Minggu, 17 Mei 2026
Walisongo Global Media
How's Going

Polda Metro Jaya Selidiki Kasus Pria Grogol Dikeroyok dan Dilempar dari Lantai Dua

Admin WGM - Saturday, 16 May 2026 | 04:45 PM

Background
Polda Metro Jaya Selidiki Kasus Pria Grogol Dikeroyok dan Dilempar dari Lantai Dua
Pengeroyokan Grogol Petamburan (Tv One News /)

Dugaan pengeroyokan seorang pria berinisial DM terjadi di sebuah tempat biliar kawasan Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Minggu (10/5/2026). Kasus ini berbuntut panjang dengan adanya narasi korban dilempar dari lantai 2 hingga tewas. Polda Metro Jaya langsung menyelidiki insiden ini dengan memanggil sejumlah saksi untuk memberikan keterangan.

Selain itu, polisi telah mengantongi sejumlah dokumen untuk membantu proses penyelidikan, seperti rekaman CCTV di sekitar lokasi, dan melakukan pengecekan TKP (tempat kejadian perkara) secara langsung. Penanganan kasus ini berdasarkan laporan warga serta beredarnya video yang memperlihatkan korban di sebuah rumah sakit pada ruang maya Instagram.

"Terkait informasi yang menyebutkan korban dilempar dari lantai 2, hal tersebut masih dalam proses penyelidikan. Korban diduga dikeroyok oleh beberapa orang, lalu terjatuh ke lantai dasar dan tidak sadarkan diri," ungkap Kombes Pol. Budi Hermanto, Kabid Humas Polda Metro Jaya, dilansir dari laman Antara, Sabtu (16/5/2026).

Peristiwa tersebut bermula saat korban sedang bermain biliar dengan kekasihnya. Saat di tempat kejadian, terjadi keributan antara kekasihnya dan seorang perempuan lain. Korban yang berusaha melerai justru menjadi sasaran pengeroyokan oleh lebih dari 15 orang. Setelah didorong dari lantai dua, korban sempat dikeroyok kembali oleh kelompok orang tersebut.

"Udah digebukin di atas kayak gitu-gitu, terus didorong dari lantai dua. Udah didorong lagi di lantai dua nih, udah jatuh ke bawah masih diinjek-injek juga," ungkap kakak korban, Mita, dilansir dari laman Kompas, Jumat (15/5/2026).

Saat ini, kasus tersebut masih dalam penanganan polisi dan belum ditetapkan terduga pelaku dalam insiden ini. Pada waktu yang sama dengan kejadian, korban segera dibawa ke RS Tarakan untuk mendapatkan penanganan medis dan dirawat beberapa hari, tetapi nyawanya tidak dapat tertolong.