Minggu, 14 Juni 2026
Walisongo Global Media
How's Going

Pemain Organ Tunggal Diduga Jadi Korban Pengeroyokan di Blora, Video Kejadian Viral di Media Sosial

Admin WGM - Sunday, 14 June 2026 | 12:34 PM

Background
Pemain Organ Tunggal Diduga Jadi Korban Pengeroyokan di Blora, Video Kejadian Viral di Media Sosial
Pengeroyokan terhadap seorang pemain organ tunggal di Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora. (Tribunbanyumas /)

Sebuah video yang memperlihatkan dugaan pengeroyokan terhadap seorang pemain organ tunggal di Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora, ramai beredar dan menjadi perhatian warganet di media sosial. Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi, Sabtu dini hari, 13 Juni 2026.

Dalam video berdurasi sekitar satu setengah menit yang beredar luas, terlihat suasana ricuh di atas panggung hiburan organ tunggal. Rekaman tersebut menunjukkan seorang pria yang diduga menjadi korban aksi kekerasan oleh beberapa orang saat acara masih berlangsung.

Kapolsek Tunjungan, AKP Subiyono, membenarkan adanya laporan terkait insiden tersebut. Menurutnya, korban telah mendatangi Polsek Tunjungan untuk melaporkan kejadian yang dialaminya.

"Korban datang ke Polsek sekitar pukul 01.30 WIB untuk mengadukan peristiwa tersebut," ujar AKP Subiyono.

Berdasarkan informasi awal yang diterima pihak kepolisian, kejadian itu berlangsung di *Desa Tutup, Kecamatan Tunjungan, Kabupaten Blora*, saat digelar acara syukuran yang diselenggarakan oleh salah satu warga setempat. Acara tersebut menghadirkan hiburan organ tunggal yang kemudian menjadi lokasi terjadinya keributan.

Korban yang diduga menjadi sasaran pengeroyokan diketahui merupakan pemain organ tunggal yang sedang bertugas mengisi hiburan dalam acara tersebut.

Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi lengkap kejadian. Polisi juga akan meminta keterangan dari korban maupun sejumlah saksi yang berada di lokasi guna mengetahui secara pasti penyebab dan rangkaian peristiwa yang terjadi.

Kasus ini masih dalam penanganan aparat kepolisian, sementara video kejadian terus beredar luas dan menuai berbagai tanggapan dari masyarakat di media sosial.