyadh Saat Jemaah Umrah Bersiap Berangkat
suasana setelah serangan Houthi di Bandara Riyadh (tangkapan layar cctv bandara dari akun X/@AlArabiya_Eng/)

RIYADH – Suasana bandara yang semula dipenuhi calon penumpang mendadak berubah mencekam. Rekaman kamera pengawas (CCTV) memperlihatkan detik-detik serangan menghantam Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, ketika jemaah umrah tengah bersiap menuju gerbang keberangkatan.

Peristiwa ini menjadi sorotan setelah rekaman eksklusif yang diperoleh Al Arabiya English memperlihatkan kepanikan penumpang saat serangan terjadi. Sejumlah jemaah yang mengenakan pakaian ihram tampak berada di area keberangkatan ketika situasi berubah drastis akibat ledakan.

Insiden tersebut terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah. Kelompok Houthi yang berbasis di Yaman dikaitkan dengan serangan terhadap fasilitas penerbangan di Arab Saudi. Namun, laporan mengenai masing-masing serangan perlu dibedakan berdasarkan waktu dan lokasi kejadiannya.

Serangan Susulan Tewaskan Warga Pakistan

Berdasarkan laporan yang diterbitkan pada Senin, 12 Oktober 2026, serangan kembali terjadi di Bandara Internasional King Khalid pada Minggu (11/10/2026). Otoritas Umum Penerbangan Sipil Arab Saudi (GACA) melaporkan satu warga negara Pakistan meninggal dunia dan 11 orang lainnya mengalami luka-luka.

Para korban luka telah dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Sementara itu, otoritas setempat masih melakukan penilaian terhadap kerusakan material yang ditimbulkan akibat serangan tersebut.

Insiden pada Minggu itu terjadi sehari setelah serangan sebelumnya di bandara yang sama dilaporkan menewaskan 12 orang dan menyebabkan lebih dari 300 orang terluka. Rentetan kejadian tersebut memperlihatkan meningkatnya ancaman terhadap fasilitas penerbangan sipil di Arab Saudi.

Informasi mengenai jumlah korban tersebut merujuk pada laporan otoritas dan pemberitaan media internasional yang terbit pada 12 Oktober 2026. (Sumber: detikNews dan Al Jazeera)

Keselamatan Jemaah Umrah Menjadi Perhatian

Serangan di bandara internasional menjadi perhatian karena fasilitas tersebut digunakan oleh penumpang dari berbagai negara, termasuk jemaah umrah yang hendak berangkat maupun kembali ke negara asal.

Situasi keamanan yang belum menentu juga membuat calon penumpang perlu lebih cermat memantau perkembangan informasi penerbangan. Jemaah umrah yang berada di Arab Saudi disarankan memeriksa jadwal keberangkatan langsung kepada maskapai atau penyelenggara perjalanan, serta mengikuti arahan otoritas setempat.

Bagi warga negara Indonesia (WNI), Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Riyadh turut mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan menghindari perjalanan yang tidak mendesak ke kawasan bandara. WNI juga diminta memastikan status penerbangan sebelum berangkat menuju bandara.

Hingga informasi yang diberitakan pada 11 Oktober 2026, KBRI Riyadh menyatakan belum menerima laporan WNI yang menjadi korban meninggal maupun luka dalam serangan sebelumnya. Meski demikian, informasi mengenai kemungkinan WNI di antara korban luka masih memerlukan konfirmasi lebih lanjut.

Rentetan serangan tersebut menjadi pengingat bahwa keselamatan penumpang sipil harus menjadi perhatian utama di tengah konflik bersenjata. Perkembangan situasi dan informasi resmi dari otoritas terkait tetap perlu dipantau, terutama oleh jemaah umrah yang memiliki jadwal perjalanan ke atau dari Arab Saudi.