Kamis, 26 Februari 2026
Walisongo Global Media
Health

Gak Usah Heran! Ini Alasan Medis Kenapa Makanan Terasa Hambar Saat Kamu Flu

Admin WGM - Wednesday, 25 February 2026 | 09:00 AM

Background
Gak Usah Heran! Ini Alasan Medis Kenapa Makanan Terasa Hambar Saat Kamu Flu
Flu (CDC/)

Sensasi menyantap hidangan favorit yang biasanya terasa sangat lezat tiba tiba bisa berubah menjadi pengalaman yang hambar dan tidak menarik ketika kondisi tubuh sedang menurun akibat serangan virus flu. Fenomena ini sering kali membuat penderitanya merasa frustrasi karena kehilangan kenikmatan saat makan, yang pada akhirnya berdampak buruk pada penurunan nafsu makan secara drastis. Banyak orang secara keliru menganggap bahwa masalah utama terletak pada indra pengecap atau lidah yang sedang mengalami gangguan fungsi secara langsung. Namun, dunia medis mengungkapkan sebuah fakta yang sangat menarik bahwa hilangnya rasa makanan justru lebih banyak disebabkan oleh kondisi saluran pernapasan yang terganggu. Hubungan yang sangat erat antara hidung dan lidah menciptakan sebuah sistem persepsi rasa yang kompleks bagi setiap manusia dalam mengenali berbagai macam kelezatan kuliner. Memahami cara kerja saraf penciuman dalam membantu saraf pengecap akan memberikan jawaban logis di balik perubahan drastis nafsu makan saat kita sedang berjuang melawan flu.

Proses mengenali rasa sebenarnya bukan hanya tugas tunggal dari bintil pengecap yang ada di permukaan lidah manusia. Saraf pengecap pada lidah hanya memiliki kemampuan terbatas untuk mengenali lima rasa dasar, yaitu manis, asam, asin, pahit, serta gurih atau umami.

Peran Penting Penciuman Retronasal dalam Persepsi Rasa

Keajaiban rasa yang jauh lebih kaya dan bervariasi seperti aroma stroberi, cokelat, atau rempah rempah sebenarnya didapatkan melalui bantuan indra penciuman. Saat kita mengunyah makanan, molekul aroma akan terlepas dan naik menuju rongga hidung melalui bagian belakang tenggorokan yang disebut dengan jalur retronasal. Saraf olfaktori yang terletak di bagian atas rongga hidung akan menangkap molekul molekul ini dan mengirimkan sinyal informasi yang sangat mendetail menuju otak. Otak kemudian menggabungkan informasi dari lidah serta hidung untuk menciptakan sebuah persepsi rasa yang utuh dan sangat memuaskan bagi seseorang.

Kondisi flu menyebabkan lapisan mukosa di dalam hidung membengkak dan memproduksi lendir secara berlebihan guna menjebak virus yang masuk. Sumbatan lendir ini secara fisik menghalangi molekul aroma makanan untuk mencapai saraf olfaktori di bagian atas hidung. Akibatnya, otak hanya menerima informasi rasa dasar dari lidah saja tanpa adanya tambahan aroma yang menyertainya. Makanan yang seharusnya memiliki rasa yang kaya pun akhirnya hanya akan terasa seperti tekstur yang basah, asin, atau manis secara samar tanpa adanya karakter rasa yang spesifik.

