SMK Muhammadiyah Pekalongan Buka Pintu untuk Semua Siswa Non-Muslim, Revano Wujud Inklusif Komitmen
Trista - Saturday, 16 May 2026 | 11:04 AM


SMK Muhammadiyah Pekalongan menjadi sorotan publik karena salah satu lulusan terbaiknya, Revano, menjadi satu-satunya siswa keturunan Tionghoa beragama Katolik di sekolahnya tersebut. Sekolah dalam satu yayasan Muhammadiyah yang diketahui berbasis Islam tersebut membuka pintu lebar untuk kemajuan pendidikan di Indonesia tanpa pandang latar belakang.
Hal inilah yang menjadi alasan kuat Revano memilih SMK Muhammadiyah Pekalongan, yaitu menimba ilmu dengan kualitas pembelajaran otomotif yang sesuai dengan minatnya di bidang teknik sepeda motor.
"Memilih di SMK ini karena yang ada jurusan teknik sepeda motor di Pekalongan kan ada dua, SMK Dwija Praja dan SMK Muhammadiyah. Yang bagus kan SMK Muhammadiyah, saya pilih di sini," ungkap Revano, dilansir dari laman Suara Muhammadiyah, Selasa (12/5/2026).
Revano bukanlah siswa non-Islam pertama yang bersekolah di SMK Muhammadiyah Pekalongan. Sebelumnya, sudah ada siswa non-Islam yang bersekolah di sini, tetapi akhirnya pindah karena mengikuti pekerjaan orang tua di tempat lain.
"Dari Revanonya, sudah pernah saya ajak ngobrol secara langsung. Tidak ada masalah, justru akrab dengan teman-temannya. Jadi teman-temannya itu bisa menerima Revano dan bergaul seperti biasa, tidak ada hal yang dibeda-bedakan," ungkap Mustofa, Humas SMK Muhammadiyah Pekalongan, kepada WGM, (15/5/2026).
Lingkungan pendidikan di sekolah tersebut sangat sehat dan saling mendukung satu sama lain sehingga siswa tidak ada yang merasa didiskriminasi meskipun memiliki latar belakang yang berbeda. Revano tetap mendapatkan hak pendidikan agama sesuai keyakinannya dengan mengikuti praktik keagamaan di SMAN 1 Pekalongan.
"Sekolah kami berharap untuk anak-anak yang non-Muslim, bisa memilih SMK Muhammadiyah sebagai alternatif SMK. Seperti yang kita tahu, di Pekalongan banyak etnis, sedangkan sekolah kejuruan SMK sedikit. Dari ini bisa jadi pilihan dan kami menerima secara terbuka," lanjut Mustofa.
Pernyataan ini sejalan dengan Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah Pekalongan, Kusnawan, yang menyampaikan pendidikan Muhammadiyah untuk semua umat tanpa pengelompokan yang signifikan. Menariknya, Revano menjadi salah satu siswa berprestasi yang dibuktikan dari nilai tinggi dan diterima bekerja di Jepang sesuai dengan jurusannya.
"Kami sangat toleran terhadap perbedaan itu. Revano juga menjadi siswa yang berprestasi dan perbedaannya itu bukan jadi masalah dia untuk bersekolah, apalagi bersosialisasi di sekolah ini," tutur Kusnawan, Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah, saat ditemui oleh WGM, (15/05/2026).
Kusnawan juga menyampaikan keunikan yang dimiliki para siswanya ini bermacam-macam. Rekan Revano yang menjadi lulusan terbaik, setiap malamnya harus melaut, tetapi tetap bisa menyeimbangkan persoalan sekolahnya. Sama halnya dengan Revano, rekannya tersebut juga telah diterima kerja di Jakarta. Pencapaian ini menjadi komitmen Muhammadiyah untuk mendukung tercapainya pendidikan berkualitas bagi tunas muda.
Next News

Khofifah Serukan Budaya Membaca Jadi Tren Masa Kini pada Hari Buku Nasional 2026
in 6 hours

Waspada Penipuan Jual Beli Lokasi SPPG, BGN Imbau Masyarakat Gunakan Hotline Resmi
in 5 hours

Rupiah Makin Melemah, Prabowo Tegas Dolar Tidak Berdampak Bagi Warga Desa
in 5 hours

Polda Metro Jaya Selidiki Kasus Pria Grogol Dikeroyok dan Dilempar dari Lantai Dua
19 hours ago

Prabowo Resmikan Museum Buruh Marsinah, Lontar Guraan Satire ke Menteri LH
20 hours ago

Haru Biru Gim Suyati, TKW Asal Batang Berhasil Pulang ke Batang Usai Ditipu 3 Dekade Kerja Ilegal di Malaysia
a day ago

Nobar Pesta Babi Demi Jaga Kewarasan
2 days ago

Buntut Panjang Dugaan Perundungan, Seorang Anak Laki-Laki di Batang Luka Bakar Serius Disiram Bensin
3 days ago

Fokus RUU Perampasan Aset, Komisi III DPR Sebut Regulasi Harus Ketat dan Presisi
3 days ago

Langgar Kedaulatan, Jet Tempur Austria Paksa Pesawat Militer AS Keluar Wilayah Udara
3 days ago



