Khofifah Serukan Budaya Membaca Jadi Tren Masa Kini pada Hari Buku Nasional 2026
Admin WGM - Sunday, 17 May 2026 | 04:55 PM


Peringatan Hari Buku Nasional (Harbuknas) 2026 yang jatuh pada tanggal 17 Mei menjadi momentum krusial bagi seluruh elemen bangsa untuk merefleksikan kembali kondisi literasi di tanah air. Di tengah gempuran arus informasi digital yang kian masif, buku tetap memegang peran sentral sebagai pilar utama dalam pembentukan karakter dan kecerdasan masyarakat. Berbagai tokoh daerah dan pengamat literasi memanfaatkan peringatan tahun ini untuk menyerukan gerakan gemar membaca sekaligus mengevaluasi tantangan distribusi bahan bacaan yang belum merata di sejumlah pelosok daerah.
Melalui sinergi antarlembaga pemerintah dan komunitas literasi, Harbuknas 2026 diharapkan tidak sekadar menjadi seremonial tahunan, melainkan sebuah gerakan konkret untuk menumbuhkan kecintaan terhadap ilmu pengetahuan.
Membaca sebagai Gaya Hidup dan Kebiasaan Baru
Peringatan tahun ini terasa kian istimewa karena bertepatan dengan momentum hari jadi lembaga literasi tertinggi di tingkat nasional. Melansir laporan Radar Surabaya, dalam peringatan Hari Buku Nasional 2026 dan HUT ke-46 Perpusnas RI, Gubernur Khofifah mengajak masyarakat jadikan membaca sebagai gaya hidup. Dalam sambutannya, Khofifah menekankan bahwa kemampuan membaca yang baik akan melahirkan masyarakat yang kritis, inovatif, dan tidak mudah terpengaruh oleh berita bohong (hoax).
Ia mendorong transformasi perpustakaan daerah agar bertransformasi menjadi ruang publik yang inklusif, nyaman, dan berbasis teknologi guna menarik minat generasi muda. Kebiasaan membaca harus ditanamkan sejak dini dari lingkungan keluarga agar anak-anak tumbuh dengan daya nalar yang kuat.
Buku Sebagai Penanda Perkembangan Peradaban
Eksistensi buku dalam sejarah kemanusiaan diakui memiliki andil besar dalam merekam jejak pemikiran dan penemuan penting. Melansir laporan Babel Insight, peringatan Hari Buku Nasional merupakan penanda peradaban yang menunjukkan tingkat kemajuan suatu bangsa. Melalui lembaran-lembaran buku, nilai-nilai budaya, tradisi, dan ilmu pengetahuan dapat diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya tanpa kehilangan relevansinya.
Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai para penulis dan mempermudah akses rakyatnya terhadap buku-buku berkualitas. Oleh karena itu, iklim industri penerbitan domestik perlu terus didukung agar mampu memproduksi karya-karya bermutu yang dapat bersaing di kancah internasional.
Penguatan Fondasi Budaya Literasi Nasional
Di tingkat daerah, kesadaran untuk menggalakkan minat baca terus disuarakan melalui lembaga penyiaran publik. Melansir laporan RRI Toli-Toli, peringatan Hari Buku Nasional menjadi momentum untuk meningkatkan budaya literasi secara berkelanjutan di seluruh lapisan masyarakat, khususnya di wilayah hilir dan terpencil. Penguatan literasi di tingkat daerah dilakukan dengan memperbanyak stok buku di perpustakaan desa serta mengoptimalkan peran taman bacaan masyarakat.
Diharapkan, dengan meningkatnya literasi di daerah, ketimpangan kualitas pendidikan antara kota besar dan wilayah pelosok dapat dikikis secara bertahap.
Menghadapi Tantangan Literasi Moderen
Meski berbagai kampanye telah dijalankan, dunia literasi Indonesia masih dihadapkan pada realitas yang cukup berat. Melansir analisis Asatunews, refleksi Hari Buku Nasional membedah berbagai tantangan literasi yang dihadapi bangsa saat ini, termasuk rendahnya daya beli masyarakat terhadap buku fisik dan tingginya harga kertas. Selain itu, minat baca yang rendah sering kali berbanding terbalik dengan tingginya durasi penggunaan gawai (gadget) untuk aktivitas hiburan digital non-edukatif.
Tantangan ini menuntut para pelaku industri kreatif dan pemerintah untuk berinovasi, salah satunya dengan memperbanyak platform buku digital (e-book) yang legal, murah, dan mudah diakses oleh masyarakat luas. Langkah adaptif ini dinilai krusial agar esensi dari perayaan Hari Buku Nasional dapat menyentuh generasi zilenial dan alfa yang mendominasi demografi Indonesia.
Next News

Anak Tukang Becak Menangis Terancam Batal Kuliah, Imbas Ayahnya Mendadak Masuk Desil 9
in 7 hours

Wakil Ketua Gerindra Banyumas Jadi Perantara Uang Rp650 Juta dalam Kasus Korupsi Unsoed
in 6 hours

Bus Rombongan Pati Dilempari Batu di Tol Japek, Polisi Klarifikasi Soal Botok
in 6 hours

Harga Minyak Dunia Merosot ke US$ 93 di Tengah Panasnya Rencana Sanksi Baru AS ke Iran
in 5 hours

Polemik Rekening Donasi Aksi 27 Agustus: Dari Sorotan Waketum MUI hingga Insiden Pelemparan Bus
in 3 hours

Polda Metro Luruskan Isu Rekening Donasi Aksi 27 Agustus: Bukan Diblokir
in 3 hours

Bukan Cuma Dongeng: Cara Seru Menceritakan Sirah Nabawiyah pada Anak di Rumah
in 2 hours

Unsoed Gempar! Rektor Tersangka KPK Kasus Jalur Mandiri, Prof Ali Rokhman Ditunjuk Jadi Plt.
17 hours ago

Tiba di Pekanbaru Disambut Asap, Prabowo Ancam Bawa Pelaku "Modus Mancing" ke Jakarta!
18 hours ago

Sumber Air Menyusut, BNPB Ungkap Pemadaman Karhutla Makin Sulit
19 hours ago





