Minggu, 6 September 2026
Walisongo Global Media
How's Going

Kronologi Pembunuhan Tragis Cucu Mpok Nori oleh Mantan Suami Siri WN Irak

Trista Aura - Tuesday, 24 March 2026 | 12:58 PM

Background
Kronologi Pembunuhan Tragis Cucu Mpok Nori oleh Mantan Suami Siri WN Irak
Kronologi Pembunuhan Tragis Cucu Mpok Nori oleh Mantan Suami Siri WN Irak (NNC Netralnews /)

Cucu seniman Betawi Mpok Nori, Dwintha Anggary (37) ditemukan dalam keadaan tidak 

bernyawa di kontrakannya di kawasan Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur, Sabtu (21/3/2026). Korban diduga menjadi korban pembunuhan oleh mantan suami sirinya, Rashad Fouad Tareq Jameel (46), seorang warga negara Irak.

Kronologi insiden bermula dari hubungan yang renggang dan tidak harmonis antara pelaku dengan korban yang dipicu oleh dugaan orang ketiga. Pelaku yang emosi usai melihat korban bersama pria lain di bazar Ramadan kemudian mendatangi kontrakan korban dan mendapati pria yang sama masih bersama korban. 

"Jadi terkait kronologi kejadian pembunuhan antara pelaku dengan korban adalah suami istri mereka nikah siri. Beberapa hari belakangan terjadi cekcok, sering ribut karena pelaku cemburu dengan korban yang diduga memiliki hubungan dengan laki-laki lain," jelas AKP Fechy J. Ataupah, di Polda Metro Jaya, dilansir dari laman Liputan6, Senin (23/3/2026). 

Setelah pertikaian tersebut, pelaku diusir oleh korban dan kembali lagi ke kontrakan korban dengan membawa sebilah pisau. Pelaku dan korban sempat terlibat cekcok sampai akhirnya pelaku memiting leher istri sirinya dan menyayat leher korban hingga bersimbah darah di kasur dan laintainya. 

"Kemudian pelaku diusir, suruh pulang sama korban. Pelaku pun pulang ke kosnya. Di kosnya dia merenung, emosinya sudah tidak tertahan, dia kembali lagi ke kos korban. Di sana dia masuk, terjadi pertengkaran, pelaku sempat mencekik ya, mencekik korban. Kemudian karena korban berusaha memberontak, pelaku akhirnya mengambil pisau dan menyayat leher korban," ungkap Fechy dilansir dari laman CNBC Indonesia, (23/3/2026). 

Pelaku ditangkap di ruas Tol Tangerang - Merak dan sempat berpindah-pindah tempat untuk menghilangkan jejak, mulai dari Bogor hingga Sukabumi. Di Sukabumi, tersangka dikabarkan sempat melakukan percobaan bunuh diri karena merasa tertekan. Namun, niat tersebut diurungkan hingga akhirnya ia memutuskan kabur menuju Sumatera dengan rencana akhir kembali ke negara asalnya setelah situasi aman. 

Menurut penuturan pihak keluarga korban, Dian, kakak korban menyatakan pelaku telah menjatuhkan talak kepada korban jadi secara keterikatan keduanya telah bercerai. Namun, pelaku masih kerap menguntit korban kemanapun korban pergi hingga di waktu terakhir insiden mencekam tersebut terjadi.

"Terakhir itu saya boncengan (dengan) almarhumah mau ke pasar, ternyata pas saya papasan sama saudara saya, ternyata di belakang itu ada dia, dibuntutin," jelas Dian, kakak korban dilansir dari laman Grid.id (23/3/2026). 

Jenazah Dwintha telah dimakamkan di TPU Pondok Ranggon, berdampingan dengan makam sang nenek, Mpok Nori. Pihak keluarga menyatakan luka mendalam dan meminta keadilan ditegakkan agar pelaku dihukum seberat-beratnya.

Saat ini, polisi masih mendalami kemungkinan adanya unsur pembunuhan berencana karena tersangka diketahui sengaja membawa pisau saat mendatangi kontrakan korban. Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 458 subsider 468 KUHP tentang Pembunuhan