Kamis, 22 Oktober 2026
Walisongo Global Media
How's Going

Hampir Sepekan Air PDAM Mati Total di Bugisan Pekalongan, Warga Terpaksa Ngangsu Galon Pakai Motor

Azizatul Khifdiyah - Thursday, 15 October 2026 | 08:47 AM

Background
Hampir Sepekan Air PDAM Mati Total di Bugisan Pekalongan, Warga Terpaksa Ngangsu Galon Pakai Motor
Distribusi air bersih PDAM di Bugisan, Pekalongan, terhenti hampir sepekan sejak 7 hingga 13 Oktober 2026. Warga terpaksa mengangkut air galon menggunakan sepeda motor dari masjid dan pabrik terdekat untuk kebutuhan harian. (Pekalongan info/)

​Warga di wilayah Bugisan, Pekalongan, mengeluhkan terhentinya distribusi air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) selama hampir sepekan. Berdasarkan laporan Pekalongan Info pada Selasa (13/10/2026), gangguan pasokan air bersih tersebut telah berlangsung sejak Rabu (7/10/2026) hingga Selasa (13/10/2026). Kondisi terhentinya aliran air bersih ini berdampak langsung pada kelancaran aktivitas rumah tangga serta pemenuhan kebutuhan air harian seluruh warga setempat.

​Pada masa awal terjadinya gangguan layanan distribusi air tersebut, aliran air bersih dilaporkan masih sempat mengalir secara sangat terbatas. Sejumlah warga setempat menyebutkan bahwa pasokan air bersih hanya keluar pada kisaran pukul 02.00 hingga 04.00 WIB dini hari. Debit air yang mengalir pada jam tersebut pun sangat kecil sehingga warga terpaksa harus menggunakan bantuan mesin pompa air.

​Seiring berjalannya waktu, kondisi aliran air bersih di wilayah Bugisan tersebut justru makin memburuk hingga akhirnya berhenti total. Pasokan air tidak lagi mengalir ke rumah-rumah warga sampai alat meteran air PDAM tidak menunjukkan adanya pergerakan sama sekali. Akibat terhentinya suplai air bersih secara menyeluruh ini, warga sekitar terpaksa mencari berbagai sumber air alternatif demi memenuhi kebutuhan harian mereka.

​Untuk mendapatkan pasokan air bersih, sejumlah warga di lokasi tersebut terpaksa mengangkut beberapa galon air menggunakan sepeda motor. Warga mengambil pasokan air bersih dari masjid terdekat maupun dari kawasan pabrik logistik yang berada di sekitar tempat tinggal mereka. Aktivitas mengangkut air dari lokasi luar rumah ini harus dilakukan oleh warga secara berulang kali setiap hari demi memenuhi pasokan dasar.

​Masyarakat setempat harus mengeluarkan tenaga ekstra demi memperoleh pasokan air bersih bagi seluruh anggota keluarga.

"Kita sampai ngangsu ke masjid atau pabrik sampai beberapa galon setiap hari. Seperti itu capek," ujar seorang warga kepada Pekalongan Info, Selasa (13/10/2026).

​Kutipan langsung dari warga tersebut menggambarkan secara jelas betapa beratnya beban harian yang harus ditanggung masyarakat setempat akibat krisis air. Terhentinya aliran air PDAM ini sangat menyulitkan warga dalam menjalankan berbagai kegiatan rutin seperti mandi, memasak, dan mencuci. Selain itu, gangguan pasokan air bersih ini juga menghambat persiapan harian bagi anak-anak yang hendak berangkat ke sekolah.

​Krisis pasokan air bersih yang berkepanjangan ini membuat tingkat keresahan warga di wilayah Bugisan Pekalongan semakin meningkat dari hari ke hari. Warga sangat berharap agar pihak manajemen PDAM dapat segera merespons serta menangani gangguan teknis distribusi air tersebut secara cepat dan tepat. Penanganan yang sigap dari pihak PDAM sangat dinantikan agar pasokan air bersih di pemukiman warga bisa kembali mengalir secara normal.