Nobar Pesta Babi Demi Jaga Kewarasan
Luluk - Friday, 15 May 2026 | 12:19 PM


Di tengah ramainya perbincangan nasional soal pembubaran nonton bareng (nobar) "Pesta Babi" di sejumlah wilayah, pemutaran "Pesta Babi" yang diadakan oleh Konsolidasi Masyarakat Sipil justru disambut antusias oleh masyarakat Pekalongan. Acara yang digelar di halaman Gedung E, Universitas Pekalongan (UNIKAL) pukul 18.00 WIB (14/5) dihadiri oleh hampir 200 orang, baik dari elemen mahasiswa maupun elemen masyarakat. Syakif, Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UNIKAL mengaku bahwa peserta nobar malam ini melampaui ekspektasi.
"Ekspektasi awal itu paling 50 orang yang datang. Dan ini di luar ekspektasi, ini sekitar hampir 200 orang," ujar Syakif saat diwawancarai, Kamis (14/5) malam.
Film dokumenter karya Dandhy Laksono itu menyoroti persoalan Papua, mulai dari ekspansi proyek industri dan food estate, hilangnya hutan adat, hingga dampaknya terhadap masyarakat lokal. Suasana nobar berlangsung sederhana namun penuh perhatian. Peserta tampak serius mengikuti jalannya film hingga sesi diskusi dimulai. Forum diskusi ini dipandu oleh Imam Nurhuda perwakilan dari Save Pekalongan yang dibantu oleh Nadia Pitaloka perwakilan BEM UNIKAL. Sementara itu, diskusi akan dipantik oleh Rizky Riyansyah dari WALHI (Wahana Lingkungan Hidup Indonesia) Jawa Tengah dan Haris Aufa selaku penggerak sosial di Pekalongan.
Film yang bercerita tentang perusakan lingkungan di Papua itu, masih linear dengan kondisi di lingkungan Pekalongan. Hal tersebut disampaikan oleh Syakif, sekaligus menjadi alasan yang melatarbelakangi diadakannya kegiatan tersebut.
"Di pekalongan ini kita coba berikan informasi ke masyarakat umum dan mahasiswa. Yang melatarbelakangi diadakan nobar ini yaitu permasalahan lingkungan, itu tidak hanya dirasakan di Papua sana, tapi di Kota Pekalongan sendiri juga merasakan betul bahwasanya lingkungan kita saat ini bagaimana. Film tersebut juga menjelaskan bahwa kerusakan lingkungan itu tidak hanya disebabkan oleh faktor alam saja, tetapi juga juga faktor non alam. Hal itu kita diskusikan, kita pikirkan bareng-bareng biar kita tau lingkungan kita khususnya di Kota Pekalongan," ungkap Syakif.
Tidak berhenti sampai di sini, Pegiat Literasi Kota Pekalongan dan sejumlah komunitas akan mengadakan kegiatan sebagai tindak lanjut dari acara ini.
"Terkait rencana tindak lanjut acara ini, yang pertama, membuat sebuah diskusi terkait komunitasnya masing-masing. Apa, sih, yang menjadi keresahan Pekalongan maupun isu-isu lokal dan nasional. Yang kedua, langkah atau strategi apa yang dilakukan komunitas untuk mencapai goals tersebut," tutur C.Aas, Pegiat Literasi Kota Pekalongan.
Dengan adanya nonton bareng "Pesta Babi" di Kota Pekalongan ini, dapat membuka kesadaran dari berbagai elemen masyarakat, bahwa isu lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Harapannya, masyarakat tidak hanya mengkritik pemerintah, tetapi juga ikut andil dalam tindakan nyata.
Next News

Khofifah Serukan Budaya Membaca Jadi Tren Masa Kini pada Hari Buku Nasional 2026
in 5 hours

Waspada Penipuan Jual Beli Lokasi SPPG, BGN Imbau Masyarakat Gunakan Hotline Resmi
in 5 hours

Rupiah Makin Melemah, Prabowo Tegas Dolar Tidak Berdampak Bagi Warga Desa
in 5 hours

Polda Metro Jaya Selidiki Kasus Pria Grogol Dikeroyok dan Dilempar dari Lantai Dua
19 hours ago

Prabowo Resmikan Museum Buruh Marsinah, Lontar Guraan Satire ke Menteri LH
20 hours ago

Haru Biru Gim Suyati, TKW Asal Batang Berhasil Pulang ke Batang Usai Ditipu 3 Dekade Kerja Ilegal di Malaysia
a day ago

SMK Muhammadiyah Pekalongan Buka Pintu untuk Semua Siswa Non-Muslim, Revano Wujud Inklusif Komitmen
a day ago

Buntut Panjang Dugaan Perundungan, Seorang Anak Laki-Laki di Batang Luka Bakar Serius Disiram Bensin
3 days ago

Fokus RUU Perampasan Aset, Komisi III DPR Sebut Regulasi Harus Ketat dan Presisi
3 days ago

Langgar Kedaulatan, Jet Tempur Austria Paksa Pesawat Militer AS Keluar Wilayah Udara
3 days ago



