Minggu, 6 September 2026
Walisongo Global Media
How's Going

Bahaya Pencurian Identitas: Mensos Ungkap KTP Penerima Bansos Dicuri untuk Judi Online

Azizatul Khifdiyah - Thursday, 03 September 2026 | 11:08 AM

Background
Bahaya Pencurian Identitas: Mensos Ungkap KTP Penerima Bansos Dicuri untuk Judi Online
Mensos Saifullah Yusuf mendapati KTP penerima bansos dicuri untuk akun judi online dan pembelian aset, yang mengancam hak warga tidak mampu. (IDN Times/)

Mengutip laporan IDN Times, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengungkap temuan mengejutkan terkait penyalahgunaan identitas warga miskin. Fenomena tersebut berupa penggunaan Kartu Tanda Penduduk (KTP) milik penerima bantuan sosial oleh pihak lain secara tidak sah. Identitas itu dipakai untuk mendaftar akun judi online, membeli aset seperti kendaraan bermotor, hingga mendaftar langganan listrik.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Gus Ipul saat memberikan keterangan di Gedung Kementerian Sosial, Jakarta, pada Rabu (2/9/2026). Kasus penyalahgunaan ini berdampak fatal karena sistem pendataan dapat mengidentifikasi pemegang KTP sebagai pihak yang mampu atau terlibat aktivitas terlarang. Akibatnya, masyarakat yang riil tergolong tidak mampu justru berisiko dicoret dari daftar penerima bansos.

"Ada fenomena KTP-KTP menerima bansos itu dimanfaatkan dan digunakan orang lain untuk membuat akun, untuk membeli motor, atau untuk membeli aset-aset yang lain, termasuk untuk langganan listrik," kata Gus Ipul.

Pihak Kementerian Sosial menegaskan komitmennya untuk segera menindaklanjuti serta memverifikasi data lapangan demi melindungi hak-hak warga tidak mampu. Proses verifikasi ini penting dilakukan agar warga miskin yang menjadi korban pencurian identitas tidak kehilangan hak bantuan mereka. Langkah penulusuran mendalam terus dijalankan untuk memastikan seluruh bansos disalurkan secara tepat sasaran.

"Jadi ini sedang kita pastikan semua. Kalau ada misalnya keluarga yang tidak mampu tertolak karena KTP-nya dimanfaatkan oleh orang lain," ujar Gus Ipul.

Selain pencurian identitas oleh pihak asing, Kemensos juga mendapati indikasi judi online yang berasal dari anggota keluarga penerima. Gus Ipul menjelaskan bahwa aktivitas perjudian tersebut sering kali bukan dilakukan oleh penerima bantuan langsung, melainkan oleh anak atau kerabatnya. Kondisi ini kerap memicu salah sasaran dalam pemblokiran data penerima bansos di lapangan.

"Kemudian yang kedua juga ada fenomena di mana yang main judol itu bukan orang tuanya, tapi anaknya atau keluarganya," katanya.

Gus Ipul mencontohkan adanya lansia tidak mampu yang gagal menerima bansos akibat pendataan mendeteksi transaksi judi online dari keluarganya. Kementerian Sosial kini sedang memperbaiki serta mendalami sistem pendataan agar masyarakat tidak mampu yang memenuhi syarat tetap memperoleh bantuan. Evaluasi ini diharapkan mampu menyelesaikan persoalan salah sasaran akibat aktivitas judi online maupun penyalahgunaan identitas.

"Nah untuk yang seperti ini sedang kita perbaiki, sedang kita dalami. Kalau memenuhi kriteria bansosnya akan tetap kita salurkan," kata Gus Ipul.