Daftar Penyebab Turunnya Nafsu Makan Saat Tubuh Terinfeksi

Kehilangan kemampuan untuk mencium aroma makanan secara otomatis akan menurunkan keinginan seseorang untuk menyantap hidangan tersebut. Berikut adalah beberapa faktor medis yang menjelaskan mengapa nafsu makan Anda seolah menghilang saat sedang sakit:

  1. Hilangnya Stimulasi Sensorik Aroma masakan yang harum biasanya bertindak sebagai pemicu awal produksi air liur serta asam lambung yang meningkatkan gairah makan. Tanpa adanya rangsangan aroma yang masuk melalui hidung, tubuh tidak mendapatkan sinyal persiapan untuk mencerna makanan secara optimal.
  2. Respon Sistem Kekebalan Tubuh Tubuh akan melepaskan protein khusus yang disebut sitokin sebagai bentuk perlawanan terhadap infeksi virus flu. Zat sitokin ini memiliki efek samping berupa penekanan nafsu makan karena tubuh sedang memusatkan seluruh energinya untuk melawan penyakit daripada mengolah makanan berat.
  3. Peningkatan Suhu Tubuh Demam yang sering menyertai flu membuat sistem metabolisme bekerja lebih keras sehingga terkadang memicu rasa mual jika perut dipaksakan untuk menerima makanan dalam jumlah banyak. Peningkatan suhu tubuh juga dapat memengaruhi sensitivitas reseptor rasa di lidah sehingga persepsi rasa menjadi semakin kacau.
  4. Kondisi Mulut yang Kering Flu sering kali memaksa seseorang untuk bernapas melalui mulut karena hidung yang tersumbat total. Hal ini menyebabkan produksi air liur berkurang drastis sehingga lidah kesulitan untuk melarutkan molekul makanan dan mengirimkan sinyal rasa ke otak dengan baik.

Tips Membangkitkan Nafsu Makan saat Sedang Flu

Masyarakat disarankan untuk tetap menjaga asupan nutrisi meskipun makanan terasa hambar guna mempercepat proses pemulihan kesehatan. Mengonsumsi makanan dengan tekstur yang bervariasi serta suhu yang hangat dapat memberikan stimulasi tambahan bagi indra peraba di dalam mulut. Penggunaan bumbu alami dengan aroma yang sangat kuat seperti jahe, bawang putih, atau lada dapat membantu memberikan sedikit rangsangan pada saraf penciuman yang tersumbat. Selain itu, menjaga hidrasi tubuh dengan minum air putih yang cukup sangat penting untuk menjaga kelembapan tenggorokan serta membantu mengencerkan lendir di hidung.

Kebersihan rongga mulut juga harus tetap diperhatikan dengan cara berkumur menggunakan air garam untuk mengurangi peradangan pada tenggorokan. Pengetahuan mengenai mekanisme hilangnya rasa ini diharapkan dapat membuat pasien flu lebih tenang dan tidak kehilangan semangat untuk tetap makan dengan teratur. Rasa makanan yang hilang bersifat sementara dan akan kembali normal seiring dengan meredanya peradangan pada saluran pernapasan Anda. Mari kita lebih bijak dalam merawat tubuh saat sakit dengan tetap memberikan asupan energi yang cukup meskipun lidah terasa tidak bersahabat. Kesabaran dalam menjalani masa pemulihan akan membuahkan hasil berupa kembalinya kenikmatan makan yang selama ini kita rindukan.

Perubahan rasa makanan saat kita sedang flu merupakan bukti nyata betapa eratnya hubungan antara hidung dan lidah dalam menciptakan pengalaman kuliner. Hidung yang tersumbat menghalangi jalur retronasal sehingga otak tidak mampu mengenali profil rasa secara lengkap dan mendalam. Kondisi ini secara alami akan menurunkan nafsu makan karena hilangnya rangsangan sensorik yang biasanya membangkitkan gairah makan kita. Memahami penjelasan medis di balik fenomena ini membantu kita untuk tidak terlalu khawatir dan tetap mengupayakan asupan nutrisi yang cukup demi kesembuhan. Selalu ingat bahwa tubuh membutuhkan energi ekstra saat berperang melawan virus, meskipun lidah sedang mogok untuk bekerja secara maksimal. Kembalinya indra penciuman yang tajam nantinya akan menjadi tanda bahwa kesehatan Anda telah pulih dan siap untuk kembali menikmati setiap kelezatan hidangan favorit.