Minggu, 6 September 2026
Walisongo Global Media
How's Going

Jendela dan Tembok Bergetar Dini Hari, Dentuman Erupsi Anak Krakatau Gegerkan Warga!

Admin WGM - Saturday, 05 September 2026 | 11:50 AM

Background
Jendela dan Tembok Bergetar Dini Hari, Dentuman Erupsi Anak Krakatau Gegerkan Warga!
(Lampunggehnews/)

Fenomena suara dentuman keras beserta gemuruh misterius melanda kawasan Bandung Raya dan sekitarnya pada Sabtu dini hari. Suara guncangan tersebut terasa cukup kuat hingga menyebabkan konstruksi tembok, pintu, serta kaca jendela pemukiman warga bergetar secara terus-menerus.

Peristiwa yang terjadi menjelang tengah malam ini mendadak menggegerkan masyarakat di berbagai wilayah Jawa Barat hingga Banten. Sebagian besar warga sempat mengira bahwa getaran berulang itu dipicu oleh hembusan angin kencang atau aktivitas gangguan mekanis di lingkungan sekitar.

Kepanikan warga kian meluas setelah fenomena getaran bangunan ini dibagikan secara masif melalui berbagai unggahan di media sosial. Banyak masyarakat yang mengabadikan momen saat kaca rumah serta plafon mereka bergetar hebat di tengah ketidakpastian sumber suara.

Pihak Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengonfirmasi adanya peningkatan aktivitas vulkanik pada Gunung Anak Krakatau. Erupsi beruntun gunung api di Selat Sunda tersebut teridentifikasi menjadi pemicu utama timbulnya gelombang suara serta getaran atmosfer.

Gelombang tekanan atau shockwave akibat dentuman erupsi Gunung Anak Krakatau merambat cukup jauh hingga menjangkau kawasan daratan Jawa Barat. Merambatnya gelombang kelembapan udara tersebut membuat struktur bangunan seperti pintu dan jendela bergetar meski jarak lokasi gunung terbilang jauh.

Meskipun intensitas getaran terasa mengkhawatirkan bagi sebagian besar warga, aktivitas Gunung Anak Krakatau dilaporkan masih dalam pemantauan ketat. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang serta tidak terpengaruh oleh isu-isu hoaks yang beredar liar pascafenomena alam tersebut.

Petugas gabungan terus menyiagakan personel mitigasi bencana di titik-titik rawan untuk memantau perkembangan situasi terkini di lapangan. Imbauan agar tidak mendekati area kawah Gunung Anak Krakatau dalam radius aman tetap diberlakukan secara ketat demi keselamatan publik.