Hampir Sepekan Air PDAM Mati Total di Bugisan Pekalongan, Warga Terpaksa Ngangsu Galon Pakai Motor
Azizatul Khifdiyah - Thursday, 15 October 2026 | 08:47 AM


Warga di wilayah Bugisan, Pekalongan, mengeluhkan terhentinya distribusi air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) selama hampir sepekan. Berdasarkan laporan Pekalongan Info pada Selasa (13/10/2026), gangguan pasokan air bersih tersebut telah berlangsung sejak Rabu (7/10/2026) hingga Selasa (13/10/2026). Kondisi terhentinya aliran air bersih ini berdampak langsung pada kelancaran aktivitas rumah tangga serta pemenuhan kebutuhan air harian seluruh warga setempat.
Pada masa awal terjadinya gangguan layanan distribusi air tersebut, aliran air bersih dilaporkan masih sempat mengalir secara sangat terbatas. Sejumlah warga setempat menyebutkan bahwa pasokan air bersih hanya keluar pada kisaran pukul 02.00 hingga 04.00 WIB dini hari. Debit air yang mengalir pada jam tersebut pun sangat kecil sehingga warga terpaksa harus menggunakan bantuan mesin pompa air.
Seiring berjalannya waktu, kondisi aliran air bersih di wilayah Bugisan tersebut justru makin memburuk hingga akhirnya berhenti total. Pasokan air tidak lagi mengalir ke rumah-rumah warga sampai alat meteran air PDAM tidak menunjukkan adanya pergerakan sama sekali. Akibat terhentinya suplai air bersih secara menyeluruh ini, warga sekitar terpaksa mencari berbagai sumber air alternatif demi memenuhi kebutuhan harian mereka.
Untuk mendapatkan pasokan air bersih, sejumlah warga di lokasi tersebut terpaksa mengangkut beberapa galon air menggunakan sepeda motor. Warga mengambil pasokan air bersih dari masjid terdekat maupun dari kawasan pabrik logistik yang berada di sekitar tempat tinggal mereka. Aktivitas mengangkut air dari lokasi luar rumah ini harus dilakukan oleh warga secara berulang kali setiap hari demi memenuhi pasokan dasar.
Masyarakat setempat harus mengeluarkan tenaga ekstra demi memperoleh pasokan air bersih bagi seluruh anggota keluarga.
"Kita sampai ngangsu ke masjid atau pabrik sampai beberapa galon setiap hari. Seperti itu capek," ujar seorang warga kepada Pekalongan Info, Selasa (13/10/2026).
Kutipan langsung dari warga tersebut menggambarkan secara jelas betapa beratnya beban harian yang harus ditanggung masyarakat setempat akibat krisis air. Terhentinya aliran air PDAM ini sangat menyulitkan warga dalam menjalankan berbagai kegiatan rutin seperti mandi, memasak, dan mencuci. Selain itu, gangguan pasokan air bersih ini juga menghambat persiapan harian bagi anak-anak yang hendak berangkat ke sekolah.
Krisis pasokan air bersih yang berkepanjangan ini membuat tingkat keresahan warga di wilayah Bugisan Pekalongan semakin meningkat dari hari ke hari. Warga sangat berharap agar pihak manajemen PDAM dapat segera merespons serta menangani gangguan teknis distribusi air tersebut secara cepat dan tepat. Penanganan yang sigap dari pihak PDAM sangat dinantikan agar pasokan air bersih di pemukiman warga bisa kembali mengalir secara normal.
Next News

Konten Karhutla Dihapus Platform Digital, Menkomdigi Minta Masyarakat Lapor dan Ajukan Banding
11 hours ago

Dugaan Kekerasan Seksual Anak Lima Tahun di Tegal Memicu Kemarahan Warga, Pelaku Dievakuasi Polisi
11 hours ago

Viral Guru SMPN 4 Pekalongan Jewer Murid hingga Telinga Berdarah, Pihak Sekolah Ambil Tindakan
14 hours ago

BMKG Keluarkan Status Siaga Hujan Sangat Lebat di Sejumlah Wilayah untuk 22 Oktober 2026
a day ago

Kawal Sidang Vonis Kasus Dugaan Korupsi DJKA, Pendukung Padati Pengadilan Tipikor Semarang
a day ago

Terbangun karena Hawa Panas, Remaja di Pekalongan Selamatkan Adik dari Kebakaran Rumah
2 days ago

Evakuasi Dramatis 152 Pendaki dan Penutupan Total Jalur Pendakian Gunung Sumbing Akibat Kebakaran Lahan
2 days ago

Aksi Greenpeace di Patung Bundaran HI: Panjat Monumen dan Desak Penanganan Krisis Iklim
2 days ago

Rumor Kim Jong Un Meninggal Hebohkan Medsos, Korut Bungkam Lalu Rilis Foto Kunjungan Publik
2 days ago

Saham BBCA Sempat ARB 2 Hari, BCA Resmi Lanjutkan Buyback Rp5 Triliun
2 days ago



