Jumat, 23 Oktober 2026
Walisongo Global Media
How's Going

Solusi Atasi Asap Karhutla, Presiden Prabowo Sebut Air Hujan dan Mitigasi Desa Menjadi Kunci Utama

Azizatul Khifdiyah - Tuesday, 13 October 2026 | 11:28 AM

Background
Solusi Atasi Asap Karhutla, Presiden Prabowo Sebut Air Hujan dan Mitigasi Desa Menjadi Kunci Utama
Simak berita lengkap mengenai langkah Presiden RI Prabowo Subianto dalam mengatasi asap karhutla melalui solusi air hujan, pencegahan presisi, serta penyiapan 70 ribu polisi hutan. (Kompas.com/)

​Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan bahwa air hujan memegang peranan yang sangat penting dalam upaya mengatasi asap akibat kebakaran hutan dan lahan. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Presiden di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin, 12 Oktober 2026. Laporan mengenai hal ini dilansir dari portal berita Kompas.com.

​"Ya masalah asap nanti kita minta masukan para profesor kita bagaimana serta menilai bahwa ujungnya hanya hujan air saja," ujar Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (12/10/2026).

Keterangan tersebut disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden pada Selasa, 13/10/2026. Kepala Negara menilai bahwa solusi akhir dari penanganan asap karhutla memang bergantung pada turunnya air hujan.

​Dalam upaya merumuskan strategi penanganan yang komprehensif, Prabowo telah melakukan pertemuan khusus dengan para pakar dan profesor dari berbagai perguruan tinggi. Para akademisi tersebut menekankan pentingnya pelaksanaan mitigasi yang terstruktur agar bencana karhutla tidak terus berulang. Pertemuan penting ini menghasilkan rumusan langkah pencegahan yang dinilai lebih efektif dan tepat sasaran.

​"Tapi kita dengan strategi yang kita telah bahas, waktu saya kumpulkan para pakar dari semua kampus, ya para profesor-profesor itu dan mereka ahli-ahli dari daerah-daerah sendiri, bahwa langkah nanti yang paling utama adalah pencegahan presisi, mitigasi di tingkat paling bawah, di tingkat desa," sambungnya.

Strategi pencegahan presisi ini difokuskan langsung pada wilayah akar rumput untuk menghentikan potensi kebakaran sejak dini. Langkah tersebut diharapkan mampu meminimalisir dampak buruk karhutla secara signifikan.

​Sebagai bagian dari penguatan mitigasi di lapangan, Prabowo meminta Menteri PAN-RB untuk menyiapkan sebanyak 70 ribu polisi hutan. Penambahan personel ini bertujuan agar kawasan hutan di tanah air dapat dijaga dan diawasi secara maksimal. Pemerintah ingin memastikan bahwa penjagaan hutan dilakukan oleh tenaga terlatih yang siap siaga.

​"Ya kalau nggak ya minta dilatih lah oleh polisi atau oleh tentara karena namanya juga polisi hutan dan Kapolri nanti bisa bantu didik polisi hutan ya," ucap Prabowo.

Pelatihan khusus dari unsur kepolisian dan TNI ini dinilai sangat penting untuk membentuk kesiapan mental serta fisik para personel baru. Pembinaan tersebut akan memastikan para polisi hutan memiliki kompetensi yang mumpuni dalam menjalankan tugas pengamanan.

​Menanggapi kondisi geografis nusantara, Prabowo mengakui bahwa persoalan alam di Indonesia memang tergolong sangat berat. Namun, berkat intervensi dan langkah tegas pemerintah yang turun tangan secara besar-besaran, luas lahan yang terbakar berhasil ditekan secara drastis. Penurunan tersebut tercatat dari ratusan ribu hektar hingga kini tersisa di bawah seribu hektar saja.

​"Alam kita berat tapi dari ratusan ribu beberapa minggu lalu kita sekarang di bawah 1.000 dan kalau enggak kita turun tangan secara besar-besaran enggak bisa apalagi nanti kita mau adakan mitigasi ke depan," tegasnya.

Komitmen pemerintah dalam menanggulangi bencana karhutla akan terus dilanjutkan melalui berbagai program mitigasi yang berkelanjutan. Keberhasilan menekan angka karhutla ini menunjukkan keseriusan negara dalam melindungi kelestarian lingkungan hidup.