Kamis, 19 Februari 2026
Walisongo Global Media
Health

Stop Begadang! Intip Rahasia Tidur Nyenyak Biar Fokus Kerja Kamu Makin Tajam

Admin WGM - Monday, 16 February 2026 | 08:14 AM

Background
Stop Begadang! Intip Rahasia Tidur Nyenyak Biar Fokus Kerja Kamu Makin Tajam
Kerja makin fokus jangan begadang solusinya (pexels.com/mikoto.raw /)

Banyak orang menganggap tidur sebagai aktivitas pasif yang bisa dikorbankan demi mengejar produktivitas atau hiburan. Padahal, secara biologis, tidur adalah periode paling aktif bagi otak untuk melakukan pemeliharaan sistemik. Saat Anda memangkas waktu istirahat malam, Anda sebenarnya sedang merusak fondasi kesehatan mental dan kemampuan kognitif Anda sendiri.

Kaitan antara tidur yang cukup dengan mood (suasana hati) serta fokus bukan sekadar sugesti. Terdapat mekanisme neurosains yang menjelaskan mengapa kurang tidur satu malam saja dapat membuat seseorang menjadi mudah marah, cemas, dan sulit berkonsentrasi.

1. Konsolidasi Emosi dalam Fase REM

Selama tidur, kita melewati beberapa fase, salah satunya adalah fase REM (Rapid Eye Movement). Di fase inilah otak memproses pengalaman emosional yang terjadi sepanjang hari.

Otak akan mengevaluasi memori, memisahkan fakta dari emosi yang menyertainya, dan membantu meredakan respons stres. Tanpa tidur yang cukup, amigdala (pusat emosi di otak) menjadi 60% lebih reaktif. Inilah alasan mengapa setelah kurang tidur, hal-hal kecil yang biasanya tidak mengganggu bisa terasa sangat menyebalkan dan membuat mood berantakan.

2. Pembersihan "Sampah" Metabolik (Sistem Glimfatik)

Saat kita tidur, sistem yang disebut sistem glimfatik bekerja seperti petugas kebersihan di otak. Sistem ini memompa cairan serebrospinal untuk membilas racun-racun metabolik yang menumpuk selama kita terjaga, termasuk protein beta-amyloid.

Jika racun ini tidak dibersihkan melalui tidur yang berkualitas, tumpukannya akan mengganggu komunikasi antar-neuron. Akibatnya, Anda akan mengalami brain fog atau kabut otak, di mana kecepatan berpikir melambat dan kemampuan fokus pada satu tugas menjadi sangat berat.

3. Pemulihan Korteks Prefrontal

Fokus dan fungsi eksekutif seperti mengambil keputusan, memecahkan masalah, dan mengontrol impuls dikendalikan oleh korteks prefrontal. Bagian otak ini sangat sensitif terhadap kurangnya asupan energi yang didapat dari tidur.

Kurang tidur menyebabkan komunikasi antara korteks prefrontal dan amigdala terputus. Tanpa kendali dari korteks prefrontal, fokus Anda akan mudah teralihkan oleh gangguan kecil, dan Anda kehilangan kemampuan untuk memprioritaskan tugas-tugas penting di tempat kerja.

4. Keseimbangan Hormon Dopamin dan Kortisol

Tidur membantu mengatur ulang tingkat hormon dalam tubuh. Tidur yang cukup menjaga sensitivitas reseptor dopamin, hormon yang memberikan rasa motivasi dan kepuasan.

Sebaliknya, kurang tidur memicu lonjakan kortisol (hormon stres). Kadar kortisol yang tinggi di pagi hari akibat kurang tidur tidak hanya membuat Anda merasa tegang, tetapi juga menguras energi mental dengan cepat, sehingga Anda merasa lelah sebelum hari benar-benar dimulai.

Tidur yang cukup idealnya 7 hingga 9 jam bagi orang dewasa bukanlah sebuah kemewahan, melainkan kebutuhan biologis yang mutlak. Dengan memprioritaskan tidur, Anda sebenarnya sedang melakukan investasi terbesar untuk kesehatan mental dan efisiensi kerja. Fokus yang tajam dan suasana hati yang stabil adalah hasil dari otak yang telah "dicuci bersih" dan dipulihkan kekuatannya melalui istirahat malam yang berkualitas.