Minggu, 6 September 2026
Walisongo Global Media
How's Going

Kebakaran Lapak Plastik Srengseng Ancam Permukiman Warga

Azizatul Khifdiyah - Saturday, 05 September 2026 | 12:21 PM

Background
Kebakaran Lapak Plastik Srengseng Ancam Permukiman Warga
Warga Srengseng, Kembangan, Jakarta Barat evakuasi barang berharga akibat kebakaran lapak plastik. Petugas Damkar kerahkan 23 unit mobil padamkan api. (kompas.com/)

​Berdasarkan laporan Kompas.com, sejumlah warga di sekitar lapak pengepul sampah plastik di Srengseng, Kembangan, Jakarta Barat, mengevakuasi barang-barang berharga mereka pada Sabtu pagi, 5 September 2026. Warga terpaksa mengeluarkan barang seperti kasur, lemari, dan kulkas karena panik api bakal merembet ke permukiman. Kekhawatiran ini muncul lantaran lokasi kebakaran berada tepat di samping rumah warga yang hanya dipisahkan tembok setinggi 1,5 meter.

​Dilansir dari sumber yang sama, barang-barang rumah tangga tersebut diletakkan sementara di tengah jalan sambil menunggu mobil pikap penjemput. Warga berusaha mengamankan aset penting ke tempat yang lebih aman dari potensi jangkauan si gundala merah. Sementara itu, asap hitam pekat dari area lapak tampak terus membumbung tinggi dan menyelimuti permukiman sekitar.

​Mengutip laporan media tersebut, kebakaran lapak bijih plastik itu sejatinya mulai membara sejak Jumat, 4 September 2026 pukul 23.00 WIB. Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) kemudian mulai melakukan proses pendinginan sekitar pukul 01.00 WIB. Meski proses pendinginan terus berjalan hingga Sabtu pagi, sejumlah titik api dilaporkan masih sempat menyala kembali di area tumpukan sampah.

​"Ini sudah proses pendinginan," ujar petugas Damkar Jelambar, Bayu saat ditemui di lokasi kejadian.

​Berdasarkan laporan berita tersebut, tumpukan bahan bijih plastik dan barang bekas yang menggunung menjadi penyebab utama alotnya proses pemadaman. Material yang mudah terbakar tersebut membuat kobaran api tersembunyi di bagian dalam tumpukan dan memicu penyalaan ulang. Hal ini memaksa tim gabungan bekerja lebih ekstra di lapangan demi mengendalikan situasi.

​"Belum, ini masih ada penyalaan. Ini kan terkait dengan bahan-bahan bijih plastik. Agak lama juga ini yang terbakar," ungkapnya.

​Dilansir dari laporan wartawan di lokasi, Dinas Pemadam Kebakaran awalnya mengerahkan 22 unit mobil pemadam beserta 110 personel ke tempat kejadian perkara. Namun, armada tersebut akhirnya ditambah menjadi 23 unit mobil damkar dengan total 115 personel guna mempercepat penanganan. Penanganan insiden kebakaran ini turut melibatkan kolaborasi ketat bersama aparat kepolisian dan TNI di lokasi.