Haru Biru Gim Suyati, TKW Asal Batang Berhasil Pulang ke Batang Usai Ditipu 3 Dekade Kerja Ilegal di Malaysia
Trista - Saturday, 16 May 2026 | 12:26 PM


Perempuan lanjut usia yang bekerja sebagai TKW (Tenaga Kerja Wanita) di Malaysia, Gim Suyati (73), akhirnya dapat kembali ke kampung halamannya di Desa Adinuso, Kecamatan Reban, Kabupaten Batang. Gim, begitu sapaan hangatnya, merasa senang usai tiga dekade meninggalkan Indonesia pasca-ditipu oleh agen tenaga kerja tidak resmi yang membawanya menjadi pekerja ilegal di Malaysia.
Gim Suyati berangkat menjadi pekerja pada tahun 1995 dan meminta keluarganya untuk kembali ke Indonesia pada tahun 1997. Namun, komunikasi terputus hingga akhirnya kembali diketahui pada tahun 2026. Ketiadaan dokumen resmi yang lengkap menjadi kendala utama dalam pengurusan administrasi untuk kepulangan Gim Suyati ke Indonesia.
"Dulu ke sana dengan teman-teman, lalu ditampung di rumah, ternyata itu kena tipu. Orangnya itu dari Subah (daerah Batang), kemudian diantar ke Tanjung Balai (Medan), tanpa dikasih paspor atau dokumen apa pun," ungkap Gim Suyati setelah diterjemahkan dari bahasa Melayu, Jumat (15/5/2026).
Menurut penuturan Gim Suyati, pihak penyalur pekerja yang menampung dirinya tidak membuatkan dokumen administrasi untuk bekerja di Malaysia. Di penampungan, dirinya dan teman-temannya tidur dalam kondisi yang memprihatinkan tanpa fasilitas yang mumpuni, hanya sekadar beralas lantai langsung.
Setelah sampai Malaysia, Gim Suyati bekerja serabutan untuk menyambung hidupnya di Malaysia. Beruntungnya, rekan Malaysia Gim Suyati membantunya untuk menemukan tempat tinggal dan menyambungkan komunikasi dengan keluarganya.
"Cik Kamarudin bin Harun (sapaan Malaysia untuk Pak), manusia paling baik kepada saya karena membantu untuk berkomunikasi dengan keluarga saya. Lalu, saya kirimkan ringgit (mata uang Malaysia) untuk ke sini (Adinuso)," jelas Gim Suyati.
Gim Suyati turut memberikan panduan rekan Malaysianya untuk menuju rumahnya dan meminta segera dihubungkan dengan keluarga yang bersangkutan. Usahanya tidak hanya di situ, Gim sebelumnya telah mendatangi Kedutaan Besar Republik Indonesia di Malaysia, tetapi pihak kedutaan tidak memberikan bantuan karena Gim diduga memberikan pernyataan palsu mengenai kewarganegaraannya.
"Sebelumnya, sudah pernah ke kedutaan tapi dibilang 'Siapa saja boleh mengaku jadi warga negara Indonesia', dari itu saya juga sempat buat KTP (kartu identitas) tapi lagi-lagi justru ditipu dan dokumen itu palsu," lanjut Gim Suyati.
Kasus pekerja ilegal Indonesia di Malaysia sebagai korban agen penyaluran telah menjadi perbincangan di pemerintahan sejak 2024. Dari ini pemerintah desa dan DPR membantu kepulangan WNI yang terjebak di Malaysia. Perwakilan keluarga yakni anak kedua ikut mengurusi administrasi kurang lebih 20 hari untuk akhirnya Gim Suyati dapat pulang ke Indonesia dengan perasaan yang senang.
"Sampai di bandara, bertemu Pak Yoyo (anggota DPR RI yang membantu kepulangan Gim Suyati), kami berpelukan dan menangis haru, juga teman-teman sama di Jiran (Malaysia). Walaupun Pak Yoyo dan pemerintah bantu pulang, tapi yang menghubungkan kepada keluarga kan Cik Kamarudin," ungkap Gim dengan haru.
Gim Suyati tak hentinya bersyukur atas bantuan orang-orang baik di sekitarnya yang membantunya untuk pulang ke kampung halamannya sejak 30 tahun silam. Hingga saat ini, Gim masih menjalin komunikasi baik dengan Cik Kamarudin yang sudah dianggap seperti adiknya sendiri.
Next News

Anak Tukang Becak Menangis Terancam Batal Kuliah, Imbas Ayahnya Mendadak Masuk Desil 9
in 4 hours

Wakil Ketua Gerindra Banyumas Jadi Perantara Uang Rp650 Juta dalam Kasus Korupsi Unsoed
in 4 hours

Bus Rombongan Pati Dilempari Batu di Tol Japek, Polisi Klarifikasi Soal Botok
in 4 hours

Harga Minyak Dunia Merosot ke US$ 93 di Tengah Panasnya Rencana Sanksi Baru AS ke Iran
in 2 hours

Polemik Rekening Donasi Aksi 27 Agustus: Dari Sorotan Waketum MUI hingga Insiden Pelemparan Bus
in 23 minutes

Polda Metro Luruskan Isu Rekening Donasi Aksi 27 Agustus: Bukan Diblokir
in 2 minutes

Bukan Cuma Dongeng: Cara Seru Menceritakan Sirah Nabawiyah pada Anak di Rumah
13 minutes ago

Unsoed Gempar! Rektor Tersangka KPK Kasus Jalur Mandiri, Prof Ali Rokhman Ditunjuk Jadi Plt.
20 hours ago

Tiba di Pekanbaru Disambut Asap, Prabowo Ancam Bawa Pelaku "Modus Mancing" ke Jakarta!
20 hours ago

Sumber Air Menyusut, BNPB Ungkap Pemadaman Karhutla Makin Sulit
a day ago





