Kamis, 19 Februari 2026
Walisongo Global Media
Health

Menjaga Lambung Tetap Aman: Panduan Memilih Makanan Ramah Lambung bagi Penderita GERD

Admin WGM - Sunday, 25 January 2026 | 03:47 PM

Background
Menjaga Lambung Tetap Aman: Panduan Memilih Makanan Ramah Lambung bagi Penderita GERD
Foto Makanan Sehat (Unsplash Fishmac/)

Penyakit Refluks Gastroesofagus atau yang lebih dikenal dengan istilah GERD (Gastroesophageal Reflux Disease) kini menjadi salah satu keluhan kesehatan yang paling sering dijumpai di masyarakat urban. Pola makan yang tidak teratur serta konsumsi makanan yang memicu asam lambung sering kali menjadi faktor utama kambuhnya gejala seperti rasa terbakar di dada (heartburn) dan mual.

Memilih asupan nutrisi yang tepat bukan sekadar soal mengenyangkan perut, melainkan strategi krusial untuk mencegah iritasi pada kerongkongan. Para ahli kesehatan menekankan bahwa modifikasi diet adalah langkah pertama dalam manajemen mandiri bagi penderita gangguan asam lambung.

Karbohidrat Kompleks dan Serat Tinggi

Berdasarkan panduan kesehatan dari Academy of Nutrition and Dietetics, makanan tinggi serat sangat efektif untuk mencegah gejala GERD. Serat membuat tubuh merasa kenyang lebih lama, sehingga mencegah risiko makan berlebihan (overeating) yang dapat menekan katup kerongkongan bawah.

Oatmeal merupakan salah satu pilihan terbaik. Sebagai gandum utuh, oatmeal mampu menyerap asam di lambung sehingga mengurangi risiko refluks. Selain oatmeal, nasi merah dan ubi jalar juga menjadi sumber karbohidrat kompleks yang aman karena tidak memicu produksi asam berlebih.

Sumber Protein Rendah Lemak

Lemak jenuh yang tinggi diketahui dapat melonggarkan otot sfingter esofagus, yang memudahkan asam lambung naik ke kerongkongan. Oleh karena itu, penderita GERD disarankan beralih ke protein tanpa lemak.

Daging dada ayam tanpa kulit, ikan yang diolah dengan cara dikukus atau dipanggang, serta telur rebus adalah pilihan yang bijak. Sebaiknya hindari teknik memasak dengan cara menggoreng (deep frying) karena kandungan minyak yang tinggi merupakan pemicu utama iritasi lambung.

Buah dan Sayuran Non-Sitrus

Tidak semua buah aman bagi lambung. Buah-buahan bersifat asam seperti jeruk, lemon, dan nanas sebaiknya dihindari. Sebagai gantinya, melon dan pisang adalah pilihan yang sangat dianjurkan. Pisang memiliki sifat alkali (basa) yang dapat membantu menetralkan asam lambung di dalam perut.

Untuk kategori sayuran, brokoli, asparagus, kembang kol, dan sayuran berdaun hijau sangat disarankan. Sayuran ini secara alami rendah lemak dan gula, sehingga sangat ringan untuk dicerna oleh sistem pencernaan yang sensitif.

Pentingnya Pola Makan Teratur

Selain jenis makanan, Mayo Clinic mengingatkan bahwa cara kita makan juga sangat berpengaruh. Penderita GERD disarankan untuk makan dalam porsi kecil namun sering, serta menghindari kebiasaan berbaring langsung setelah makan. Jeda waktu ideal antara makan malam dan waktu tidur adalah minimal tiga jam untuk memastikan proses pengosongan lambung berjalan maksimal.

Dengan konsistensi dalam memilih makanan yang tepat dan menjaga gaya hidup sehat, penderita GERD dapat menjalankan aktivitas harian tanpa terganggu oleh sensasi tidak nyaman di saluran pencernaan.