Minggu, 17 Mei 2026
Walisongo Global Media
How's Going

SMK Muhammadiyah Pekalongan Buka Pintu untuk Semua Siswa Non-Muslim, Revano Wujud Inklusif Komitmen

Trista - Saturday, 16 May 2026 | 11:04 AM

Background
SMK Muhammadiyah Pekalongan Buka Pintu untuk Semua Siswa Non-Muslim, Revano Wujud Inklusif Komitmen
Pelepasan Revano, Siswa Katolik di SMK Muhammadiyah Pekalongan (Muhammadiyah /)

SMK Muhammadiyah Pekalongan menjadi sorotan publik karena salah satu lulusan terbaiknya, Revano, menjadi satu-satunya siswa keturunan Tionghoa beragama Katolik di sekolahnya tersebut. Sekolah dalam satu yayasan Muhammadiyah yang diketahui berbasis Islam tersebut membuka pintu lebar untuk kemajuan pendidikan di Indonesia tanpa pandang latar belakang.

Hal inilah yang menjadi alasan kuat Revano memilih SMK Muhammadiyah Pekalongan, yaitu menimba ilmu dengan kualitas pembelajaran otomotif yang sesuai dengan minatnya di bidang teknik sepeda motor.

"Memilih di SMK ini karena yang ada jurusan teknik sepeda motor di Pekalongan kan ada dua, SMK Dwija Praja dan SMK Muhammadiyah. Yang bagus kan SMK Muhammadiyah, saya pilih di sini," ungkap Revano, dilansir dari laman Suara Muhammadiyah, Selasa (12/5/2026).

Revano bukanlah siswa non-Islam pertama yang bersekolah di SMK Muhammadiyah Pekalongan. Sebelumnya, sudah ada siswa non-Islam yang bersekolah di sini, tetapi akhirnya pindah karena mengikuti pekerjaan orang tua di tempat lain.

"Dari Revanonya, sudah pernah saya ajak ngobrol secara langsung. Tidak ada masalah, justru akrab dengan teman-temannya. Jadi teman-temannya itu bisa menerima Revano dan bergaul seperti biasa, tidak ada hal yang dibeda-bedakan," ungkap Mustofa, Humas SMK Muhammadiyah Pekalongan, kepada WGM, (15/5/2026).

Lingkungan pendidikan di sekolah tersebut sangat sehat dan saling mendukung satu sama lain sehingga siswa tidak ada yang merasa didiskriminasi meskipun memiliki latar belakang yang berbeda. Revano tetap mendapatkan hak pendidikan agama sesuai keyakinannya dengan mengikuti praktik keagamaan di SMAN 1 Pekalongan.

"Sekolah kami berharap untuk anak-anak yang non-Muslim, bisa memilih SMK Muhammadiyah sebagai alternatif SMK. Seperti yang kita tahu, di Pekalongan banyak etnis, sedangkan sekolah kejuruan SMK sedikit. Dari ini bisa jadi pilihan dan kami menerima secara terbuka," lanjut Mustofa.

Pernyataan ini sejalan dengan Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah Pekalongan, Kusnawan, yang menyampaikan pendidikan Muhammadiyah untuk semua umat tanpa pengelompokan yang signifikan. Menariknya, Revano menjadi salah satu siswa berprestasi yang dibuktikan dari nilai tinggi dan diterima bekerja di Jepang sesuai dengan jurusannya.

"Kami sangat toleran terhadap perbedaan itu. Revano juga menjadi siswa yang berprestasi dan perbedaannya itu bukan jadi masalah dia untuk bersekolah, apalagi bersosialisasi di sekolah ini," tutur Kusnawan, Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah, saat ditemui oleh WGM, (15/05/2026).

Kusnawan juga menyampaikan keunikan yang dimiliki para siswanya ini bermacam-macam. Rekan Revano yang menjadi lulusan terbaik, setiap malamnya harus melaut, tetapi tetap bisa menyeimbangkan persoalan sekolahnya. Sama halnya dengan Revano, rekannya tersebut juga telah diterima kerja di Jakarta. Pencapaian ini menjadi komitmen Muhammadiyah untuk mendukung tercapainya pendidikan berkualitas bagi tunas muda.