Minggu, 5 April 2026
Walisongo Global Media
How's Going

Hujan Rudal Iran Gempur Israel, Tel Aviv Bersumpah Lakukan Balasan

Admin WGM - Wednesday, 25 March 2026 | 12:30 PM

Background
Hujan Rudal Iran Gempur Israel, Tel Aviv Bersumpah Lakukan Balasan
Tel Aviv, Israel Hancur Terkena Serangan Rudal Iran (Nursa Daily /)

Ketegangan di kawasan Timur Tengah mencapai titik didih baru setelah Iran meluncurkan serangan rudal besar-besaran ke wilayah Israel pada Selasa malam (24/3/2026). Serangan yang menyasar kota-kota besar, termasuk pusat ekonomi Tel Aviv, menyebabkan kerusakan infrastruktur yang masif dan memicu kepanikan massal di kalangan warga sipil.

Sirene peringatan dini dilaporkan meraung-raung di hampir seluruh wilayah Israel sejak pukul 18.00 waktu setempat. Berdasarkan laporan lapangan, puluhan rudal balistik dan bom klaster milik Iran berhasil menembus sistem pertahanan udara dan menghujani pemukiman serta fasilitas umum. Rekaman visual yang beredar menunjukkan dampak kerusakan yang memilukan di kota terbesar Israel tersebut; gedung-gedung tinggi hancur berkeping-keping dan ruas jalan utama kini dipenuhi puing-puing bangunan serta bangkai kendaraan yang terbakar.

Serangan ini tidak hanya menyasar struktur fisik, tetapi juga mengakibatkan korban luka yang signifikan. Setidaknya 12 orang dilaporkan terluka akibat hantaman proyektil dan pecahan kaca di area pemukiman yang padat penduduk. Tim medis darurat terus disiagakan di lokasi-lokasi terdampak untuk memberikan pertolongan pertama dan mengevakuasi korban ke rumah sakit terdekat.

Salah satu poin yang menjadi sorotan internasional adalah penggunaan bom klaster dalam serangan kali ini. Rekaman dampak kerusakan menunjukkan lubang-lubang kecil namun banyak yang tersebar di area publik, ciri khas dari senjata pemecah tersebut. Hal ini meningkatkan risiko bagi warga sipil karena sisa-sisa amunisi yang tidak meledak dapat menjadi ancaman mematikan di kemudian hari. "Jalanan dipenuhi puing dan debu mesiu, suasana kota sangat mencekam pascaserangan," lapor koresponden internasional di lokasi kejadian.

Pemerintah Israel bereaksi keras atas serangan beruntun ini. Dalam pernyataan resminya, otoritas keamanan Israel mengutuk tindakan Teheran yang dianggap sebagai agresi langsung terhadap kedaulatan negara. Perdana Menteri dan jajaran kabinet perang segera melakukan rapat darurat untuk menentukan langkah strategis selanjutnya.

Israel secara terbuka bersumpah akan meluncurkan serangan balasan yang lebih mematikan. "Kami tidak akan membiarkan serangan ini tanpa jawaban. Iran akan membayar mahal atas luka yang mereka sebabkan pada warga kami dan kerusakan pada tanah kami," tegas juru bicara militer Israel dalam konferensi pers yang disiarkan secara global. Ancaman balasan ini meningkatkan kekhawatiran dunia internasional akan pecahnya perang terbuka berskala besar di kawasan tersebut.

Hingga Rabu pagi (25/3/2026), kondisi di perbatasan masih sangat tegang. Komunitas internasional, termasuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), terus menyerukan agar kedua belah pihak melakukan menahan diri guna menghindari eskalasi yang lebih buruk. Namun, dengan intensitas serangan rudal Iran yang terus berulang dan sumpah balasan dari pihak Israel, upaya deeskalasi tampak semakin sulit dicapai.

Pasar energi dunia pun mulai bereaksi terhadap konflik ini, di mana harga minyak mentah dilaporkan mengalami fluktuasi tajam akibat kekhawatiran gangguan pasokan dari kawasan Teluk. Seluruh mata dunia kini tertuju pada Timur Tengah, menanti apakah jalur diplomasi masih memiliki ruang, ataukah kawasan tersebut benar-benar akan terjerumus ke dalam jurang perang yang lebih dalam.