Kamis, 19 Februari 2026
Walisongo Global Media
Health

Stop Banding-bandingin! Cara Tetap Tenang Liat Story Teman yang Liburannya Lebih Mewah dari Kamu

Admin WGM - Sunday, 15 February 2026 | 03:11 PM

Background
Stop Banding-bandingin! Cara Tetap Tenang Liat Story Teman yang Liburannya Lebih Mewah dari Kamu
(iStock/)

Minggu sore jam segini biasanya jadi waktu puncak "Polusi Visual" di media sosial. Sambil rebahan di kasur, jari kita otomatis scrolling Instagram atau TikTok, lalu muncullah Story teman yang lagi fine dining, liburan di Bali, atau pamer kado Valentine yang harganya bikin melongo.

Tiba-tiba, rasa nyaman kamu di kasur hilang. Kamu mulai mikir, "Kok hidup gue gini-gini aja ya?" atau "Kapan ya gue bisa kayak gitu?". Tenang, Bro, itu namanya FOMO (Fear of Missing Out) bercampur rasa minder, dan itu wajar banget.

Biar mental kamu nggak makin "kentang" sore ini, yuk terapin cara berpikir ini:

1. Ingat: Itu Cuma "Highlight Reel", Bukan Seluruh Film

Jangan pernah bandingin behind the scene (dapur) hidup kamu dengan highlight reel (cuplikan terbaik) hidup orang lain.

  • Faktanya: Orang cuma posting 1% momen terbaik mereka. Kamu nggak lihat drama di balik layar mereka, mulai dari cicilan yang numpuk, debat sama pasangan sebelum foto, atau capeknya perjalanan. Mereka cuma pilih satu detik yang paling estetik.

2. Berlatih "Digital Minimalism" Sore Ini

Kalau kamu rasa konten tertentu mulai bikin dada sesak atau mood berantakan, itu sinyal dari otakmu untuk berhenti.

  • Triknya: Gunakan fitur Mute kalau perlu. Mengamankan ketenangan pikiranmu jauh lebih penting daripada tetap update soal kemewahan orang lain. Ingat, kamu punya kendali penuh atas apa yang masuk ke matamu.

3. JOMO: The Joy of Missing Out

Di tahun 2026, tren sudah bergeser dari FOMO ke JOMO. Ini adalah seni menikmati kenyataan bahwa kamu nggak ada di sana, dan itu nggak apa-apa.

  • Triknya: Rasakan nikmatnya nggak harus dandan rapi, nggak harus macet-macetan di jalan, dan nggak harus pusing mikirin angle foto yang bagus. Keheningan dan kenyamanan kasurmu itu mewah bagi orang yang lagi sibuk mengejar konten di luar sana.

4. Fokus pada "Micro-Wins" Kamu Sendiri

Daripada melihat apa yang orang lain punya, coba ingat-ingat apa yang berhasil kamu lakukan minggu ini.

  • Triknya: Mungkin kamu berhasil tidur cukup, bisa makan makanan kesukaan, atau sekadar berhasil menyelesaikan tugas tepat waktu. Itu semua adalah kemenangan. Kebahagiaan itu subjektif, Bro. Standar orang lain nggak bisa jadi penggaris buat ngukur hidup kamu.

Tips Menghentikan Kebiasaan Bandingin Diri:

  1. Bersyukur secara spesifik: Tulis atau sebutkan 3 hal kecil yang bikin kamu senyum hari ini (misal: "Kopi tadi sore enak banget").
  2. Ubah perspektif: Daripada bilang "Iri banget", coba ubah jadi "Keren ya dia bisa ke sana, semoga suatu saat gue juga bisa kalau waktunya pas".
  3. Log Out: Kalau sudah mulai "panas", simpan HP-mu, ambil buku, atau ajak ngobrol orang rumah. Dunia nyata jauh lebih luas daripada layar 6 inci itu.

Media sosial itu cuma panggung sandiwara yang sudah diedit sedemikian rupa. Hidupmu yang apa adanya sore ini—dengan kaos oblong dan santai di rumah—adalah kemewahan bagi kesehatan mentalmu. Jangan biarkan update orang lain merampas kedamaian Minggu soremu.

Kamu cukup, hidupmu berharga, dan Senin besok adalah kesempatan baru buat jadi versi terbaik dirimu sendiri.