Draf Kesepakatan Damai AS-Iran Terungkap, Bahas Gencatan Senjata hingga Program Nuklir
Admin WGM - Sunday, 14 June 2026 | 05:00 PM


Upaya diplomasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran dilaporkan memasuki tahap akhir setelah kedua negara menyepakati sebagian besar isi draf kesepakatan damai yang tengah dinegosiasikan. Jika berhasil disahkan, perjanjian tersebut berpotensi mengakhiri konflik yang selama beberapa bulan terakhir memicu ketegangan di kawasan Timur Tengah serta memengaruhi stabilitas pasar energi global.
Menurut sejumlah sumber diplomatik yang mengetahui proses negosiasi, dokumen yang saat ini masih menunggu persetujuan final memuat beberapa poin utama. Salah satu yang paling penting adalah pemberlakuan gencatan senjata selama 60 hari di seluruh wilayah konflik yang melibatkan kedua pihak dan sekutunya. Masa gencatan senjata tersebut nantinya akan digunakan sebagai ruang untuk melanjutkan negosiasi mengenai isu-isu strategis yang belum sepenuhnya disepakati.
Selain penghentian konflik, kesepakatan juga mencakup rencana pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi salah satu urat nadi perdagangan minyak dunia. Selama periode konflik, ketidakpastian di kawasan tersebut sempat memicu kekhawatiran pasar global karena sekitar seperlima pasokan minyak dunia melintasi jalur tersebut.
Dalam rancangan yang beredar, Amerika Serikat disebut akan mulai memberikan sejumlah pelonggaran terhadap sanksi ekonomi yang selama ini membatasi aktivitas ekspor Iran. Selain itu, terdapat pembahasan mengenai pencairan sebagian aset Iran yang sebelumnya dibekukan di luar negeri. Sebagai imbalannya, Iran akan mendukung normalisasi aktivitas pelayaran dan perdagangan di kawasan Teluk.
Meski demikian, isu paling sensitif dalam hubungan kedua negara, yakni program nuklir Iran, belum sepenuhnya diselesaikan. Draf kesepakatan hanya mengatur bahwa pembahasan teknis mengenai pengayaan uranium, fasilitas nuklir, serta mekanisme pengawasan internasional akan dilakukan dalam tahap negosiasi lanjutan selama 60 hari setelah perjanjian awal diberlakukan.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyebut kedua negara saat ini berada pada titik terdekat untuk mencapai kesepakatan dibandingkan proses diplomasi sebelumnya. Sementara itu, Presiden AS, Donald Trump, juga menyatakan bahwa sebagian besar dokumen telah selesai dinegosiasikan dan hanya menunggu tahap finalisasi.
Sejumlah pengamat menilai keberhasilan kesepakatan ini akan membawa dampak besar bagi stabilitas kawasan Timur Tengah. Selain berpotensi mengurangi risiko konflik bersenjata, perjanjian tersebut juga dapat membantu menenangkan pasar energi global yang selama beberapa bulan terakhir menghadapi ketidakpastian akibat situasi geopolitik.
Meski optimisme mulai meningkat, proses ratifikasi masih menjadi tahapan penting yang harus dilalui. Pemerintah Iran dan Amerika Serikat masih perlu mendapatkan persetujuan dari otoritas terkait sebelum kesepakatan resmi diberlakukan. Hingga saat itu, dunia internasional masih menunggu apakah draf tersebut benar-benar akan menjadi tonggak baru dalam hubungan kedua negara yang selama puluhan tahun dipenuhi ketegangan.
Next News

Aksi Cepat Kapal Tanker Pertamina Evakuasi 16 Korban KMP Virgo Transport 08 di Laut Jawa
an hour ago

Kebakaran Lahan Bekas Penampungan Sampah TPA Randukuning Batang Dipadamkan Berjam-jam
2 hours ago

Terkuak! Pembunuh Wanita di Hotel Melati Tanah Abang Ditangkap Usai Gunakan Identitas Palsu
2 hours ago

Kaki Seribu Matang Ditemukan dalam Menu Makan Bergizi Gratis di Pasangkayu, Operasi SPPG Lariang Dihentikan Sementara
a day ago

Dihantam Ombak 2,5 Meter di Muara Pelabuhan Pekalongan, Perahu Jukung Pecah Menewaskan Satu Nelayan
a day ago

Bawa 243 Orang, Kapal Virgo Transport 8 Hilang Kontak di Perairan Laut Jawa
a day ago

Asap Karhutla Kepung Bromo Hills, Pengunjung dan Pegawai Berlarian Keluar
a day ago

Benda Bercahaya Melintas di Langit Gorontalo, Diduga Meteor Jatuh di Pegunungan
2 days ago

Warung Mi dan Babi Tepi Sawah di Sukoharjo Dibakar Empat Orang Tak Dikenal
2 days ago

Kepulauan Seribu Diguncang Gempa M 5,9 Sabtu Pagi, BMKG Sebut Tidak Berpotensi Tsunami
2 days ago





