Presiden Prabowo Hadiri Rapat Paripurna DPR RI: Ungkap Ekonomi Aman di Tengah Rupiah Makin Merosot
Trista - Wednesday, 20 May 2026 | 03:10 PM


Rapat Paripurna DPR RI dihadiri oleh Presiden Prabowo Subianto di Gedung DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026). Dalam rapat ini, Prabowo menyampaikan pidato terkait Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN 2027.
Langkah ekonomi yang diambil pemerintah saat ini menjadi tantangan besar dalam ranah global yang semakin besar dan menekan dari segi geopolitik dan geoekonomi. Bersamaan dengan ini, Prabowo menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) tentang Tata Kelola Ekspor Komoditas Sumber Daya Alam.
"Kita sekarang sebagai bangsa, menghadapi tantangan geopolitik dan geoekonomi yang penuh dengan konflik ketegangan dan ketidakpastian. Peperangan terjadi di banyak tempat bahkan di Eropa, di Timur Tengah, di kawasan walaupun jauh dari kita," pidato Prabowo dalam rapat paripurna DPR, dilansir dari laman TVR Parlemen, Rabu (20/5/2026).
Peraturan ini akan mengatur seluruh penjualan ekspor sumber daya alam yang akan langsung dikelola melalui BUMN. Selain itu, pembaruan administrasi ini membantu pemerintah untuk mengawasi ekspor sumber daya alam Indonesia ke luar negeri.
"Penerbitan Peraturan Pemerintah ini adalah langkah strategis untuk memperkuat tata kelola ekspor komoditas sumber daya alam kita. Penjualan semua hasil sumber daya alam kita, kita mulai dari minyak kelapa sawit, batu bara, dan paduan besi, kita wajibkan harus dilakukan penjualannya melalui BUMN yang ditunjuk oleh pemerintah RI sebagai pengekspor tunggal," ungkap Prabowo.
Sementara itu, pengelolaan fiskal menjadi salah satu permasalahan yang menjadi fokus pemerintah. Melalui pidatonya, Prabowo berjanji untuk menargetkan angka kemiskinan dapat dikurangi 6,0 persen hingga 6,5 persen pada tahun 2027. Nilai ini lebih rendah dibanding target tahun 2026 sekitar 6,5 persen sampai 7,5 persen.
"Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berada pada rentang Rp16.800 hingga Rp17.500," ungkap Prabowo.
Dilansir dari laman CNBC Indonesia, menyikapi nilai tukar yang saat ini melemah dengan persentase 17.686 per Rabu (20/5/2026), pertumbuhan ekonomi ditargetkan naik pada angka 5,8 sampai 6,5 persen. Inflasi berada di kisaran 1,5 persen dengan nilai tukar rupiah Rp16.800 sampai Rp17.500. Sebagai negara tidak berkonflik, nilai tukar ini tentunya membuat resah masyarakat yang berdampak pada naiknya komoditas pangan, bahan bakar yang langka dan meningkat, sehingga berbanding terbalik antara permintaan dan penyediaan.
Next News

Kebakaran di Binus Kemanggisan Jakarta Barat, Asap Tebal Sempat Kepung Area Kampus
in 5 hours

Santriwati Melahirkan di Pekalongan Jadi Sorotan, Keluarga Beri Klarifikasi
18 hours ago

9 WNI Relawan Gaza Dibebaskan, Pemerintah Ungkap Kondisi Mereka
in 3 hours

Menlu Sugiono Ungkap WNI yang Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusian Bukan Penculikan
16 hours ago

Presiden Prabowo Hubungi Hotman Paris, Buntut Tuntutan 18 Tahun Penjara Nadiem Makarim
16 hours ago

Bikin Nostalgia Sekaligus Haru, Mengingat Kembali Memori Generasi 90-an Saat Hadapi Krismon
11 hours ago

Kilas Balik 6 Agenda Reformasi 1998: Mana yang Sudah Tercapai dan Mana yang Belum?
12 hours ago

Viral Truk Koperasi Desa Merah Putih Ambil Stok di Gudang Swasta, Pemkot Surabaya Buka Suara
19 hours ago

Kronologi Oknum Polisi Mengamuk di Rumah Anggota DPR Ade Ginanjar, Roboh Ditabrak Mobil Patroli!
20 hours ago

Heboh Pembubaran Nonton Bareng Film 'Pesta Babi', KSAD: Itu Arahan Pemda
21 hours ago





