Senin, 6 April 2026
Walisongo Global Media
How's Going

Gurita Proyek Fadia Arafiq: Terjerat OTT KPK di Ujung Kursi Dua Periode

Trista - Tuesday, 03 March 2026 | 05:20 PM

Background
Gurita Proyek Fadia Arafiq: Terjerat OTT KPK di Ujung Kursi Dua Periode
Fadia Arafiq, Bupati Kabupaten Pekalongan (detik.com /)

Operasi tangkap tangan (OTT) ketujuh kembali digelar pada tahun 2026. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menangkap Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, pada Selasa (3/3/2026). Fadia Arafiq ditangkap bersama orang kepercayaan dan ajudannya pada waktu dini hari di Semarang, Jawa Tengah. 

"Ya, pada saat itu yang bersangkutan sedang berada di Semarang, kemudian diamankan oleh tim, lalu dibawa ke Jakarta. Nanti, detailnya kita sampaikan," jelas Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, dilansir dari laman Berita Satu, Selasa (3/3/2926).

Saat ini, KPK telah tengah melakukan pemeriksaan secara intensif di Gedung Merah Putih sembari menunggu informasi lebih lanjut dari Kapolres Pekalongan Kota terkait pihak pemerintah daerah lainnya yang turut diperiksa. 

"Paralel tim juga saat ini tengah berada di Pekalongan untuk melakukan pemeriksaan kepada sejumlah pihak. Untuk mendapatkan keterangan yang dibutuhkan dalam proses penanganan perkara ini,"  jelas Juru Bicara KPK Budi Prasetyo, dilansir dari berita video Kompas.com, Selasa (3/3/2026).

Saat dihubungi tim WGM, pihak Reskrim Polres Pekalongan Kota hingga kini masih enggan memberikan keterangan resmi terkait kasus OTT yang melibatkan Bupati Kota Pekalongan. Namun, penggeledahan dan penyegelan oleh penyidik di bawah pengawasan KPK telah meluas ke wilayah kerja dan tempat tinggal pejabat. 

Sejumlah fasilitas pemerintahan yang berpusat di Kajen, Kabupaten Pekalongan, telah dalam kondisi tersegel. Area yang disterilisasi, yakni Kantor Bupati, Kantor Sekretaris Daerah (Sekda), hingga sejumlah unit kerja strategis seperti Bagian Umum, Bagian Ekonomi, serta Ruang Protokol dan Komunikasi Pimpinan. Selain itu, penyegelan juga menyasar kantor dinas teknis, yakni Satpol PP, Dinkop dan UKM, DPU Taru, serta Dinas Perkim LH.

Tidak hanya berhenti di situ, kediaman dinas bupati turut diamankan dengan sederet mobil mewah yang telah terpasang segel. Selain itu, badan usaha pribadi berupa salon kecantikan bernama Bigboss Salon di Jalan Singosari, Desa Nyamok, turut disita dalam pengawasan penyidik.

Budi menjelaskan, dugaan OTT Bupati Pekalongan berkaitan dengan pengadaan di wilayah Pemkab Pekalongan. Tim penyidik masih terus melakukan pencarian pada pihak-pihak yang berkaitan lainnya. 

"Kami juga mengimbau agar para pihak-pihak dimaksud bisa kooperatif sehingga dapat membantu dalam proses penanganan perkara ini, sehingga jalannya penanganan perkara yang saat ini ada di tahap penyelidikan bisa berjalan secara efektif," tambah Budi. 

Perkembangan kasus yang meliputi penyitaan barang bukti, konstruksi pasal hukum, serta rincian perkara secara menyeluruh akan disampaikan secara bertahap. Saat ini, otoritas terkait masih menunggu hasil pemeriksaan dari tim di lapangan untuk merampungkan data dan fakta secara akurat sebelum memberikan keterangan resmi lebih lanjut.